← Beranda
GoPay Bentuk Aliansi “Judi Pasti Rugi”, Gandeng Mitra Gojek dan Telkomsel Perangi Judi Online
Dimas ChoirulSabtu, 15 November 2025 | 03.24 WIB
GoPay , unit bisnis teknologi finansial dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bersama mitra driver Gojek, Telkomsel hingga Komdigi RI menginisiasi gerakan nasional bertajuk Aliansi Judi Pasti Rugi.

JawaPos.com – Maraknya praktik judi online di Indonesia mendorong GoPay, unit bisnis teknologi finansial dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), menginisiasi gerakan nasional bertajuk Aliansi Judi Pasti Rugi. Gerakan ini melibatkan berbagai pihak — mulai dari mitra driver Gojek, Telkomsel, Google, TikTok, media massa, hingga Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia — untuk bersama-sama memerangi dampak sosial dan ekonomi dari judi daring.

Langkah ini menegaskan posisi GoPay bukan sekadar penyedia layanan pembayaran digital, tetapi juga agen perubahan sosial dalam membangun ekosistem digital yang sehat. Aliansi ini diawali dengan pelibatan mitra driver Gojek sebagai agen edukasi di lapangan, mengingat mobilitas dan kedekatan mereka dengan masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pemberantasan judi online membutuhkan kolaborasi menyeluruh, bukan hanya penindakan pemerintah.

“Kami telah memblokir lebih dari 1 juta situs judi online, namun masalah ini belum usai. Pemerintah memiliki kewenangan, tetapi yang jauh lebih penting adalah dukungan ekosistem secara menyeluruh. Karena itu, saya mengapresiasi langkah platform dan para stakeholder dalam Aliansi Judi Pasti Rugi yang mau bergerak bersama melawan judi online,” ujar Meutya dalam keterangannya, dikutip Kamis (13/11).

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya ini. “Kami ingin angka judi online turun signifikan. Kuncinya adalah memperkuat pemahaman masyarakat, dimulai dari lingkungan terdekat. Kami berharap para mitra driver Gojek bisa membantu mengedukasi publik tentang bahaya judi online,” tambahnya.

Dukungan serupa datang dari Patrick Walujo, Direktur Utama GoTo. Ia menegaskan bahwa pembentukan Aliansi Judi Pasti Rugi merupakan bentuk nyata komitmen GoPay dalam melanjutkan kampanye edukasi yang telah dijalankan sejak 2024.

“Pemberantasan judi online memerlukan peran serta seluruh pihak. Karena itu, kami membentuk Aliansi Judi Pasti Rugi sebagai wadah untuk menyatukan kekuatan bersama dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online,” katanya.

Patrick menambahkan bahwa kampanye ini melibatkan pendekatan berbasis keluarga agar pesan pencegahan bisa dimulai dari lingkungan terdekat.

“Mari bersama-sama kita berantas judi online yang berdampak sangat buruk bagi keluarga dan merugikan kita semua. Judi yang marak saat ini adalah bentuk dari penipuan, dengan algoritma yang telah dimanipulasi sedemikian rupa,” ujarnya.

Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari Telkomsel. Menurut Saki H. Bramono, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, langkah kolaboratif ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif.

“Dengan bergabungnya Telkomsel di Aliansi Judi Pasti Rugi 2025, kami ingin menegaskan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menutup akses dan memberantas situs ilegal judi daring. Langkah ini juga mewujudkan komitmen Telkomsel untuk melindungi pelanggan dari ancaman kejahatan siber,” ujarnya.

Head of GoPay Regional Marketing, Irwan Ari Wibowo. (Istimewa)
Head of GoPay Regional Marketing, Irwan Ari Wibowo. (Istimewa)

Di sisi lain, Head of GoPay Regional Marketing, Irwan Ari Wibowo, menjelaskan bahwa kampanye Judi Pasti Rugi memiliki misi utama membangun kesadaran publik bahwa tidak ada kemenangan sejati dalam judi online.

“Yang ada hanyalah kerugian, baik secara finansial, sosial, maupun mental. Kami ingin mendorong masyarakat menggunakan teknologi digital secara produktif — untuk belajar, berusaha, dan berkarya — bukan untuk hal-hal yang merusak masa depan,” jelasnya.

Irwan juga mengungkapkan bahwa sejak Mei 2025, GoPay melakukan tur edukasi ke 62 kota di Indonesia. “Hingga saat ini, kami telah menjangkau 59 kota, dari Aceh hingga Surabaya, dan akan melanjutkan ke wilayah Sulawesi serta Kalimantan. Antusiasme masyarakat luar biasa besar — mereka bukan hanya mendengarkan edukasi, tapi juga berbagi pengalaman dan semangat menjauh dari judi online,” katanya.

Erwin Erlani. (Istimewa)
Erwin Erlani. (Istimewa)

Salah satu wajah yang ikut dalam tur edukasi ini adalah Erwin Erlani, mantan pelaku judi online yang kini aktif menjadi pembicara dalam kampanye tersebut. “Awalnya saya ikut-ikutan teman dan menganggap judi online hanya permainan. Tapi lama-lama saya kehilangan semua tabungan, bahkan menjual tanah orang tua. Saya kehilangan waktu, keluarga, dan kesehatan mental,” ungkapnya.

Kini, Erwin menjadi bagian dari gerakan edukasi. “Saya memberanikan diri untuk menghubungi tim Judi Pasti Rugi dan menceritakan pengalaman saya. Sekarang saya ikut keliling Indonesia untuk berbagi cerita bahwa tidak ada kemenangan sejati dalam judi online — yang ada hanya kerugian dan penyesalan,” ujarnya.

Menurut Erwin, kunci untuk pulih dari kecanduan adalah keberanian dan lingkungan yang mendukung. “Langkah pertama adalah hapus semua aplikasi judi dan jauhi pergaulan yang tidak sehat. Kalau ada teman yang mulai kecanduan, tegur dengan cara baik. Tapi kalau tetap tidak berubah, lebih baik jaga jarak demi kebaikan diri sendiri,” pesannya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, GoPay berharap Aliansi Judi Pasti Rugi dapat memperluas dampak edukasi dan mendorong kesadaran masyarakat bahwa setiap rupiah yang hilang karena judi online adalah potensi kesejahteraan yang seharusnya bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Adapun Makassar akan menjadi kota penutup rangkaian Judi Pasti Rugi tahun ini.
Rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025 di Kawasan Pantai Losari
pukul 16.00 - 18.00 WITA; dan Minggu, 16 November 2025 di CFD Boulevard Panakkukang pukul 06.00 - 09.00 WITA.

Gerakan ini dapat diikuti melalui kanal media sosial resmi @judipastirugi di Instagram, TikTok, dan Facebook — wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi, berbagi pengalaman, dan melaporkan situs atau nomor yang terindikasi terkait judi online.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin