JawaPos.com - Menjelang akhir tahun, pemerintah kembali menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Dilansir dari cekbansos.kemensos.go.id, bantuan ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), hingga bantuan beras yang rutin disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
Tak sedikit warga yang penasaran apakah namanya termasuk penerima bansos untuk periode November 2025 ini. Apalagi, penyaluran bansos sering kali menjadi penopang penting bagi keluarga dengan penghasilan terbatas di tengah naiknya harga bahan pokok jelang akhir tahun.
Untuk menjawab rasa ingin tahu itu, pemerintah telah menyediakan cara mudah untuk mengecek status penerima secara daring. Masyarakat kini tak perlu datang ke kantor desa atau dinas sosial.
Cukup bermodal ponsel atau komputer yang terhubung internet, pengecekan bisa dilakukan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau lewat Aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di Google Play Store maupun App Store. Berikut langkah-langkahnya:
1. Akses situs resmi
Buka laman cekbansos.kemensos.go.id. Halaman ini disediakan langsung oleh Kemensos untuk menampilkan data penerima bantuan sosial yang terverifikasi.
2. Isi data wilayah dan nama
Masukkan data wilayah tempat tinggal sesuai KTP, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan. Setelah itu, ketik nama lengkap penerima manfaat sesuai dokumen identitas.
3. Masukkan kode captcha
Ketik kode keamanan (captcha) yang muncul di layar lalu klik tombol Cari Data. Hasil pencarian akan menampilkan apakah nama Anda terdaftar atau tidak. Jika muncul keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM”, artinya nama Anda belum masuk dalam daftar penerima bansos periode ini.
4. Pastikan data sudah masuk dalam database pemerintah
Pemerintah menyalurkan bansos berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Jika nama belum tercantum, masyarakat bisa melapor ke kantor kelurahan atau dinas sosial setempat agar dilakukan pembaruan data.
Berikut bansos Kemensos yang disalurkan, antara lain:
1. Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4
PKH kembali menjadi fokus utama pemerintah pada penyaluran tahap akhir tahun ini. Distribusi dilakukan mulai November hingga Desember 2025, menyasar keluarga miskin dan rentan yang telah terdaftar dalam basis data Kementerian Sosial.
Besaran bantuan PKH bervariasi tergantung pada komponen penerima di dalam keluarga.
- Ibu hamil/nifas dan anak usia dini: hingga Rp3 juta per tahun
- Anak sekolah (SD–SMA): mulai dari Rp225 ribu hingga Rp2 juta
- Lansia dan penyandang disabilitas berat: hingga Rp2,4 juta
- Korban pelanggaran HAM berat: mendapat bantuan khusus hingga Rp10,8 juta
Bantuan ini disalurkan secara non-tunai melalui rekening penerima manfaat dan dapat digunakan untuk kebutuhan dasar keluarga.
2. BPNT Tahap Akhir: Bantuan Pangan Rp600 Ribu
Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) juga memasuki tahap akhir penyaluran untuk periode Oktober–Desember 2025.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima saldo total Rp600 ribu, atau Rp200 ribu per bulan, yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warong atau toko yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Dana tersebut tidak bisa dicairkan tunai, melainkan harus dibelanjakan untuk kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan bahan pangan bergizi lainnya. (*)