← Beranda
4 Modus Penipuan Promo Akhir Tahun, Begini Cara Menghindarinya
Nanda PrayogaRabu, 15 Oktober 2025 | 00.28 WIB
Ilustrasi berbelanja online. (Istimewa)

JawaPos.com - Fenomena musim promo akhir tahun seperti 10.10 memang telah menjadi momen yang seringkali ditunggu banyak orang. Hanya saja, dibalik penawaran yang menarik, tentu ada hal yang berbahaya yakni penipuan online.

Saat ini, penipu acapkali memanfaatkan sejumlah taktik untuk melakukan penipuan, mulai dari pesan singkat yang mengatasnamakan pihak lain hingga mengirim link yang menjebak.

Selaras dengan ini, Google terus berupaya menciptakan ruang ekosistem digital yang aman dan nyaman, termasuk saat berbelanja online. Hal ini dibentuk melalui sejumlah pembaruan, fitur, dan layanan terkini.

Meski begitu, tetap penting bagi “diskon hunter” yang seringkali berbelanja online untuk tetap waspada dan membekali diri dengan kebiasaan belanja yang aman. 

Berikut sejumlah modus penipuan dan tips menghindarinya yang bisa kamu terapkan!

1. Penipuan Mengatasnamakan Layanan Pelanggan

Penipu berpura-pura sebagai layanan pelanggan dari bank, marketplace, atau brand populer. Biasanya, penipu menampilkan nomor palsu dan meminta data pribadi, bahkan akses jarak jauh ke perangkatmu.

Cara menghindarinya, jangan pernah membagikan kata sandi, kode OTP, atau mengizinkan akses remote kepada siapa pun. Jika ragu, kamu bisa langsung menghubungi layanan pelanggan resmi melalui situs atau aplikasi yang terverifikasi.

2. Malvertising (Iklan Berbahaya)

Jangan gampang tergoda dengan iklan yang menggoda mata. Sebab, iklan yang tampak menarik seringkali mengarahkanmu ke situs berisi malware.

Tips menghindarinya, hanya klik iklan dari situs resmi dan jangan abaikan peringatan keamanan dari browser. Gunakan ad blocker atau fitur “HTTPS-first mode” untuk keamanan ekstra.

3. Paket Palsu dan Tagihan Palsu

Modus ini sering muncul melalui SMS atau email, dengan pesan seperti “paket Anda tertahan, klik link ini untuk melacak”.

Untuk menghindarinya, jangan klik tautan yang mencurigakan. Harap cek langsung status pengiriman lewat aplikasi atau situs resmi jasa ekspedisi.

4. Situs Palsu

Penipu seringkali membuat situs tiruan dengan promo-promo yang tampak tak wajar. Oleh karena itu, kamu harus selalu memeriksa alamat situs dan baca ulasan dari pengguna lain sebelum melakukan pembayaran.

Langkah yang Perlu Dilakukan sebelum Mulai Berbelanja Online 

1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Unik 

Jangan menggunakan satu kata sandi untuk semua akun. Kombinasikan huruf besar, kecil, angka, dan simbol. Demi memudahkan, gunakan password manager agar kamu tidak lupa.

2. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2-Step Verification)

Lapisan keamanan tambahan ini akan membuat akunmu jauh lebih sulit diretas. Sebab, selain kata sandi, kamu juga perlu memasukkan kode dari perangkat pribadimu.

3. Lakukan Security Checkup

Bagi pengguna akun Google, fitur Security Checkup tentu bisa membantu memastikan tak ada aktivitas mencurigakan, serta memberikan saran keamanan yang sesuai dengan kebiasaan yang pengguna lakukan.

4. Tetap Kritis Saat Melihat Promo

Penipu seringkali memanfaatkan momen kampanye besar seperti 10.10, 11.11, dan 12.12 demi memancing calon korban dengan promo yang menggiurkan. Jika harga yang ditawarkan tampak terlalu murah dan tidak masuk akal, kamu wajib waspada.

Selalu bandingkan harga di sejumlah toko, baca ulasan pembeli, dan hindari pembayaran langsung ke rekening pribadi. Kamu juga bisa menggunakan platform e-commerce terpercaya yang menyediakan sistem proteksi pembeli (buyer protection).

 

 

 

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan