← Beranda
Cuma Modal HP dan KTP, Ini Tutorial Cara Cek Status Penerima Bansos 2025
Rian AlfiantoSelasa, 14 Oktober 2025 | 20.16 WIB
Ilustrasi pembagian kupon bansos di Jakarta. (dok. Jaawa Pos/Fedrik Tarigan)

JawaPos.com - Tahun 2025, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang terdampak tekanan ekonomi.

Program utama yang akan cair antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan BLT Mitigasi Risiko Pangan. Seluruh bantuan ini disalurkan bertahap mulai Oktober hingga Desember 2025.

Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini penyaluran dilakukan lewat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), basis data baru yang menggantikan DTKS lama.

Sistem ini diklaim membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, transparan, dan minim duplikasi data.

Nah, kalau kamu penasaran apakah namamu termasuk dalam daftar penerima Bansos 2025, sekarang pengecekan bisa dilakukan secara online hanya dengan KTP, tanpa harus datang ke kantor desa atau dinas sosial. 

Caranya pun mudah dan bisa dilakukan langsung dari HP saja. Berikut tutorialnya:

1. Buka situs resmi Kemensos

Akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id. Pastikan kamu membuka situs resmi milik Kemensos, bukan tautan dari media sosial atau pesan berantai yang belum terverifikasi.

2. Isi data sesuai KTP

Pilih Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan tempat tinggal kamu. Setelah itu, tulis nama lengkap sesuai KTP agar sistem bisa mencocokkan datanya dengan basis DTSEN.

3. Masukkan kode captcha dan klik “Cari Data”

Kode ini digunakan untuk memastikan bahwa pengecekan dilakukan oleh pengguna asli (bukan bot).

4. Lihat hasil pencarian

Jika namamu terdaftar, sistem akan menampilkan informasi lengkap penerima, mulai dari jenis bantuan, periode pencairan, hingga alamat penerima.

Kalau hasilnya kosong, jangan panik — bisa jadi datamu belum masuk dalam tahap penyaluran berikutnya.

Sebagai tambahan, pastikan koneksi internet stabil agar laman tidak gagal dimuat. Jika data belum muncul, coba cek kembali dalam beberapa minggu, karena proses pembaruan penerima dilakukan secara berkala oleh Kemensos.

Hindari situs atau pesan palsu yang mengatasnamakan “pendaftaran bansos baru”. Semua informasi resmi hanya ada di situs Kemensos.

Dengan sistem DTSEN yang lebih akurat, pemerintah berharap program bantuan sosial tahun ini bisa benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.

Jadi, sebelum lewat periode penyaluran, cek sekarang juga, siapa tahu namamu sudah masuk daftar penerima Bansos 2025.

Sebelumnya, Kabar bahagia datang untuk keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial dari pemerintah pusat.

Pemerintah memastikan bahwa bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng alias BPNT periode keempat akan kembali disalurkan pada periode Oktober–November 2025.

Pedoman penyalurannya sudah turun, yang berarti bantuan ini sudah siap dibagikan kepada masyarakat penerima.

Total penerima manfaat bantuan kali ini mencapai sekitar 18,3 juta keluarga di seluruh Indonesia.

Diperkirakan bansos PKH-BPNT tahap empat ini akan mulai dicairkan akhir bulan Oktober ini sekaligus untuk dua bulan dengan November.

Mereka yang berhak menerima bantuan PKH-BPNT ini adalah masyarakat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Khususnya para penerima BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) atau program sembako, baik yang mendapatkan BPNT murni maupun yang juga terdaftar sebagai penerima PKH (Program Keluarga Harapan).

Namun, penerima PKH murni kemungkinan tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan pangan ini. 

Meski begitu, mereka tetap masih mendapatkan hak bantuan rutin dari program PKH. Pemerintah menegaskan bahwa penentuan penerima bantuan ini dilakukan secara otomatis berdasarkan data pusat, bukan oleh pendamping di lapangan.

Adapun rincian bantuan yang disalurkan cukup signifikan dengan penambahan dibanding periode sebelumnya.

Dalam penyaluran bansos PKH-BPNT tahap ini, setiap keluarga penerima akan mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, dibagikan dalam satu tahap untuk dua bulan.

Daftar penerima bansos ini bisa saja berbeda dari bulan-bulan sebelumnya karena data penerima BPNT terus diperbarui di setiap tahap.

Beberapa keluarga yang sebelumnya hanya menerima PKH kini juga terdaftar sebagai penerima BPNT. Terutama jika di dalam keluarganya terdapat komponen tambahan seperti anak sekolah atau lansia.

Bagi para KPM, cukup menunggu surat undangan resmi seperti biasanya untuk pencairan bantuan di titik distribusi masing-masing.

Pastikan data masih aktif dan terdaftar dalam sistem, agar bantuan pangan ini bisa diterima tanpa kendala.

Disalurkan lewat Bapanas

Bantuan ini disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog, dengan total penerima mencapai 18,27 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Masing-masing KPM akan menerima 10 kilogram beras per bulan selama dua bulan, sehingga totalnya 20 kilogram, serta tambahan minyak goreng 2 liter per bulan, atau 4 liter untuk dua bulan penyaluran.

Bantuan ini bersifat non-tunai, jadi pencairannya dilakukan melalui mekanisme distribusi langsung di desa atau kelurahan masing-masing.

Untuk mencairkan bantuan, KPM wajib membawa surat undangan dan KTP asli ke lokasi penyaluran sesuai jadwal yang ditentukan oleh desa atau kelurahan.

Jika penerima berhalangan hadir, bantuan dapat diwakilkan oleh anggota keluarga dengan melampirkan surat kuasa dan identitas yang sah.

EDITOR: Bayu Putra