JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan menghentikan pemakaian produk-produk pabrikan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan ini diambil untuk mendukung ekonomi lokal sekaligus memastikan keamanan pangan.
“Kami juga menghentikan semua produk-produk pabrika. Kami akan menjalankan instruksi Presiden bahwa dapur MBG ini adalah untuk membangkitkan ekonomi lokal. Bukan untuk memperkaya konglomerat pemilik pabrik roti,” tegas Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang di Jakarta pada Jumat (26/9).
Dia menjelaskan roti untuk program MBG ke depan akan dibuat langsung oleh para ibu murid. “Kecuali ada susu yang dimana di dapur itu memang tidak ada peternakan susu. Maka terpaksa untuk sementara kami bolehkan untuk menggunakan susu kemasan,” tambahnya.
Baca Juga: BGN Sebut 45 Dapur SPPG Tak Jalankan SOP, 40 Ditutup
Nanik juga menegaskan pihaknya tak lagi mentolerir pelanggaran SOP yang berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak penerima MBG, seperti kasus-kasus yang terjadi belakangan ini.
"Kami tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi. Dan terus terang kami terus maraton, apa yang harus kami perbaiki," ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga sudah mengeluarkan surat kepada seluruh mitra untuk melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, dan sertifikat untuk penggunaan air yang layak pakai dalam waktu 1 bulan.
Baca Juga: Sambil Menangis, Wakil Kepala BGN Minta Maaf atas Insiden Keracunan MBG di Sejumlah Wilayah
"Apabila dalam waktu 1 bulan itu ternyata mereka tidak memenuhi 3 hal ini, maka kami akan menutup," tandasnya.