← Beranda
Publik Tolak Indonesia Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel
Ilham SafutraJumat, 26 September 2025 | 04.17 WIB
Serangan Israel menghancurkan menara ikonik Gaza City. (New York Times)

JawaPos.com - Wacana pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel mendapat penolakan dari publik Indonesia. Penolakan itu tercermin dari sikap publik dalam keseharian yang melakukan gerakan boikot produk-produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel. 

Peneliti Senior lembaga survei Media Nasional (Median), Median Rico, mengungkapkan bahwa sebanyak 72,5 persen responden menyatakan Indonesia tidak akan pernah membuka hubungan diplomatik atau mengakui Israel. “Sikap publik ini menunjukkan konsistensi posisi masyarakat Indonesia yang masih sangat kuat dalam mendukung Palestina dan menolak segala bentuk normalisasi dengan Israel,” ujar Rico Marbun pada Kamis (25/9). 

Sikap itu tercermin dalam hasil survei terbaru yang dilakukan lembaga survei Median terhadap pengguna media sosial (medsos) pada 8 - 13 September 2025. 

Baca Juga: Media Israel Puji Pidato Prabowo di PBB, Singgung Keamanan Israel hingga Palestina

Sementara itu, imbuh Rico, hanya 12,2 persen responden yang menilai Indonesia mungkin bisa membuka hubungan diplomatik dengan Israel dengan syarat-syarat tertentu. Adapun sebanyak 15,3 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab. 

Penolakan ini juga tercermin dari sikap publik dalam keseharian, salah satunya melalui dukungan terhadap gerakan boikot produk-produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel.  

Menurut dia, pilihan boikot menjadi bentuk ekspresi nyata masyarakat dalam menegaskan keberpihakan pada Palestina. “Bukan hanya di level sikap politik, tetapi juga dalam praktik konsumsi sehari-hari, publik Indonesia cenderung mendukung boikot produk Israel,” jelasnya. 

Baca Juga: FIFA dan UEFA di Bawah Tekanan, Pakar PBB Desak Sanksi Terhadap Israel

Rico menyatakan temuan survei menegaskan bahwa resistensi publik terhadap Israel masih sangat konsisten sampai saat ini. “Narasi pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel belum menemukan penerimaan di tengah masyarakat,” tegasnya.

EDITOR: Ilham Safutra