JawaPos.com – Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi momen istimewa bagi seluruh umat Islam. Momen ini, biasa dikenal dengan sebutan Maulid Nabi yang diperingati setiap bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijiriah.
Berbagai adat dan budaya di Indonesia memiliki cara tersendiri untuk merayakan Maulid Nabi. Dilansir dari NU Online, perayaan tradisi Maulid Nabi menggabungkan nilai-nilai agama Islam dengan adat istiadat setiap daerah.
Sementara dirangkum dari uici.ac.id dan tby.jogjaprov.go.id, berikut 7 tradisi Maulid Nabi di beberapa daerah yang perlu kamu ketahui:
- Grebeg Maulud
Tradisi Grebeg Maulud menggabungkan berbagai simbolisme dalam tradisi Jawa dengan nilai-nilai Islam. Rangkaian ritual yang dilakukan menjadi cerminan masyarakat Yogyakarta yang plural dan toleran.
Dalam pelaksanaanya, Grebeg Maulud melewati beberapa prosesi sebelum sampai ke puncak acara. Diantaranya sebagai berikut:
- Miyos Gangsa, merupakan proses mengeluarkan gamelan keramat dari dalam keraton menuju ke Masjid Gedhe Yogyakarta. Bunyi gamelan tersebut dianggap sebagai pembawa kedamaian dan keberkahan.
- Numplak Wajik, merupakan proses pembuatan wajik yang digunakan sebagai isi gunungan. Wajik sendiri dianggap sebagai lambang kehidupan yang berawal dari rahim seorang ibu.
- Kondur Gangsa, merupakan proses membawa gamelan yang telah digunakan kembali ke Keraton Yogyakarta.
- Bethak, merupakan proses memasak nasi yang digunakan sebagai isi gunungan. Nasi tersebut dianggap menjadi lambang keberkahan dan rezeki.
- Pesowanan Garebeg, merupakan sesi penyusunan nasi dalam gunungan sebagai persiapan sebelum melakukan arak-arakan. Proses ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.
- Arak-Arakan, merupakan proses mengarak enam gunungan yang akan dibagikan kepada masyarakat. Setiap gunungan diisi dengan berbagai hasil bumi seperti beras, sayur, dan buah.
- Pembagian Gunungan, di mana masyarakat rela berdesak-desakan untuk mendapatkan bagian dari gunungan yang dianggap sebagai berkah dalam memperlancar rezeki.
- Walima
Walima dilaksanakan secara turun temurun semenjak berdirinya kerjaaan Islam di Gorontalo. Tradisi ini diawali dengan lantunan dzikir dari seluruh warga di masjid plosok Gorontalo.
Setiap rumah akan membuat berbagai makanan tradisional Gorontalo seperti kolombengi, curuti, wapili, atau pisangi. Setelah itu, makanan disusun pada sebuah kayu berbentuk perahu atau menara dan dibawa menuju masjid.
- Nyiram Gong
Nyiram Gong merupakan tradisi yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Tradisi ini berupa proses pembersihan gamelan sekaten di wilayah Keraton Kanoman.
Pencucian gong akan diiringi oleh lantutan doa dan sholawat dari masyarakat. Air untuk mencuci gong merupakan campuran dari air kembang sumur Langgar Alit, fregmentasi air kelapa hijau, dan batu bata merah yang telah halus.
Bahan-bahan tersebut dipercaya dapat memperlambat munculnya karat pada gamelan sekaten sehingga bunyinya tidak fals.
- Endog-Endogan
Endog-endogan merupakan tradisi perayaan Maulid Nabi yang biasa diselenggarakan di Banyuwangi. Endog yang berarti telur dianggap sebagai simbol kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tradisi ini diawali dengan menghias telur menggunakan bunga kertas, kemudian ditancapkan pada pohon pisang yang telah dihias juga.
Setelah itu, properti hiasan diarak keliling kampung menggunakan becak dan diiringi lantutan syair pujian untuk Nabi Muhammad SAW.
- Baayun Maulid
Baayun Maulid merupakan tradisi mengayun bayi yang berasal dari Banjar, Kalimantan Selatan dalam menyambut Maulid Nabi.
Proses tradisi Baayun Maulid diawali dengan menyiapkan piduduk berupa wadah berisi beras, gula, habang, benang, jarum, uyah, hintalu hayam, dan uang receh.
Setelah itu, setiap bayi diletakkan di ayunan dan para orang tua akan mengayunkan sembari melantunkan syair, cermah, serta doa.
- Buat Ketupat
Tradisi membuat ketupat dari daun kelapa biasa diselengarakan di Sampang, Madura, Jawa Timur.
Proses pembuatan ketupat dilakukan secara gotong royong oleh seluruh warga. Setelah itu, hasil ketupat akan diantarkan ke pondok pesantren terdekat.
Pondok pesantren dianggap sebagai wilayah yang memiliki peran penting dalam Maulid Nabi. Oleh karena itu, ketupat diberikan sebagai simbol selamat dan penghargaan kepada pihak pondok serta para santri di dalamnya.
- Masak Kuah Beulangong
Kuah Beulangong merupakan salah satu kuliner Aceh yang dikenal banyak orang. Makanan ini sering disajikan saat perayaan hari besar umat Islam, salah satunya Maulid Nabi.
Masyarakat Aceh membutuhkan kuali besar untuk memasak Kuah Beulangong agar menghasilkan sekitar 200 porsi. Daging yang digunakan sebagai isi Kuah Beulangong biasanya adalah sapi, kerbau, dan kambing.
Tradisi Aceh tersebut juga melibatkan kaum pria untuk memasaknya sebagai salah satu filosofi dari kuliner ini.