← Beranda
Satgas Garuda Merah Putih II Perpanjang Misi Bantuan Kemanusian di Gaza Sampai 28 Agustus
Syahrul YunizarKamis, 21 Agustus 2025 | 23.21 WIB
Satgas Garuda Merah Putih II mempersiapkan bantuan kemanusiaan yang akan didistribusikan kepada rakyat Palestina di Gaza. (TNI AU)

JawaPos.com - Operasi kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih II di Gaza, Palestina akan berlangsung lebih lama. Semula pemerintah menjadwalkan operasi tersebut selesai pada 24 Agustus mendatang. Kini operasi tersebut resmi diperpanjang sampai 28 Agustus atau ada penambahan waktu pelaksanaan operasi selama 4 hari. 

Komandan Satgas Garuda Merah Putih II Kolonel Pnb Puguh Yulianto menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil demi mengoptimalkan distribusi bantuan kemanusiaan yang dilaksanakan lewat mekanisme airdrop. Dia memastikan bahwa 2 unit pesawat angkut berat TNI AU, C-130J Super Hercules akan menuntaskan tugas tersebut. 

”Kami terus berupaya menuntaskan misi sesuai air tasking order yang mengatur jadwal dan titik airdrop. Semua proses dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran,” kata Kolonel Puguh dalam keterangan resmi pada Kamis (21/8). 

Operasi bantuan kemanusiaan tersebut dimulai oleh satgas tersebut sejak Minggu (17/8), kemudian berlanjut pada Senin (18/8) dan Selasa (19/8). Selama 3 hari tersebut, 2 pesawat TNI AU sudah melakukan 6 sortie penerbangan dengan total bantuan kemanusiaan yang sudah tersalurkan sebanyak 39.370 kilogram atau setara 39,37 ton. 

”Setiap bundel bantuan yang diterjunkan tidak hanya membawa logistik, tetapi juga pesan solidaritas bangsa Indonesia,” tambah Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam keterangan resmi kepada awak media. 

Perwira tinggi bintang satu TNI AU itu menyampaikan bahwa kehadiran Satgas Garuda Merah Putih II di Gaza menunjukkan Indonesia tidak tinggal diam. Justru Indonesia berdiri sejajar bersama komunitas internasional lainnya untuk memastikan nilai kemerdekaan dan kemanusiaan dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia, khususnya rakyat Palestina di Gaza.

 

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan