← Beranda
Profil Stella Christie, Pakar AI yang Ditunjuk Jadi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi di Kabinet Merah Putih
Dimas ChoirulSenin, 21 Oktober 2024 | 20.28 WIB
Wakil Menteri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie. (Dok.Antara).

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Stella Christie sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Stella adalah seorang pakar di bidang ilmu kognitif dan kecerdasan buatan (AI). Dia dikenal karena kontribusinya dalam memahami bagaimana manusia berpikir dan berinteraksi dengan teknologi.

Dilansir dari berbagai sumber, Stella merupakan wanita kelahiran Medan, 11 Januari 1979. Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di SD, SMP, dan SMA Santa Ursula, Jakarta. Selama pendidikannya, ia menerima beberapa beasiswa prestisius, termasuk beasiswa ASEAN dari Pemerintah Singapura dan beasiswa dari United World College untuk melanjutkan pendidikan di Red Cross Nordic United World College, Norwegia.

Pada tahun 1999, ia menerima beasiswa penuh dari Harvard University dan lulus dengan predikat magna cum laude with Highest Honors pada tahun 2004. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S3 di Northwestern University dan meraih gelar Ph.D. di tahun 2010.

Setelah menyelesaikan penelitian postdoktoral di University of British Columbia, Kanada, pada 2012, Stella memulai karier akademiknya sebagai tenure track Assistant Professor di Swarthmore College, Amerika Serikat. Pada tahun 2018, ia diangkat sebagai Tenured Associate Professor. Pada tahun yang sama, dengan tawaran dari berbagai universitas di Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok, ia pindah ke Tsinghua University, di mana pada tahun 2022, ia diangkat sebagai Guru Besar (Full Professor).

Publikasi penelitian Stella telah diterbitkan di Journal of Cognition and Development. Sebagai akademisi di bidang cognitive science, dirinya mempelajari cara berpikir, otak, dan bagaimana pikiran bekerja pada manusia, hewan, dan kecerdasan buatan (AI).

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin