JawaPos.com - Viral di media sosial narasi TNI menantang Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) untuk melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Namun, narasi ini sendiri tidak diunggah oleh akun resmi TNI dari satuan manapun, namun pengunggah membubuhkan foto-foto anggota TNI yang sedang bertugas di dalam hutan.
Narasi ini sendiri muncul usai BEM UI mengunggah konten berisi pelanggaran HAM di Papua yang terus meningkat sampai 2023. Salah satu yang disorot oleh BEM UI, yakni adanya penyiksaan anggota KKB Papua oleh sejumlah anggota TNI.
Dalam narasi ini, pembuat konten menyindir BEM UI adalah pihak yang paling nasionalis. Maka dari itu, mereka ditantang melakukan KKN minimal sekali seumur hidup di wilayah operasi KKB Papua. Jika sanggup, TNI tersebut akan memberikan gaji seumur hidupnya untuk mahasiswa tersebut.
Ketua BEM UI, Verrel Uziel mengaku pihak TNI sudah meminta konten unggahannya diturunkan dari media sosial.
"Dari TNI meminta kontennya ditakedown," kata Verrel saat dikonfirmasi JawaPos.com, Kamis (4/4).
Verrel bahkan mengklaim mengalami intimidasi akibat unggahan itu. Namun, dia tak mengungkap detail identitas yang melakukan intimidasi.
"Ancaman pembunuhan, doxing, dan lain-lain silih berganti dan sangat terkoordinir buzzernya," jelasnya.
Baca Juga: Dibacakan Puisi Karya Wiji Thukul, Ganjar Diminta Anak Muda Jepara Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM
Terpisah, terkait hal ini Kapuspen TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar tidak menjawab secara tegas apakah tantangan kepada pihak BEM UI dilakukan oleh institusi TNI. Namun demikian, dia mengatakan, jika kritikan terhadap BEM UI di media sosial merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin hukum.
"Inilah dunia nitizen era teknologi informasi semua orang berhak berbicara dan berpendapat," katanya kepada JawaPos.com.