JawaPos.com – Prostat merupakan organ yang memiliki fungsi penting dalam sistem reproduksi pria.
Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kesehatan prostat seperti halnya dengan organ tubuh yang lain.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa gangguan atau masalah dapat menyerang prostat kapan saja.
Beberapa masalah yang dapat menyerang prostat, seperti peradangan kelenjar prostat hingga kanker prostat.
Dengan demikian, memperhatikan makanan yang masuk ke tubuh menjadi salah satu cara penting untuk menjaga kesehatan prostat.
Berikut adalah 5 makanan yang dapat melindungi kesehatan prostat mengutip dari Prostate Cancer Foundation (PCF).
1. Sayuran cruciferous
Kelompok sayuran ini mencakup kubis, pakcoy, kangkung, kembang kol, dan kubis brussel. Sayuran cruciferous kaya akan antioksidan, vitamin, mineral, dan fitokimia.
Brokoli sering dipuji sebagai makanan super prostat yang mengandung glukoraphanin, suatu fitomikia yang menurut para ahli dapat diubah menjadi zat yang berpotensi menargetkan dan mencegah pertumbuhan sel kanker.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran cruciferous dapat menurunkan peradangan, yang berhubungan dengan risiko terkena kanker prostat.
2. Buah beri
Stres oksidatif adalah apa yang para ilmuwan sebut sebagai kerusakan tambahan yang menumpuk selama bertahun-tahun dan disebabkan oleh radikal bebas.
Jika tidak terkendali, radikal bebas akan menimbulkan malapetaka pada tubuh dengan mencuri elektron dan menyebabkan kerusakan oksidatif pada sel dan DNA.
DNA yang rusak tidak dapat bereplikasi dengan baik, sehingga berpotensi menyebabkan perubahan kanker pada sel.
Antioksidan membantu menetralisir dan menghilangkan radikal bebas dari tubuh. Buah beri adalah sumber yang bagus, terutama stroberi, blackberry, blueberry, dan raspberry. Buah-buahan tersebut memberikan antioksidan kuat yang dikenal sebagai antosianin.
3. Ikan
Ikan tertentu, terutama ikan air dingin, seperti salmon, sarden, dan trout mengandung ‘lemak baik’ yang tidak memicu peradangan seperti halnya lemak jenuh hewani, misalnya lemak daging sapi.
Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan mulai melihat peradangan di dalam prostat sebagai kondisi berbahaya yang dapat mempermudah berkembangnya kanker.
Sebuah studi yang dipimpin oleh ilmuwan Harvard, Fred Tabung dan Edward Giovannucci, meneliti hubungan antara pola makan dan peradangan, dan menemukan bahwa tuna kalengan, udang, lobster, kerang, dan ikan lainnya lebih bersifat inflamasi daripada ikan ‘berdaging gelap’, seperti salmon atau kakap merah.
Jika tidak menyukai ikan, dapat mencoba protein nabati lainnya. Sebuah studi yang mengamati 4.577 pria dengan kanker prostat lokal selama 24 tahun menemukan bahwa partisipan yang mengganti lemak hewani dengan lemak nabati memiliki risiko kematian akibat kanker yang lebih rendah.
4. Tomat yang dimasak
Tomat adalah salah satu makanan yang sudah lama menjadi perhatian para peneliti kanker prostat. Lycopene adalah antioksidan kuat lainnya dan ditemukan di dinding sel tomat.
Proses memasak melonggarkan ikatan tersebut, sehingga memudahkan tubuh mengakses antioksidan dan mengirimkannya ke prostat.
Ahli epidemiologi di Harvard T.H Chan School of Publich Health, Lorelei Mucci mencatat bahwa ketika seorang pria mengonsumsi makanan tinggi likopen karena alasan tertentu, kadar likopen di prostat meningkat.
Saus, pasta, dan jus tomat dapat membantu tubuh memanfaatkan nutrisi super tersebut sebaik-baiknya. Bahkan lebih baik lagi jika memasak tomat menggunakan minyak zaitun, yang membawa tubuh menyerap likopen.
5. Teh hijau dan kopi
Sebuah penelitian yang ditulis Guo, dkk pada 2017 dan diterbitkan di Medicine (Baltimore) menunjukkan bahwa pria yang minum tujuh cangkir teh hijau per hari akan mengalami penurunan risiko kanker prostat.
Selain itu, ada sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa minum kopi secara teratur, satu hingga dua cangkir kopi sehari, dapat membantu mencegah kanker prostat.
***