← Beranda
Di Luar Nalar! Deretan Pengalaman Kurir Paket Mulai dari Kirim Hewan Buas hingga Kotoran Ayam
Jessica Irawan• Minggu, 10 Desember 2023 | 23.20 WIB
Ilustrasi kurir mengirim paket dalam jumlah banyak/sumber: freepik_studio4rt

JawaPos.com – Menjadi kurir paket atau driver online bukanlah perkara yang mudah.

Pasalnya, tidak sedikit paket yang dikirim berukuran jumbo, berat, hingga barang-barang di luar nalar yang tak pernah terfikirkan sebelumnya.

Sosok kurir paket bernama Farida Nur Aini, mengaku memiliki sederet pengalaman unik selama ia menjadi ojek online.

Ibu 42 tahun ini mengatakan, ia beberapa kali menerima pesanan mengantarkan barang dengan ukuran besar.

Bahkan, ia pernah mengirimkan mesin kompresor, dimana pesanan itu dari berasal marketplace Tokopedia.

Farida awalnya terkejut, karena pada pesanan tidak tertera deskripsi barang sehingga baru diketahui saat di lokasi pengambilan barang.

"Bawanya diikat di belakang, saya duduknya di ujung jog. Kebetulan waktu itu pas hujan deras, tapi tetap dikerjakan karena sudah terlanjur masuk," ujarnya dikutip dari Radar Semarang (Jawa Pos Grup)

Selama di perjalanan, ia harus terus memegangi barang tersebut karena khawatir jatuh. Dari pengantaran barang itu ia mendapatkan tips Rp 10 ribu.

Pengalaman lain, ia pernah menerima orderan tangga lipat BI sampai orderan jemuran aluminium.

"Bawanya di model tali seperti tas jadi agak capek. Pas di jalanan malah hampir lepas, tapi sampai tempatnya aman," terangnya sambil menyebutkan tip yang didapat Rp 20 ribu.

Kemudian, ia juga pernah menerima orderan mengantarkan kucing. Saat itu sempat beberapa kali Ida berhenti, lantaran kucing yang dibawa kepanasan karena tak ditutupi kain pelindung.

"Takut juga sih kalau kenapa-kenapa soalnya kucing mahal. Jadi kucingnya mengeong seperti dehidrasi gitu karena jam 11 siang. Untungnya masih selamat," ucapnya bersyukur.

Ida mengaku, berbagai pesanan ekstrim itu tetap digarap karena dirasa masih bisa dikerjakan. Ia pun juga sering diingatkan teman-teman jika dapat orderan tak lazim, sebaiknya ditinggal saja.

Namun, menurutnya selama masih bisa diangkut ia tetap mengambil orderan tersebut.

Meski begitu, ia pernah membatalkan pesanan karena diminta mengantarkan pintu. Karena kapasitas pintu bukan lagi untuk ojek seperti motor.

Menurutnya, banyak yang customer yang menggunakan jasa ojol dibanding taksi online karena ongkos kirim lebih terjangkau, bahkan bisa terpaut harga tiga kali lipat.

Memiliki pengalaman hampir tujuh tahun, membuat Ida enjoy menjalani profesinya. Meski kerap mendapat pesanan yang aneh-aneh namun tak mematahkan semangatnya dalam mencari nafkah.

Pengalaman unik lainnya juga pernah dialami oleh Andreas (32), ketika menjadi sprinter salah satu perusahaan ekspedisi di Kota Semarang.

Ia mengaku pernah mengirim lemari plastik yang tingginya sekitar 1,5 meter, dengan menggunakan sepeda motor.

"Dulu pernah kirim lemari plastik yang besar, belum lagi harus membawa paket lainnya di samping kanan-kiri motor, biar sekali jalan," katanya.

Bukan hanya lemari plastik, pemuda ini juga pernah mengirimkan 100 buah sarung yang berat dan tingginya bisa dibilang diluar nalar.

Belum lama ini, ada juga customer yang membeli koper di marketplace dengan ukurannya juga sangat besar.

"Seratus sarung itu ditata naik, jadi posisinya tinggi banget. Ada pula koper yang ukurannya manusia bisa masuk tiduran," kenangnya sambil tertawa.

Tak berhenti disitu, Andreas sendiri pernah kaget karena harus mengirimkan hewan buas. 

Misalnya ular sanca dan biawak, untuk mengantarnya ia pun sempat ketar-ketir karena takut digigit jika hewan tersebut lepas.

Namun karena pekerjaan, mau tidak mau walaupun takut ia tetap harus mengantarkan paket yang harus dikirimkan. 

Baca Juga: Asperindo Tanggapi Dugaan Pelanggaran Struktur Modal Asing Perusahaan Kurir Terbesar di Indonesia

 "Memang ada tempatnya, untungnya masih anakan. Tapi sempat ketar-ketir juga," ucapnya.

Pengalaman unik lainnya, juga pernah dirasakan seorang kurir A. Ia mengaku pernah mengirimkan beberapa barang ekstrim.

Mulai dari kotoran ayam yang akan dijadikan pupuk, koper ukuran besar bahkan kloset duduk.

"Kotoran ayam ini baunya minta ampun, katanya sejenis pupuk. Beratnya sekitar lima kilogram," tuturnya sambil tertawa.

Untuk kloset duduk, menurutnya memiliki berat sekitar 40 kilogram. Bahkan untuk mengangkut dan menurunkan barang, ia harus meminta bantuan dari salah satu teman.

"Ada juga ban dan velg mobil, beratnya minta ampun, harus dibantu untuk mengangkutnya," bebernya.

Sebagai seorang kurir yang menggunakan sepeda motor, barang-barang berukuran berat dan besar ini idealnya dikirim kargo yang menggunakan mobil.

"Karena kalau pakai motor rawan rusak, dan kena klaim harusnya masuk ke kargo. Tapi selama ini los, bahkan saya pernah mengirim tangga,"keluhnya.

Saat event tertentu seperti 11.11 ataupun 12.12, menjadi high season ekspedisi. Termasuk pengiriman barang yang diluar nalar tadi.

"Kita utamakan yang kecil, karena kalau yang besar duluan menghabiskan waktu, nanti baru dikirim menyusul atau diselake. Karena insentif yang didapat itu dihitung per item, bukan berat barang," tambahnya diakhir.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti