JawaPos.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) segera mengirim tim kemanusiaan untuk membantu penanganan korban gempa berkekuatan Magnitudo 6,9 di Maroko yang terjadi pada Jumat (8/9) malam waktu setempat.
Selain tim kemanusiaan, Baznas juga akan mengirim sejumlah bantuan berupa keperluan pokok yang sangat dibutuhkan oleh para korban selamat gempa.
"Baznas juga telah melakukan koordinasi dengan Duta Besar RI di Rabat untuk menerjunkan tim kemanusiaan dan bantuan," ujar Ketua Baznas RI, Noor Achmad, Senin (11/9) seperti dikutip dari Antara.
Noor Achmad melanjutkan pihaknya akan berupaya menggalang dana dan menyalurkannya, seperti yang telah dilakukan untuk membantu korban gempa di Turki dan Suriah.
"Di masa-masa sulit ini para korban gempa Maroko tentu membutuhkan banyak dukungan dan bantuan, untuk itu Baznas segera mempersiapkannya baik dari tim pengumpulan maupun tim penyaluran," kata Noor.
Selain itu, untuk meringankan beban korban, Noor mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut membantu menyalurkan sebagian hartanya. Bantuan dapat disalurkan langsung melalui penggalangan dana kemanusiaan Baznas.
Baca Juga: Viral Klaim Beri Donasi Rp 11 juta tapi Diterima Rp 10,5 juta, Ini Klarifikasi Baznas DKI
"Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk turut bersama-sama bergotong-royong membantu saudara kita yang tertimpa musibah di Maroko," imbuhnya.
Sebelumnya gempa bumi mengguncang Maroko pada Jumat pukul 23.11 waktu setempat, atau Sabtu (9/9) pukul 05.11 WIB, pada kedalaman 18,5 km, berdasarkan data dari Survei Geologi AS (US Geological Survey).
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 300.000 orang di Marrakesh dan sekitarnya terdampak oleh bencana tersebut. Sejauh ini dilaporkan lebih dari 2.000 orang tewas akibat bencana tersebut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI juga telah menyediakan nomor kontak darurat yang dapat dihubungi oleh WNI untuk meminta bantuan, yaitu nomor hotline KBRI Rabat di nomor +212 661095995.
Saat ini, sekitar 500 WNI tinggal menetap di Maroko, dan pemerintah akan terus memantau situasi mereka.