Bertepatan dengan semarak kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan ini, Arena Lomba 17-an diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk merayakan HUT RI. ’’Kami mendesain dunia baru virtual untuk mewadahi masyarakat Indonesia merayakan semarak kemerdekaan,’’ kata Putri yang menjabat ketua bidang pengembangan konten RDI dalam jumpa pers pada 2 Agustus lalu.
RDI menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk menyemarakkan kemerdekaan. RDI yang mencantumkan logo Kominfo pada sisi atas lamannya itu bisa diakses secara bebas. Selain Arena Lomba 17-an, ada enam ruang virtual yang lain di sana. Pasar Lokal, Ruang Komunitas, Seni dan Budaya, Petualangan Nusantara dan Wajah Indonesia, Literasi Digital, serta Panggung Nasional.
Meski nuansanya jauh berbeda dengan perayaan 17-an secara langsung, Putri menyebut RDI sebagai sarana partisipatif yang memungkinkan masyarakat tetap merasakan perlombaan di tengah pandemi Covid-19. Menurut dia, masyarakat juga bisa merasakan keseruan berlomba dengan pengunjung lain. ’’Yang seru bukan hanya permainannya, melainkan juga kompetisinya,” ujar staf khusus presiden itu.
Arena Lomba 17-an menghadirkan empat kompetisi khas Agustusan. Lomba makan kerupuk, tarik tambang, panjat pinang, dan balap karung.
Kemarin (14/8) Sakha Addianala menjajal Arena Lomba 17-an tersebut. Mata bocah 7 tahun itu berbinar melihat empat menu kompetisi yang bisa dicoba. Apalagi, petunjuk permainannya cukup sederhana. ’’Wah, ada pialanya,’’ katanya saat melirik ikon pada sisi kanan atas laman tersebut.
Panjat pinang menjadi lomba pertama yang dicobanya. Misi peserta lomba adalah menangkap hadiah yang berjatuhan dari atas. Sebanyak-banyaknya. Sakha senang ketika mendapatkan skor 647. ’’Sekarang ganti tarik tambang,’’ ujarnya. Setelah itu, dia beralih ke makan kerupuk dan balap karung. Bagian yang paling sulit, menurut dia, adalah balap karung.
Setiap pengunjung situs mendapatkan jatah 15 kali main pada masing-masing lomba setiap kali login. Namun, kompetisi virtual memang tidak sama dengan lomba-lomba yang sifatnya langsung. Apalagi, empat jenis lomba itu relatif terlalu mudah diselesaikan. Tidak semenantang permainan lain yang juga bisa diakses lewat gawai.