JawaPos.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menyatakan, banjir yang melanda kawasan DKI Jakarta pada Rabu (1/1) disebabkan oleh tingginya curah hujan. Dia menjelaskan, curah hujan sangat lebat, hingga mencapai lebih dari 300 mm.
"Di daerah Halim curah hujan mencapai rekor tertinggi yaitu mencapai 377 mm. Kemudian di daerah sekitar TMII 350 mm dan di sekitar Jati Asih 270 mm," kata Doni usai meninjau lokasi banjir Jakarta, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1).
"Jadi ini merupakan suatu rekor curah hujan tinggi dalam beberapa jam terakhir," sambungnya.
Doni menyampaikan, merujuk pada data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) permukaan laut melebihi batas ketinggian, hingga 184 cm. Padahal, normalnya hanya 160 cm.
"Sehingga sebagian air yang ada di darat tidak bisa mengalir dengan lancar ke laut," ucap Doni.
Untuk membantu warga terdampak banjir, lanjut Doni, BNPB telah bekerja sama dengan TNI, Polri, Basarnas dan relawan. Hal ini untuk membantu serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat cuaca ekstrem.
"BNPB sudah koordinadi dengan Mabes TNI dan Mabes Polri untuk bekerjasama menggelar seluruh insur yang ada, dibantu dengan Badan SAR Nasional dan juga oleh sejumlah relawan termasuk Palang Merah Indonesia (PMI)," pungkasnya.