JawaPos.com - Anggota Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Istibsjaroh bertemu dengan Presiden Israel Reuven Rivlin. Pertemuan tersebut menjadi polemik karena Indonesia sudah memiliki komitmen membantu kemerdekaan Palestina terhadap jajahan Israel.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid mengatakan, seharusnya Istibsjaroh mengerti sikap tegas pemerintah Indonesia terhadap Israel. Apalagi Indonesia juga sudah menegaskan sikap tidak ingin membuka hubungan diplomatik kepada Israel.
"Pertemuan tokoh MUI dengan Israel semakin terasa menggangu perasaan banga Indonesia dan umat Islam karena kezaliman Israel kepada Palestina," ujar Sodik saat dikonfirmasi, Sabtu (21/1).
Dengan sikap tegas pemerintah dan umat Islam terhadap Israel, seharusnya Istibsjaroh sudah mengerti dan paham akan hal tersebut. Menurut Sodik, walaupun memenuhi undangan tidak ada alasan melakukan Istibsjaroh menolak pertemuan itu. Lantaran pertemuannya bisa menimbulkan polemik.
"Harusnya seorang tokoh mengesampingkan pertimbangan dan alasan lain untuk hadir," katanya.
Sekadar informasi, tujuh delegasi muslim Indonesia termasuk Istibsjaroh menemui Presiden Israel Reuven Rivlin di kediamannya, Beit HaNassi, Talbiyah, Yerusalem. Kedatangan mereka diprakarsai oleh Australia/Israel & Jewish Affairs Council (AIJAC).
Sementara Rivlin, dalam keterangan lewat juru bicara presiden, secara hangat menerima delegasi tersebut. Dia menjelaskan kepada Istibsyaroh bahwa demokrasi di Israel bukan hanya untuk Yahudi, melainkan juga buat semua orang. (cr2/JPG)