← Beranda
Review Shaun the Sheep: The Beast of Mossy Bottom, Horor Kocak di Mossy Bottom 
Leni Setya Wati• Minggu, 20 September 2026 | 04.52 WIB
shaun the sheep (x @discussingfilm)

JawaPos.com – Shaun the Sheep bawa kekacauan khas Mossy Bottom Farm dalam film terbaru Shaun the Sheep: The Beast of Mossy Bottom.

Dalam ulasannya, Variety menggambarkan film ketiga dari waralaba spin-off Aardman ini sebagai petualangan slapstick yang energik, ringan, dan tidak berlarut-larut.

Kali ini, Shaun dan kawan-kawannya terlibat dalam kekacauan bertema Halloween yang mempertemukan komedi keluarga dengan sentuhan film monster klasik.

Cerita bermula ketika Shaun dan kawanan domba menyiapkan pesta Halloween dengan menanam labu secara diam-diam. Namun, rencana tersebut berantakan setelah ladang mereka hancur.

Shaun kemudian mencoba menggunakan eksperimen sains untuk menghasilkan labu baru. Kesalahan tak terduga justru memicu munculnya sosok berbulu misterius yang membuat warga Mossingham percaya bahwa monster sedang berkeliaran.

Daya tarik film ini terletak pada kemampuannya mempertahankan humor visual khas Aardman sambil memasukkan elemen horor ke dalam cerita.

Referensi terhadap film monster klasik dan gaya horor Hammer Horror hadir dalam berbagai adegan, tetapi dikemas secara ringan melalui slapstick sehingga tetap terasa sebagai hiburan keluarga.

Film berdurasi sekitar 80 menit ini disutradarai oleh Steve Cox dan Matthew Walker, dengan skenario dari Mark Burton dan Giles Pilbrow.

Justin Fletcher kembali menjadi pengisi suara Shaun, sementara John Sparkes, Nina Sosanya, Paul Whitehouse, dan sejumlah pemeran lain turut mengisi karakter dalam film. Proses animasinya tetap mempertahankan teknik stop-motion yang menjadi identitas kuat Aardman Animations.

Tidak hanya mengandalkan cerita monster, The Beast of Mossy Bottom juga menyelipkan banyak referensi budaya pop.

ScreenDaily mencatat adanya sentuhan terhadap Frankenstein, Friday the 13th, Psycho, dan Thriller, sementara detail visual serta desain karakter menjadi bagian penting dari pengalaman menonton.

Musik karya Natalie Holt juga memanfaatkan elemen horor seperti suara organ dan gesekan senar untuk menciptakan atmosfer yang sedikit lebih gelap.

Sebagai film ketiga Shaun the Sheep di layar lebar, The Beast of Mossy Bottom membawa formula yang sudah dikenal ke dalam suasana Halloween yang baru.

Film ini dirilis di Inggris dan Amerika Serikat pada 18 September 2026, menawarkan perpaduan stop-motion, humor visual, monster, dan petualangan keluarga yang tetap mempertahankan karakter khas karya Aardman.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho