JawaPos.com - Baru-baru ini Lee Min Ho melakukan wawancara untuk film terbarunya, The Assassin(s) yang akan tayang tahun ini.
The Assassin(s) merupakan film dengan genre thriller politik kriminal Korea Selatan, di mana Lee Min Ho, Yoo Hae Jin dan Park Hae-il menjadi pemeran utama.
Sejak pertama kali membaca naskah film The Assassin(s), Lee Min Ho sudah memiliki gambaran jelas mengenai apa yang harus dihadirkan oleh karakternya, Young-il, dalam film tersebut.
Menurut Lee Min Ho karakter Young-il memiliki pergerakan yang tiada henti, serta ledakan energi untuk mencegah cerita yang berpotensi berat itu menjadi terlalu kelam.
"Saat membaca naskahnya, aku merasa peran Young-il adalah untuk menghidupkan cerita tersebut," ujar Lee Min Ho dalam wawancara baru-baru ini dengan Hankook Ilbo.
"Sutradara juga mengatakan, bahwa ia ingin karakter ini terasa seperti ikan yang hidup."
"Aku bereksperimen dengan berbagai gerakan selama latihan, dan ia menyukainya. Jadi, aku merancang bagaimana Young-il akan bergerak di setiap adegan."
Kalimat mengenai teh ssanghwa (minuman herbal tradisional Korea) juga merupakan gagasan Min Ho, yang mencerminkan selera humor licik karakter tersebut.
Naskah aslinya memuat dialog panjang, di mana ia berusaha mengorek informasi dari karakter lain, namun Min Ho merasa adegan itu berisiko menjadi mudah ditebak.
Gagasan tersebut muncul dari pemahamannya mengenai peran Young-il dalam cerita, serta tekadnya untuk menghindari cara-cara penyampaian yang sudah umum.
Dengan memvariasikan dialog dan gerak-gerik karakter tersebut tanpa mengganggu alur film, Min Ho berhasil menjadikan sosok Young-il sebagai miliknya sendiri.
Bagi Min Ho, lokasi syuting The Assassin(s) menjadi lebih dari sekadar tempat untuk mengambil gambar lalu pergi.
Ia bahkan datang berkunjung pada hari-hari saat ia tidak dijadwalkan bekerja, terutama karena terinspirasi oleh lawan mainnya, Park Hae-il.
"Hae-il datang hampir setiap hari selama syuting, baik saat dia ada adegan maupun tidak," ujar Min Ho.
"Melihat hal itu, bagaimana mungkin aku tidak ikut hadir? Suasana lokasi syuting terasa nyaman, seperti sedang bersama keluarga."
"Pada hari-hari saat aku penasaran dengan jalannya syuting, diriku akan datang dan menikmati suasananya."
Saat mengamati Hae-il dari dekat, Min Ho menemukan sosok aktor yang memadukan wibawa dengan kepolosan.
“Pada diri Hae-il, aku melihat sosok orang dewasa yang sedang bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan sulit serta memikul beban berat, sekaligus sosok anak laki-laki yang masih menyimpan rasa ingin tahu terhadap begitu banyak hal,” ujar Min Ho.
“Sisi ganda itulah yang sangat memikat. Dia adalah aktor yang mampu menuturkan cerita dengan suaranya sendiri, tanpa menambah atau mengurangi apapun dan membuat Anda melihatnya dengan sangat jelas.”
Dikutip dari Korea Times, Min Ho juga cenderung mengikuti rasa ingin tahunya kemanapun hal itu membawanya.
Ketertarikan pada suatu perang tertentu membawanya melampaui konflik itu sendiri untuk menelusuri akar penyebabnya, konteks geografisnya, dan pada akhirnya, perebutan dominasi ekonomi.
Ia meyakini bahwa peristiwa-peristiwa yang tampak tidak saling berkaitan pun pada dasarnya saling terhubung dalam masyarakat.