← Beranda
Yusuf Mahardika dan Wavi Zihan Ungkap Tantangan Terlibat di Film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih
Abdul RahmanJumat, 4 September 2026 | 21.50 WIB
Aktris Wavi Zihan. (Instagram: wavizihan)

 

JawaPos.com - Rambut Sewu: Satu Langkah Getih tidak hanya mengandalkan teror supranatural untuk membangun ketegangan. Film horor ini juga menempatkan perjalanan para karakter sebagai bagian penting dalam mengungkap misteri dan rahasia masa lalu. 

Hal itu dirasakan Yusuf Mahardika dan Wavi Zihan yang mendapat tantangan berbeda saat memerankan Damar dan Wulan-Sundari.

Bagi Yusuf Mahardika, Damar bukan karakter yang sekadar hadir untuk melengkapi cerita. Sosok tersebut justru memiliki peran dalam membantu membuka sejumlah lapisan misteri yang berkaitan dengan perjalanan Wulan ketika rahasia masa lalu secara perlahan terungkap.

Yusuf melihat perjalanan Damar sebagai bagian penting dari konflik dalam film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Karakter tersebut harus berhadapan dengan ketakutan, konflik batin, hingga pilihan-pilihan sulit ketika berada dalam situasi yang terus dibayangi kutukan.

“Perjalanan karakter Damar menjadi bagian penting dalam kisah Rambut Sewu: Satu Langkah Getih karena dia bukan hanya hadir sebagai pelengkap cerita, tetapi menjadi salah satu sosok yang membantu membuka lapisan misteri yang terjadi,” ujar Yusuf Mahardika.

Tantangan berbeda dihadapi Wavi Zihan. Ia harus memainkan dua sisi karakter, yakni Wulan dan Sundari. Peran tersebut menuntut Wavi untuk membangun perbedaan karakter secara meyakinkan, terutama ketika cerita mulai memasuki wilayah mistis dan konflik psikologis.

Wulan digambarkan sebagai sosok yang mampu merasakan kehadiran hal-hal mistis di sekitarnya. Namun, ia tidak dengan mudah menunjukkan rasa takut yang dialaminya. Wulan justru berusaha menyembunyikan ketakutan tersebut demi menjaga perasaan sang ibunda.

“Untuk membangun karakter Wulan, tantangannya adalah bagaimana menggambarkan sosok yang mampu merasakan kehadiran hal-hal mistis, tetapi tetap berusaha menyembunyikan ketakutan tersebut demi menjaga perasaan ibunya,” kata Wavi.

Karakter Wulan yang cenderung memendam perasaan membuat Wavi tidak bisa hanya mengandalkan dialog. Ekspresi wajah, gestur, dan bahasa tubuh menjadi elemen penting untuk memperlihatkan perubahan emosi yang dialami tokohnya.

Tantangan tersebut semakin kompleks ketika Wavi harus membedakan karakter Wulan dengan Sundari. Ia juga dituntut memperlihatkan perubahan ketika Wulan mengalami gangguan supranatural hingga kerasukan sejumlah makhluk, tetapi tetap dengan pendekatan yang tidak berlebihan.

“Selain menghadapi teror dan misteri masa lalunya, tantangan lainnya adalah memerankan dua karakter yang memiliki sisi berbeda, yaitu Wulan dan Sundari. Saya juga harus membangun perbedaan dalam setiap adegan, termasuk ketika Wulan mengalami kerasukan oleh beberapa makhluk dengan perubahan yang tetap terasa meski dilakukan secara halus,” ungkap Wavi.

Untuk mendapatkan karakter Wulan yang lebih kuat, Wavi melakukan proses pendalaman melalui diskusi bersama sutradara dan reading sebelum menjalani proses syuting. Dari proses tersebut, ia menemukan sejumlah detail kecil yang kemudian digunakan sebagai ciri khas Wulan.

Salah satunya adalah gestur tertentu ketika Wulan merasakan sesuatu yang janggal. Ia kerap memegang bagian leher atau menyentuh hidung ketika menangkap perubahan suasana di sekitarnya. Detail sederhana tersebut menjadi cara Wavi menyampaikan kondisi batin karakter tanpa harus selalu menjelaskannya melalui dialog.

Pendekatan terhadap karakter ini menjadi salah satu elemen yang membuat Rambut Sewu: Satu Langkah Getih tidak hanya bertumpu pada adegan teror. Konflik emosional dan misteri masa lalu menjadi bagian yang saling berkaitan dengan pengalaman para tokohnya.

Film ini dibintangi Taskya Namya sebagai Marni, Wavi Zihan sebagai Wulan-Sundari, dan Yusuf Mahardika sebagai Damar. Deretan pemain lainnya turut memperkuat cerita, di antaranya Donny Alamsyah sebagai Suradi, Sadana Agung sebagai Tedjo, Bonar Manalu sebagai Bonar, Yewen sebagai Pieter, Ivonne Dahler sebagai Minarti, serta Ihsan Tarore sebagai Ustaz.

Dengan memadukan horor, misteri, dan drama emosional, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih membawa penonton mengikuti perjalanan karakter yang berhadapan dengan rahasia masa lalu, kutukan, serta teror supranatural yang perlahan menguak sisi lain kehidupan mereka.

Film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. Kehadiran film ini menjadi salah satu tontonan horor Indonesia yang menarik dinantikan, terutama karena cerita tidak hanya menawarkan unsur mistis, tetapi juga menempatkan pendalaman karakter sebagai bagian dari kekuatan narasinya.

EDITOR: Abdul Rahman