JawaPos.com - Alien adalah makhluk yang bukan berasal dari Bumi, dan keberadaan mereka masih menjadi pertanyaan bagi banyak pihak. Ada yang mempercayai bahwa mereka ada, lalu ada pihak yang tidak percaya.
Karena ketidakpastian tersebut, kita juga tidak bisa mengatakan apakah alien adalah kawan atau lawan manusia.
Konsep alien sudah lama menjadi topik pembicaraan bahkan hiburan berbagai saluran televisi dan studio film. Salah satunya adalah Film Ender’s Game (2013) yang merupakan adaptasi dari novel karya Orson Scott Card dari tahun 1985.
Di masa depan nanti manusia berperang dengan sebuah ras alien yang disebut Formic. Invasi mereka berhasil dihentikan oleh seorang prajurit bernama Mazer Rackham (Ben Kingsley), yang juga mengorbankan dirinya dengan menabrakkan pesawatnya ke kapal induk Formic.
Walaupun berhasil dihentikan, para Formic tidak berhenti melakukan penyerangan terhadap Bumi. Sehingga para manusia mulai mempersiapkan diri dengan melatih generasi-generasi baru mereka sedini mungkin.
Kadet Ender Wiggin (Asa Butterfield) adalah seorang bocah yang menarik perhatian Kolonel Hyrum Graff (Harrison Ford) dan Mayor Gwen Anderson (Viola Davis). Tidak hanya karena kemampuan berstrategi perang luar angkasanya, tapi juga sifatnya yang menunjukkan kepemimpinan luar biasa.
Kolonel Graff dan Mayor Anderson segera memerintahkan pemberhentian program kadetnya di sekolah. Namun proses ini awalnya dikira oleh Ender sebagai pemecatannya dari program tersebut.
Hal tersebut membuat mental Ender kalut. Walaupun ia sangat berbakat, ia tidak begitu pintar bersosialisasi. Ia mengalami perundungan dari senior dan teman sekelasnya karena ia terlalu pintar dari mereka, bahkan dari kakak laki-lakinya yang mantan kadet.
Untungnya Kolonel Graff segera menemui Ender dan keluarganya, memberitahu mereka bahwa Ender tidak dikeluarkan dari program kadet tapi dimutasikan ke Sekolah Perang.
Sekolah ini adalah sekolah yang berada di luar angkasa, dimana Ender akan dikumpulkan bersama anak-anak sebayanya dan mempelajari lebih banyak hal mengenai musuh mereka, serta belajar cara mengatur strategi.
Di sekolah tersebut ada sebuah ruangan nol gravitasi bernama Ruang Perang. Ruangan ini digunakan untuk para kadet melaksanakan permainan perang. Permainan ini dilaksanakan dalam tim dan para pemainnya akan dipersenjatai dengan pistol kejut.
Mereka yang tertembak akan mengalami mati rasa selama beberapa menit dan dianggap “mati”. Setiap tembakan yang mengenai lawan akan dihitung satu poin.
Untuk memenangkan permainan, satu tim harus berhasil mengirim setidaknya satu anggotanya memasuki gerbang atau memasuki markas lawan tanpa terkena satupun tembakan.
Ender dengan cepat beradaptasi dan menguasai permainan tersebut. Sampai-sampai Kolonel Graff dengan cepat mengirim Ender ke Pasukan Salamander yang dipimpin oleh Komandan Bonzo (Moises Arias).
Bonzo sejak awal menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Ender karena cemburu ada juniornya yang lebih unggul darinya. Gara-gara itu, Bonzo melarang Ender ikut berpartisipasi dalam latihan perang.
Tidak menyukai keputusan tersebut, Kadet Petra (Hailee Steinfeld), melawan perintah Bonzo dan melatih Ender dalam latihan perang sendiri. Berkat latihan tersebut Ender mengerti dan dapat beradaptasi lebih baik tanpa sepengetahuan Bonzo.
Ender bahkan berhasil membantu Tim Salamander memenangkan pertandingan sengit dengan tim lain. Berkat itu, Ender dengan cepat dipromosikan dan mendapatkan tim sendiri oleh Kolonel Graff.
Film Ender’s Game (2013) adalah film sains fiksi yang dipadukan dengan konsep coming of age namun membawakan pembahasan serius pula.
Walaupun filmnya menceritakan kisah Ender yang panjang, film ini terasa terburu-buru. Sehingga terasa seperti meninggalkan banyak sekali plot dan hal penting dalam cerita aslinya.
Seperti film-film sains fiksi lainnya, film ini sangat bergantung pada CGI dan editan yang sempurna. Namun, para aktor cilik berhasil memainkan peran mereka dengan sangat baik.
Film ini mendapatkan skor 6.6/10 di IMDb dan 65% Popcornmeter di Rotten Tomatoes.