JawaPos.com - Ada beberapa negara dengan sistem atau program yang kita kenal sebagai “wajib militer” (wamil). Terdapat banyak alasan mengapa negara-negara ini melaksanakan program ini.
Salah satu contohnya adalah Korea Selatan melaksanakan program ini sebagai usaha meningkatkan sumber daya manusia apabila terjadi perang kembali dengan Korea Utara.
Di Korea Selatan, para laki-laki wajib melaksanakan program ini selama kira-kira 18-21 bulan. Mereka bisa memilih untuk bergabung dengan angkatan apa dan nantinya ditempatkan dimana.
Setelah itu, para lelaki ini akan hidup bersama selama periode tersebut dan mengambil peran dalam kehidupan sehari-hari mereka. Salah satunya adalah koki di dapur kantin mereka.
Park Seongjae (Park Jihoon) adalah seorang tentara yang baru saja dimutasikan ke Pos Ganglim. Pos paling terpencil yang susah dijangkau oleh orang-orang dan dikelilingi oleh hutan lebat, serta berada di pinggir jurang.
Karena posisinya yang terpencil, tidak banyak tentara bertugas di sana pula. Hanya beberapa petugas penjaga pos dan beberapa tentara dalam periode wamil.
Untuk menuju Ganglim, Seongjae harus dijemput oleh Sersan Satu Park Jaeyoung (Yoon Kyungho) lalu bertemu dengan Letnan Satu Cho Yerin (Han Donghee) dan Kapten Hwang Seokho (Lee Sangyi).
Sebelum memulai hari-harinya di Ganglim, Seongjae perlu melakukan beberapa tes, salah satunya adalah tes kesehatan mental. Melalui tes tersebut, diketahui bahwa Seongjae tidak berada dalam kondisi kesehatan terbaik. Dan ternyata ayahnya baru saja meninggal belum lama ini.
Akibatnya, Seongjae mendapatkan perlakuan dan perhatian khusus dari semua penghuni pos. Setelah mengetahui bahwa Seongjae memiliki pengalaman di dapur bersama ayahnya, Sersan Satu Jaeyoung memutuskan untuk menempatkan Seongjae di dapur bersama Koki Tentara Yoon Donghyun (Lee Hongnae).
Koki Tentara Donghyun menjadi koki untuk menggantikan koki tentara sebelumnya, namun sayangnya ia tidak belajar banyak mengenai cara memasak. Sehingga setiap masakannya tidak pernah enak, dan menurunkan moralitas penghuni Pos Ganglim.
Seongjae menerima tugasnya tanpa protes, walaupun Koki Tentara Donghyun sangat meremehkannya. Terutama karena Koki Tentara Donghyun sebelumnya memiliki banyak asisten koki yang mundur, sehingga ia berpikir bahwa Seongjae juga akan mengundurkan diri.
Namun hal aneh terjadi pada Seongjae. Ia tiba-tiba mendengar suara-suara robotik dan melihat hologram-hologram seperti dalam game yang bertuliskan “Perjalanan Sang Koki”.
Hologram-hologram ini bekerja seperti permainan video. Seperti menunjukkan level Seongjae sebagai koki, keahliannya, menu dan berbagai resep yang bisa ia coba serta kuasai untuk meningkatkan levelnya.
Hologram dan suara ini muncul begitu Seongjae sampai di kantor Sersan Satu Jaeyoung, membuatnya kaget serta sering mengira bahwa ia dipanggil. Setelah menyadari bahwa ia satu-satunya yang bisa melihat dan mendengar suara-suara ini, Seongjae mulai terbiasa dengannya.
Di hari pertamanya sebagai asisten koki, Koki Tentara Donghyun menugaskannya untuk merapiskan gudang persediaan makanan. Seongjae mendapati bahwa sebagian besar persediaan makanan tidak tertata rapi, bahkan masih berada di dalam dus-dusnya.
Hologram tersebut muncul dan menunjukkan bahwa Seongjae mendapatkan misi pertamanya, yaitu merapikan gudang persediaan. Tetapi Seongjae mendapatkan bantuan pula dari hologram-hologram ini, ia bisa tahu rak mana yang paling cocok untuk menyimpan apa.
Setelah itu, perlahan-lahan Seongjae mulai menguasai banyak keahlian seorang koki dan bahkan mengambil alih pekerjaan Koki Tentara Donghyun.
Banyak tentara penghuni Pos Ganglim awalnya tidak yakin dengan masakan Seongjae, terutama setelah mengalami trauma akibat hidangan milik Donghyun, namun mereka dengan cepat terbukti salah.
Masakan Seongjae jauh lebih enak, sehat dan lezat. Bahkan sampai makanan di Pos Ganglim dengan cepat tidak lagi dapat ditemukan, karena seluruh masakan Seongjae pasti habis disantap oleh para penghuni pos.
Sayangnya, karena posisi Pos Ganglim yang sering menjadi tempat buangan, Kapten Seokho berusaha untuk mendapatkan perhatian para atasan dan mendapatkan kenaikan pangkat. Dengan begitu ia bisa meninggalkan Ganglim.
Akibatnya, korupsi, sabotase, pencucian uang dan berbagai aktivitas ilegal lainnya terjadi demi status, kehormatan serta pangkat. Bahkan dengan tega mengorbankan beberapa petugas.
Seri drama “The Legend of Kitchen Soldier” (2026) merupakan adaptasi dari webtoon dengan judul yang sama oleh J Robin dan Lee Jinsu. Setelah mendapatkan perhatian, popularitas dan banyak sekali penggemar, akhirnya ia dilirik oleh industri perfilman.
Seri ini memiliki genre utama komedi, dan membawakan tema kehidupan sehari-hari yang dapat ditemukan di pos-pos jaga terpencil.
Selera komedi dalam seri ini sangat menyegarkan dan dapat dinikmati oleh semua penonton. Selain itu, komedi yang dibawakan dalam seri drama ini berbeda dengan adegan-adegan di webtoon.
Seri drama ini mendapatkan skor 8/10 di IMDb, 8.4/10 di MyDramaList dan 94 di AsianWiki.