← Beranda
Angga Dwimas Sasongko Ungkap Rencana Besar Visinema Setelah Kesuksesan Jumbo
Leni Setya WatiSenin, 27 Juli 2026 | 02.55 WIB
angga dwimas sasongko (x @lifeonefilms)

JawaPos.com – Kesuksesan film animasi Jumbo membuka jalan bagi langkah besar Visinema.

Dikutip dari Variety, Visinema resmi mengembangkan sekuel Jumbo sekaligus memperluas aksi Queen of Malacca sebagai bagian dari strategi membangun film lokal yang mampu bersaing di pasar internasional.

Pendiri Visinema, Angga Dwimas Sasongko, mengungkapkan bahwa Queen of Malacca ditargetkan tayang pada kuartal pertama 2027.

Baca Juga: Hidup Makin Sejahtera, 6 Shio Ini Diprediksi Panen Rezeki dan Kaya di Masa Tua

Film aksi kriminal tersebut diposisikan sebagai salah satu proyek terbesar Visinema, sementara studio juga tengah menyiapkan berbagai pengembangan cerita agar IP tersebut dapat berkembang menjadi sebuah film jangka panjang.

Film Jumbo akan berlanjut setelah mencetak sejarah sebagai salah satu film Indonesia paling sukses.

Visinema melihat antusiasme penonton terhadap kisah Don dan dunia yang dibangun dalam film tersebut sebagai pondasi kuat untuk menghadirkan petualangan baru.

Meski belum mengungkap detail cerita, pihak studio memastikan pengembangan sekuel telah dimulai.

Strategi ini menjadi bagian dari visi Visinema untuk membangun kekayaan intelektual yang berumur panjang, bukan sekadar memproduksi film tunggal.

Menurut Angga, industri perfilman Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan karakter dan cerita yang dapat terus berkembang melalui sekuel, spin-off, hingga berbagai bentuk ekspansi lainnya, sebagaimana dilakukan studio-studio besar di dunia.

Selain memperkuat pasar domestik, Visinema juga semakin agresif menjangkau penonton global.

Keberhasilan Jumbo di berbagai negara dan ketertarikan distributor internasional terhadap Queen of Malacca menjadi bukti bahwa karya Indonesia mulai mendapat tempat di industri perfilman dunia.

Dengan dua proyek ambisius tersebut, Visinema berharap dapat memperluas pengaruh film Indonesia sekaligus menghadirkan lebih banyak IP lokal yang mampu bersaing di kancah internasional.

EDITOR: Hanny Suwindari