JawaPos.com – Film "Ink", semakin mencuri perhatian setelah resmi diakuisisi Netflix untuk hak distribusi di Amerika Serikat dan Amerika Latin.
Dikutip dari Variety, pengumuman ini datang tak lama setelah film tersebut dipilih sebagai pembuka ajang Venice Film Festival ke-83 yang akan digelar pada 2 September mendatang.
Diadaptasi dari drama panggung nominasi Tony karya James Graham, Ink membawa penonton kembali ke tahun 1969, saat Rupert Murdoch mulai membangun pengaruhnya di industri media Inggris.
Cerita berfokus pada kolaborasi Murdoch dengan editor Larry Lamb dalam meluncurkan surat kabar The Sun, yang kemudian berkembang menjadi salah satu tabloid paling berpengaruh di dunia.
Dibintangi Jack O'Connell sebagai Larry Lamb, Guy Pearce sebagai Rupert Murdoch, serta Claire Foy sebagai Jules Davies. Proyek tersebut diproduksi oleh Studiocanal, Media Res, dan House Productions, sekaligus mempertemukan kembali Danny Boyle dengan produser Tessa Ross yang sebelumnya bekerja sama dalam film Slumdog Millionaire.
Danny Boyle menggambarkan Ink sebagai kisah tentang dua sosok yang mengubah wajah industri berita jauh sebelum era media sosial dan platform digital seperti Twitter, Facebook, hingga Google. Menurutnya, lahirnya The Sun menjadi titik awal perubahan besar dalam cara masyarakat mengonsumsi informasi dan hiburan.
Sinopsis resmi menyebut Ink sebagai perjalanan sinematik penuh energi tentang sekelompok visioner dan pemberontak yang menciptakan konsep baru dalam dunia jurnalisme—menyajikan berita yang diinginkan publik sekaligus mengubah lanskap media global untuk generasi berikutnya.
Dengan bergabungnya Netflix sebagai distributor di sejumlah wilayah, Ink kini telah mendapatkan mitra distribusi di seluruh dunia.
Sementara Studiocanal tetap akan merilis film ini secara teatrikal di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Eropa lainnya sebelum akhirnya menjangkau penonton global.