JawaPos.com - Mereka yang mengetahui sejarah politik internasional pasti tidak asing dengan Perang Dingin. Dalam perang ini, tidak ada aksi tembak menembak menggunakan senjata, namun ada persaingan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet dimana mereka memperadukan ideologi mereka, yaitu kapitalisme dan komunisme.
Karena tidak ada konfrontasi terbuka antara kedua belah pihak, mereka sering melakukan spionase, perlombaan senjata dan melakukan perang kecil-kecilan di tempat lain.
Salah satu area pertandingan ini adalah luar angkasa. Uni Soviet dan Amerika Serikat sejak tahun 60-an berlomba-lomba menguasai langit dengan membangun pesawat-pesawat roket luar angkasa.
Amerika Serikat memiliki banyak sekali tokoh berpengaruh dalam sejarah teknik luar angkasanya, namun sebagian besar dari mereka sering kali dilupakan. Atau dengan sengaja tidak mencatat peran mereka.
Baca Juga: Sinopsis Film The Book Thief (2013): Keingintahuan Seorang Anak-Anak pada Masa Perang Dunia Kedua
Katherine Goble Johnson (Taraji P. Henson), seorang ahli matematika, bekerja di NASA bersama kedua teman dekatnya, Mary Jackson (Janelle Monae) dan Dorothy Vaughan (Octavia Spencer).
Mereka bertiga bekerja sebagai asisten "komputer" di area yang tersegregasi. Pada masa itu, masih dipraktekkan pemisahan antara warna kulit, sehingga Katherine, Mary dan Dorothy ditempatkan di area paling jauh karena mereka memiliki kulit gelap.
Suatu hari Katherine dan Mary dipindahkan ke divisi-divisi baru. Katherine dipindahkan ke Space Task Group, dimana ia akan membantu menghitung seluruh perhitungan yang dibutuhkan agar pesawat mereka dapat lepas landas dan mendarat dengan selamat. Sedangkan Mary ditempatkan di divisi yang sangat ia inginkan, yaitu teknisi pesawat roket. Tentunya mereka berdua menjadi perempuan kulit gelap pertama di sana.
Di kedua tempat baru ini, Katherine dan Mary harus menghadapi diskriminasi. Tidak hanya karena mereka berkulit gelap, tapi juga karena mereka perempuan.
Tidak hanya para rekan-rekannya tidak mau berbagi kopi dengan teko yang sama, Katherine harus berlari-lari dari kantor barunya kembali ke gedung lamanya hanya karena tidak ada kamar kecil untuk pegawai kulit berwarna di gedung tersebut.
Mary juga adalah tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Tetapi, ia mendapatkan dukungan dari bos barunya yang adalah orang keturunan Yahudi, sehingga ia dapat berkuliah malam untuk mendapatkan gelar teknik. Namun, pada saat itu, kuliah malam terdekat dari lokasi mereka hanya memiliki murid laki-laki berkulit putih.
Katherine juga telah membuktikan kepada rekan-rekannya bahwa ia adalah ahli matematika yang sangat handal. Tapi, rekan-rekannya tetap tidak mau menghormati Katherine.
Suatu hari, Katherine harus berlari ke gedung lamanya yang berjarak beberapa kilometer demi menggunakan toilet. Namun hari itu hujan, sehingga tentunya dalam perjalanan kembali Katherine akan basah kuyup karena kehujanan.
Bukannya khawatir karena Katherine menggigil karena kedinginan, tapi bosnya marah karena Katherine sering menghilang lama sekali dari meja kerjanya. Perlakuan yang ia dapatkan membuat Katherine muak dan meledak pada saat itu juga. Ia marah-marah kepada pengawasnya, bosnya dan rekan-rekannya dengan suara lantang, dan pada akhirnya Katherine memutuskan untuk kembali ke gedung lamanya.
Dorothy juga tiba-tiba tertarik dengan komputer terbaru, IBM 7090, yang dapat mempermudah pekerjaannya dan rekan-rekannya. Karena keterbatasan akses, ia sendiri harus mencari cara untuk mempelajari komputer tersebut.
Tidak lama setelah itu, pilot dan astronot terbaru mereka telah dipilih. John Glenn (Glen Powell) akan menaiki Friendship 7 yang akan menjadi orang pertama untuk mengelilingi Bumi. Namun, setelah lepas landas, para teknisi di Bumi mendapatkan banyak alarm bahaya mengenai mesinnya.
Film ini berlatar belakang Amerika Serikat pada masa dimana segregasi masih awam dipraktekkan. Sehingga kita dapat melihat sebagian contoh dan belajar dari aksi rasisme yang ada.
Film "Hidden Figures" (2016) ini diadaptasi dari kisah nyata para perempuan kulit gelap di NASA. Tiga diantaranya adalah Katherine Goble Johnson, Mary Jackson, dan Dorothy Vaughan, yang sekarang ketiganya dikenang sebagai tokoh besar dalam sejarah NASA.
Film ini memenangkan Penghargaan Saturn 2017, Penghargaan BET 2017, dan Penghargaan Film Hollywood 2016. Selain itu juga memasuki banyak nominasi.
Film ini mendapatkan skor 7.6/10 di IMDb dan 93% Tomatometer di Rotten Tomatoes.