JawaPos.com - Perang memakan banyak korban, terutama perang yang disebabkan oleh kebencian terhadap suatu kelompok tertentu. Karena kebencian dari satu orang dapat menular ke banyak orang, sehingga banyak orang membenci seseorang tanpa alasan pasti.
Akibatnya, banyak orang kehilangan teman, sahabat, bahkan keluarga mereka, hanya karena mereka memiliki identitas yang sama dengan kelompok ditargetkan.
Mereka yang telah melewati perang akan tahu, mengerti dan mendambakan perdamaian sehingga tidak lagi perlu pertumpahan darah.
Liesel (Sophie Nelisse) adalah salah satu korban Perang Dunia 2 yang memiliki kisah unik pada masa remajanya.
Liesel adalah seorang pecinta buku. Buku pertamanya ia dapatkan dari memungut sebuah buku dekat makam saudara laki-lakinya.
Setelah mengubur putranya, ibu Liesel harus menitipkan Liesel ke pasangan Hans (Geoffrey Rush) dan Rosa (Emily Watson) Hubermann, karena ia adalah seorang komunis. Ideologinya dapat membahayakan Liesel.
Begitu sampai di rumah barunya, ia segera bertemu dengan anak tetangganya, Rudy (Nico Liersch). Mereka segera menjadi teman karena pergi ke sekolah yang sama.
Pada hari pertama di sekolah, guru menyuruh Liesel untuk menuliskan namanya di papan. Tapi ternyata Liesel tidak bisa membaca dan menulis, sehingga ia hanya bisa menulis tiga X besar. Setelah itu, ia sering diledek oleh teman-temannya.
Bahkan salah satu anak laki-laki mengejeknya dan menyuruhnya untuk membaca sebuah buku. Liesel dengan berani melawan bocah itu dengan memukulinya.
Hans, yang menyadari bahwa Liesel tidak bisa membaca, segera mengajari Liesel membaca dengan bantuan buku pertamanya. Sejak saat itu Liesel terobsesi dengan apa pun yang bisa ia baca.
Lalu Perang Dunia II pecah, Liesel dan Rudy menjadi anggota Gerakan Pemuda Hitler. Tentunya tanpa menyadari maksud dari kelompok tersebut.
Suatu hari, para tentara Nazi mengumpulkan buku-buku tentang dan karya orang Yahudi, lalu membakarnya di tengah-tengah kota. Tentunya hal ini membuat Liesel kesal. Setelah api unggun tersebut padam, Liesel diam-diam mengambil satu buku yang selamat. Tapi ternyata dia dilihat oleh Ilsa (Barbara Auer), istri walikota.
Suatu hari, Rosa mendapatkan pekerjaan sebagai binatu rumah walikota, dan menyuruh Liesel mengambil baju-baju kotor di rumah walikota. Menyadari bahwa perempuan yang melihatnya di api unggun adalah istri sang walikota, Liesel menjadi takut. Tapi Ilsa membawanya ke perpustakaan keluarga mereka dan mengatakan bahwa Liesel bisa datang kapan saja untuk membaca.
Sayangnya, mereka berdua ketahuan oleh Walikota, sehingga ia berhenti menggunakan jasa Rosa sebagai binatu. Namun, Liesel masih sering datang ke perpustakaan mereka dengan memanjat jendela perpustakaan, dan "meminjam" buku mereka.
Suatu malam, seorang laki-laki muda bernama Max datang ke rumah Hubermann, ternyata ia adalah seorang Yahudi. Tapi Hans segera menyambut kan menyembunyikannya, karena ayah laki-laki tersebut telah menyelamatkan Hans pada saat Perang Dunia I.
Max dan Liesel segera menjadi dekat karena sama-sama membenci Hitler. Max membenci Hitler karena kekejamannya, dan Liesel menyalahkan Hitler karena telah mengambil ibunya.
Perang semakin mendekat ke kota mereka, dan ruang bawah tanah Hubermann digunakan sebagai tempat perlindungan dari bom. Sehingga Max harus lebih hati-hati bersembunyi ketika para tetangga berkumpul menggunakan ruang bawah tanah mereka.
Film The Book Thief (2013) adalah adaptasi dari novel tahun 2005 dengan judul yang sama oleh Markus Zusak. Film ini menceritakan kisah Liesel yang "meminjam" buku-buku dan menjadikannya alat untuk bertahan hidup.
Melalui kisah-kisah seperti ini, kita dapat melihat bagaimana kekerasan dan kebencian dapat merusak banyak hal. Dan film ini memperlihatkan sudut pandang baru mengenai Perang Dunia II.
Cerita ini memiliki plot yang sederhana, tapi sutradaranya berhasil membuat cerita sederhana ini sangat menarik. Serta para aktor ciliknya juga berhasil memerankan karakter mereka dengan sangat baik.
Film ini memasuki banyak sekali kategori penghargaan, banyak diantaranya Sophie Nelisse memenangkan penghargaan tersebut.
Film ini mendapatkan skor 7.5/10 di IMDb dan 73% Popcornmeter di Rotten Tomatoes.