← Beranda
Sinopsis Seri Drama Teach You a Lesson (2026): Melawan Monster Dengan Monster Demi Kesejahteraan Pendidikan
Alberta Dionny NatanuelSenin, 29 Juni 2026 | 03.24 WIB
Poster Netflix seri drama Teach You a Lesson (2026) / IMDB

JawaPos.com - Semakin berkembang peradaban manusia ini, semakin berubah pula norma dan moral yang diyakininya. Bagaimana kita mengajar dan mendidik anak-anak sekarang akan sangat berbeda dengan dulu. 

Karena itu, para guru di sekolah harus bisa menyesuaikan berbagai model parenting yang berbeda-beda karena pengaruh dunia luar. Sayangnya tidak semua guru dan sekolah dapat menangani anak-anak ini. 

Bahkan banyak anak-anak mulai tidak lagi takut bahkan menghormati para orang dewasa. Karena ini, persepsi akan otoritas dan peraturan diabaikan oleh mereka. Lalu mereka berbuat onar seenaknya. 

Korea Selatan adalah salah satu negara yang mengerti betapa pentingnya pendidikan tepat bagi penerus bangsanya. Karena itu, Menteri Pendidikan Choi Gangseok (Lee Sungmin) mendirikan Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP). 

Biro ini didirikan untuk melindungi keamanan dan kesucian pendidikan, agar para guru serta murid dapat melaksanakan kegiatan sekolah mereka dengan baik dari berbagai ancaman. 

Anggota pertama dan ketua BPHP, Na Hwajin (Kim Mooyul), adalah mantan perwira angkatan khusus. Dimana ia dan timnya harus lebih kuat, gesit, pintar, dan ganas daripada tentara angkatan lain. 

Pada misi pertama BPHP, Hwajin dikirim ke sebuah SMA yang memiliki sejarah menutup-nutupi kematian seorang murid.  

Kim Gyeongmin (Lee Chanyong) harus mengalami perundungan brutal sejak menjadi target baru di kelasnya. 

Awalnya rombongan Ryu Junhyeong (Lee Seunggyu) menargetkan teman sekelas mereka yang lain, Park Daeseok (Jeong Soohyun). Tidak hanya merundungnya di sekolah, bahkan rombongan pembuli itu juga mengganggu bisnis milik ayah Daeseok. 

Suatu pagi, ketika kegiatan sekolah hendak dimulai, Daeseok melompat dari atap sekolah dan tewas ditempat. Pihak sekolah, guru-guru dan kepala sekolah, menutup-nutupi kasus ini karena tidak ingin kehilangan murid. 

Terutama karena Junhyeong adalah anak dari anggota dewan dan calon presiden Ryu Gwangpil (Almarhum Song Youngkyu). Karena latar belakang dan pengaruh ayahnya, tidak ada yang bisa melawan Junhyeong. Teman-temannya, Kim Hakjae (Kang Joon) dan Kim Gwangsu (Kim Dogeon), juga menggunakan Junhyeong untuk keuntungan mereka. 

Bahkan para guru tidak bisa mendidik dan mengajar para murid lainnya karena takut dipecat oleh kepala sekolah yang menggunakan uang “donasi” dari Ryu Gwangpil. 

Hwajin menyaksikan betapa parahnya perundungan yang dilakukan oleh Junhyeong dan kawan-kawannya begitu ia menginjak masuk ke gedung sekolah. 

Untungnya Menteri Choi memperbolehkan segala cara untuk membenarkan seluruh kesalahan dan kegagalan dalam sistem pendidikan. Termasuk mendidik para murid dengan kekerasan. Maka Hwajin tidak segan-segan membalas kelompok perundung ini setara dengan apa yang telah melakukan kepada korban-korbannya. 

Mendengar bagaimana BPHP bekerja, Gwangpil awalnya hendak menggunakan kekuatannya untuk membubarkan dan menghancurkan Hwajin. Tapi ia tidak tahu bahwa Menteri Choi telah dua langkah lebih cepat daripada dia. 

Menteri Choi percaya bahwa untuk menghentikan anak-anak seperti Junhyeong, yang orang tuanya pun juga gagal mendidiknya dengan baik, orang tuanya harus sama-sama ikut jatuh agar anaknya berhenti. 

Seri ini adalah adaptasi dari webcomic dengan judul yang sama karya Chae Yongtaek dan diilustrasikan oleh Han Garam. Sehingga setiap episodenya adalah adaptasi dari tiap bab cerita pada webcomic-nya. 

Bagi mereka yang hendak membaca webcomic-nya setelah menonton, perlu diketahui ada perbedaan jelas antara seri drama dan webcomic.  

Di seri drama BPHP memiliki 4 anggota: Menteri Choi, Hwajin, Im Harim (Jin Kijoo) dan Bong Geundae (Pyo Jihoon). Sedangkan di webcomic, karakter Geundae tidak pernah ada. 

Namun kehadirannya membuat setiap episode seri drama ini terlihat sedikit lebih realistis lagi. Terutama karena ia adalah teknisi yang memegang peran penting dalam seluruh misi. 

Seri drama ini juga adalah sebuah fantasi bagaimana cara menghentikan seluruh perundungan, korupsi, kekerasan, dan kegagalan dalam sistem pendidikan di Korea Selatan. Karena itu pula, semua episodenya diinspirasi oleh banyak kejadian nyata yang sering terjadi pula. Hanya didramatisir sehingga membuat seri ini lebih seru. 

Walaupun terlihat sangat seru karena elemen aksi dan laga, para penontonnya dibuat puas pula karena ada tema “balas dendam”. Karena tema tersembunyi itu, seri ini belum tentu cocok untuk semua penonton, terutama yang secara emosional belum matang atau juga memiliki trauma mirip dengan yang digambarkan. 

Seri ini mendapatkan skor 8.5/10 di IMDb, 94% Popcornmeter di Rotten Tomatoes, 9/10 di MyDramaList, dan 94 di AsianWiki. 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho