JawaPos.com - Lanskap musik Tanah Air terus mengalami transformasi seiring bergesernya selera pendengar, khususnya di kalangan generasi muda. Musik koplo dan Indonesian Bounce Music (IBM), yang sebelumnya kerap dianggap sebagai hiburan pinggiran atau sekadar guilty pleasure, kini semakin diterima luas dan berkembang menjadi bagian dari identitas budaya anak muda Indonesia.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari peran platform digital, tumbuhnya komunitas musik, serta keterkaitan yang semakin erat antara musik dan gaya hidup. Indonesian Bounce Music kini tak hanya hadir dalam daftar putar pribadi, tetapi juga meramaikan berbagai ruang hiburan, mulai dari klub malam hingga festival berskala besar.
“Lebih dari sekadar genre musik, Indonesian Bounce Music kini berkembang menjadi medium ekspresi yang merepresentasikan keberagaman, kebersamaan, dan semangat generasi masa kini. Di tengah berbagai stigma yang pernah melekat pada musik koplo dan turunannya, semakin banyak anak muda yang menjadikan Indonesian Bounce Music sebagai bagian dari identitas budaya yang mereka banggakan,” ungkap Reza Lubis, Festival Director Primaria Fest.
Berangkat dari fenomena tersebut, Primaria Fest hadir sebagai wadah yang memberikan ruang terbuka bagi para penikmat Indonesian Bounce Music untuk mengekspresikan diri tanpa batasan stigma.
Baca Juga: Tarif Potongan GoRide 8 Persen Resmi Berlaku Mulai 1 Juli 2026
Festival ini tidak hanya menawarkan hiburan musik, tetapi juga menghadirkan pengalaman kolektif yang mendorong pengunjung untuk bernyanyi, berjoget, berinteraksi, dan menikmati atmosfer kebersamaan dalam lingkungan yang aman dan positif.
Primaria Fest memandang Indonesian Bounce Music sebagai representasi kreativitas budaya populer Indonesia yang memiliki ciri khas kuat dan kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, festival ini ingin menghadirkan panggung yang lebih besar bagi genre tersebut sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap karya musik lokal serta memperluas pengenalannya ke tingkat internasional.
Memanfaatkan momentum yang tengah berkembang, Primaria Fest 2026 akan digelar di Sukabumi dengan konsep yang berfokus pada penguatan eksistensi Indonesian Bounce Music melalui pengalaman hiburan yang interaktif dan melibatkan audiens secara langsung.
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026 di Stadion Surya Kencana, Sukabumi. Tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, festival ini juga dirancang agar pengunjung dapat terlibat aktif dalam berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman acara.
“Kami ingin menghadirkan format festival yang tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman kolektif yang terasa lebih dekat, personal, dan partisipatif. Kami percaya Indonesian Bounce Music memiliki karakter yang unik dan autentik sebagai bagian dari budaya populer Indonesia yang patut dibanggakan bersama,” imbuh Reza.
Konsep experience-driven menjadi fondasi utama festival ini. Beragam aktivitas yang mendorong keterlibatan penonton akan dihadirkan, mulai dari interaksi langsung antara musisi dan audiens, sesi sing along bersama, hingga berbagai aktivasi yang mempererat hubungan emosional antar-pengunjung.
NDX A.K.A, Whisnu Santika, dan Naykilla Pimpin Deretan Penampil Primaria Fest Sukabumi
Untuk penyelenggaraan di Sukabumi, Primaria Fest menghadirkan sejumlah musisi yang dikenal luas di kalangan penggemar Indonesian Bounce Music. NDX A.K.A, Whisnu Santika, dan Naykilla akan menjadi penampil utama. Selain itu, festival ini juga diramaikan oleh Ari Lesmana, Ade Astrid, Juan Reza, Om Lorensa, serta sejumlah talenta lokal terpilih.
Baca Juga: Eks Ketua KPK Agus Rahardjo Sebut Nepotisme dan Korupsi Telah Menjalar ke Semua Sektor
Susunan penampil tersebut dipersiapkan untuk menghadirkan perpaduan energi dari berbagai elemen musik, mulai dari koplo, bounce music, hingga sentuhan electronic performance yang dekat dengan kultur hiburan generasi saat ini.
“Lewat Primaria Fest, kami ingin mengubah cara menikmati musik. Dari sekadar menyaksikan pertunjukan menjadi pengalaman bersama yang lebih emosional, ekspresif, dan menyenangkan. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang melihat Indonesian Bounce Music sebagai karya budaya yang membanggakan dan memiliki tempat yang sejajar dengan genre musik lainnya, baik di Indonesia maupun di panggung internasional,” pungkas Reza.
Selain suguhan konser musik, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif yang menjadi ciri khas Primaria Fest. Beberapa di antaranya adalah karaoke koplo, sing along massal, dan beragam program yang membuka peluang bagi audiens untuk berinteraksi lebih dekat dengan sesama pengunjung maupun para penampil.
Tiket Primaria Fest Sukabumi 2026 telah tersedia melalui kanal resmi dengan pilihan kategori Gercep (Presale), Warga Rajin (Early Bird), serta Warga dan Sultan (Regular). Informasi terbaru mengenai tiket maupun rangkaian acara dapat diakses melalui akun Instagram @primaria_id.