← Beranda
Sinopsis Film Extreme Job (2019): Mata-Mata Anti Narkoba Jualan Ayam Goreng tapi Malah Laris Manis
Alberta Dionny NatanuelSelasa, 16 Juni 2026 | 20.36 WIB
Dua versi poster film Extreme Job (2019) (IMDb)

JawaPos.com - Mereka yang bekerja di kepolisian atau departemen keamanan pasti tidak asing dengan tugas intelejensi atau mata-mata. Para petugas intelijen ini melakukan aksi spionase mereka demi menemukan fakta, orang, atau beberapa hal sebelum menangkap penjahat. 

Peran mereka sangat penting dalam penciptaan strategi, pemetaan lokasi, pendeteksi, dan identifikasi para aktor kejahatan. 

Untuk mendapatkan satu fakta saja, satu tim mata-mata dapat perlu memata-matai sebuah lokasi dalam waktu yang cukup lama. Agar mereka dapat berbaur dengan lingkungan mereka, para mata-mata ini dapat melakukan pekerjaan baru, seperti membuka toko atau berjualan keliling. 

Namun, apabila para mata-mata yang berjualan makanan malah membuat makanan mereka terlalu enak, yang terjadi adalah mereka lebih sibuk mengurus bisnis barunya daripada melakukan tugas spionasenya. 

Baca Juga: Sinopsis Seri Drama Korea Queen Mantis (2025): Ibu Pembunuh, Anak Polisi, Bisakah Mereka Bekerja Sama untuk Menangkap Seorang Penjahat?

Sama seperti tim anti-narkoba yang dikepalai oleh Detektif Go (Ryu Seungryong), dan empat anak buahnya: Detektif Jang (Lee Hanee), Detektif Ma (Jin Sunkyu), Detektif Youngho (Lee Donghwi) dan Detektif Jaehoon (Gong Myung). 

Tim mereka ini terkenal sebagai salah satu tim terburuk karena mereka selalu gagal menangkap para penjahat. Sekalinya mereka melakukan operasi penangkapan pasti terjadi keributan. 

Akibatnya, atasan mereka selalu membanding-bandingkan mereka dengan tim lain yang dapat menangani kasus mereka dengan lebih rapi. 

Suatu hari mereka berhasil menemukan kantor pengedar narkoba secara tidak sengaja, karena berseberangan dengan restoran ayam goreng langganan mereka. Sayangnya restoran tersebut hendak tutup karena tidak laku. 

Detektif Go langsung berinisiatif untuk membeli tempat tersebut, dengan niat agar dapat mengunjungi kantor tersebut ketika mendapat pesanan antar. Namun, agar bisa mendapat pesanan, mereka harus memiliki produk untuk dijual. 

Kelima detektif ini memutuskan untuk memasak ayam goreng seperti pemilik sebelumnya. Namun, mereka tidak bisa asal-asalan. Produk mereka harus cukup enak agar para pengedar narkoba terus memesan barang jualan mereka. 

Setelah melakukan beberapa uji coba, Detektif Ma berhasil membuat ayam goreng paling enak dari antara kelima anggotanya. Tapi ada kesalahan, ayam gorengnya terlalu enak. 

Restoran mereka jadi laris sekali sampai-sampai tidak ada waktu untuk melakukan pekerjaan mereka yang sebenarnya. Bahkan mereka mendapat pelanggan turis dari luar negeri. 

Sebagai mata-mata, mereka memang sangat payah. Tapi dalam proses penangkapan yang membutuhkan perkelahian, mereka jagoannya. 

Film aksi komedi ini sangat menarik, memiliki cerita yang dapat dimengerti, dan koreografi bela dirinya juga sangat bagus. 

Terutama karena konsep polisi mata-mata berjualan makanan untuk melakukan tugas spionase adalah topik yang relevan bagi warga Indonesia. 

Proses investigasinya tidak berat, sehingga dapat ditonton oleh semua orang. Tapi karena adegan perkelahian yang cukup ekstrem, film ini tidak disarankan untuk penonton di bawah umur. 

Film Extreme Job (2019) memenangkan cukup banyak penghargaan, seperti Audience Award pada Udine Far East Film Festival 2019, Film Bahasa Asing Terbaik di Lost Weekend Award 2021, dan lainnya. 

Film ini mendapatkan skor 7.1/10 di IMDb, 93 di AsianWiki, dan 83% Tomatometer di Rotten Tomatoes. 

Baca Juga: Sinopsis Film Ratatouille (2007): Dengan Bekal Tekad dan Semangat, Semua Orang Bisa Memasak Termasuk Seekor Tikus!

EDITOR: Candra Mega Sari