JawaPos.com - Tidak semua orang bisa mempercayai ini, tapi semua orang bisa memasak. Walaupun dalam tingkat kemahiran tertentu, semua orang dapat menguasai satu jenis masakan.
Memang tidak semua orang memiliki bakat untuk menjadi seorang koki dan kemampuan untuk bekerja di dapur, tapi jangan remehkan siapapun itu. Bahkan seekor tikus pun.
Tikus adalah hewan pengerat yang sering dianggap hama. Mereka sering ditemukan di tempat-tempat kotor dan penuh dengan sampah. Tapi, tikus bernama Remy ini berbeda.
Remy (Patton Oswalt) adalah seekor tikus yang memiliki kepintaran tinggi. Selain ia dapat mengerti manusia dengan baik, ia memiliki indra pengecap dan penciuman yang hebat.
Ia sangat mengidolakan Chef Auguste Gusteau (Brad Garrett), koki termuda di Prancis yang berhasil mendapatkan penilaian bintang lima. Ia juga memiliki restoran terbaik di Paris. Serta penulis buku resep terkenal dengan motto "Semua Bisa Masak!"
Remy sangat berbeda dengan sisa koloninya. Mereka hanya makan sisa-sisa makanan manusia hanya untuk bertahan hidup. Karena itu, mereka tidak peduli dengan apa yang mereka makan.
Suatu hari Remy berhasil mengendus bau racun tikus dari makanan mereka. Aksinya berhasil menyelamatkan seluruh koloni mereka. Sejak saat itu, Remy bertugas untuk mendeteksi bau racun tikus dari makanan mereka.
Remy tidak menyukai kehidupan seekor tikusnya ini. Ia tidak ingin mencuri makanan dari tong sampah, ia ingin pergi ke dapur dan mengambil makanan yang lebih segar.
Koloni mereka tinggal di atap sebuah rumah tua milik seorang nenek tua di pinggiran Paris. Pada malam hari, Remy sering diam-diam memasuki rumah dan membaca buku resep Chef Gusteau.
Suatu malam, seperti biasa Remy turun ke ruangan untuk membaca buku resep. Si nenek tertidur di depan televisi yang masih menyala. Di televisi ditayangkan bahwa Chef Gusteau menerima penilaian buruk dari seorang kritikus makanan ternama, Anton Ego.
Akibatnya, restorannya kehilangan salah satu bintang. Tidak lama kemudian, sang koki ditemukan meninggal. Tanpa sang koki kepala, restoran kehilangan cita rasanya dan kehilangan satu lagi bintang.
Remy yang kaget karena berita itu tidak sengaja membangunkan si nenek. Nenek segera bangun dan mengambil senapan angin, hendak membunuh Remy. Tapi semua tembakan meleset, malah membuat rumahnya yang tua makin rapuh.
Akibat tembakan-tembakan yang mengenai rumahnya, atap rumahnya jatuh menunjukkan koloni tikus besar. Para tikus segera mengevakuasi diri ke kali.
Ketika para tikus berlarian, Remy memutuskan untuk kembali dan mengambil buku resepnya. Akibatnya ia terpisah dari koloninya, dan terdampar di kali Paris.
Remy yang menjelajah Paris segera menemukan restoran milik Chef Gusteau. Dari jauh, ia dapat melihat kehidupan dapur yang sangat sibuk. Hingga Linguini (Lou Romano), petugas sampah yang baru saja bekerja menumpahkan sup di pot besar, dan berusaha untuk membenarkan sup tersebut.
Yang terjadi malah Linguini merusak sup hingga membuat rasa sup sangat tidak enak. Remy yang hanya mencium bau sup saja hampir muntah. Diam-diam Remy memperbaiki sup dipojokan dapur, hingga ia ditemukan oleh Linguini.
Sup itu secara tidak sengaja disajikan ke seorang pelanggan, dan ia sangat menyukainya. Bahkan memanggil koki kepala untuk memuji sup tersebut.
Para koki mengira bahwa Linguini adalah orang yang memasak sup, dan koki kepala menaikkan pangkatnya sebagai asisten koki.
Remy yang tertangkap oleh Linguini segera membangun hubungan kerja sama untuk saling membantu. Remy membantu Linguini memasak, dan Linguini akan memberikan tempat tinggal serta melindungi Remy.
Film kartun ini menunjukkan bahwa semua orang dapat menjadi apapun selama mereka memiliki semangat dan tekad. Bahkan seekor tikus yang tidak disukai oleh semua orang pun dapat menjadi lebih dari seekor tikus biasa.
Film animasi ini sangat terkenal dan memiliki jalan cerita yang bagus. Film ini juga terkenal sebagai film bertema "restoran" terbaik.
Film Ratatouille memenangkan Piala Oscar dalam Kategori Film Animasi Terbaik 2008, dan di berbagai penghargaan lain. Film ini mendapatkan skor 8.1/10 di IMDb dan 96% Tomatometer di Rotten Tomatoes.
Baca Juga: Sinopsis Film The Substitute (1996): Kita Tidak Akan Pernah Tahu Siapa Sebenarnya Guru-Guru Kita