JawaPos.com - Dunia gastronomi atau ilmu tentang makanan dan minuman semakin lama semakin meluas. Bahkan berkat globalisasi, orang-orang dari berbagai belahan dunia dapat berbagi ilmu dan resep.
Dari sana, banyak orang bisa mencoba berbagai makanan dan minuman dengan rasa serta metode yang berbeda. Kemudian orang-orang dapat menemukan spesialisasi mereka terhadap makanan tertentu.
Karena itu, banyak koki yang memiliki latar belakang tertentu dapat menguasai masakan dari negara dan budaya lain. Selain itu, banyak ahli juga menciptakan peralatan untuk mempermudah proses memasak.
Tapi, tidak akan ada yang pernah menyangka bahwa tokoh-tokoh besar dalam penemuan alat-alat ini ternyata berasal dari masa depan.
Baca Juga: Sinopsis Film The Substitute (1996): Kita Tidak Akan Pernah Tahu Siapa Sebenarnya Guru-Guru Kita
Yeon Jiyoung (Lim Yoona) adalah seorang chef spesialis masakan Perancis yang sangat ceria dan penuh semangat. Berkat tekadnya yang kuat, ia berhasil memenangkan salah satu kompetisi masakan Perancis terbesar.
Ia selalu membawa buku resep keluarganya yang sudah sangat tua. Ia mewarisi buku itu dari ayahnya yang juga sama-sama menyukai makanan. Kini, ia memiliki peran untuk melindungi buku resep tersebut.
Namun, tiba-tiba sesuatu yang sangat aneh terjadi kepadanya. Ia terlempar ke masa lalu jauh dari masa asalnya, yaitu pada era Kerajaan Joseon (1392-1897).
Tidak hanya itu, ia terlempar pada masa kepemimpinan Raja Yiheon (Lee Chaemin) (1619-1659) yang terkenal kejam dan seorang tirani. Walaupun begitu, ia memiliki selera makan yang sangat baik.
Jiyoung tidak langsung sampai ke kerajaan, namun ia bekerja di dapur seorang bangsawan lokal. Pada hari itu, kebetulan Raja Yiheon berada disana dan menginap.
Melihat bahan makanan dan metode memasak para koki dapur membuat Jiyoung kesal dan marah. Ia berpikir cara-cara itu akan merusak kualitas bahan-bahan makanan yang ada. Tapi ia berada di masa lalu yang tidak memiliki peralatan modern.
Sayangnya, ia kehilangan buku resep keluarganya saat ia terlempar ke masa lalu. Untungnya Jiyoung telah membaca, memahami hingga menghafalkan isi dari buku resep tersebut.
Di dalam buku itu, dijelaskan berbagai cara memasak yang biasanya membutuhkan peralatan modern tapi dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan masak seadanya.
Salah satunya adalah metode sous vide. Teknik memasak ala Perancis ini menggunakan kantong kedap udara berisikan bahan makanan yang kemudian dimasak perlahan di dalam air dengan suhu stabil.
Pada era modern, sudah diciptakan alat untuk membantu para koki bahkan orang di rumah untuk melakukan teknik ini. Tapi di masa lalu, hal ini membutuhkan lebih banyak usaha.
Jiyoung ingat bagaimana di buku resep itu menjelaskan sebuah teknik serupa dengan sous vide tapi menggunakan kuali.
Ia meminta bantuan dari rekan kerjanya, Seo Gilgeum (Yoon Seoa) untuk menggantungkan daging sapi kualitas tinggi yang disimpan oleh tuan rumah ke penutup kuali. Lalu memasukan daging ke kuali berisi air panas tanpa menyentuh dasar kuali.
Proses memasak ini membutuhkan waktu yang lama, akan tetapi Raja Yiheon tahu dan mengerti betapa sulitnya proses produksi makanan yang enak. Dan usaha Jiyoung membuahkan hasil yang sangat baik.
Raja Yiheon sangat menyukai masakannya hingga membawa Jiyoung ke kerajaan. Jiyoung menerima tawaran itu asal ia dapat membawa Gilgeum bersamanya.
Sesampainya mereka di kerajaan, Jiyoung juga mendapatkan perhatian dari para koki kerajaan, ibu suri, para mentri, dan para selir.
Akibatnya kepopuleran Jiyoung, ia tidak disukai oleh salah satu selir Yiheon. Bahkan beberapa kali ia mencoba untuk mengusir hingga membunuh Jiyoung, karena ia merasa tersaingi.
Seri drama Korea Selatan 'Bon Appetit, Your Majesty' mendapatkan perhatian dan penggemar yang sangat banyak. Tidak hanya karena ceritanya yang menarik, tapi juga bagaimana plot-plotnya dibawakan dengan menarik.
Para editor seri ini berhasil membuat setiap episode menarik di mata dan membuat para penontonnya tertawa terbahak-bahak.
Selain itu, para penonton juga dapat mempelajari berbagai cara masak modern yang disederhanakan, dan mempelajari sejarah Korea Selatan pula.
Seri ini hanya memiliki 12 episode sehingga cukup singkat. Seri ini juga mendapatkan skor 8/10 di IMDb, 95% Popcornmeter di Rotten Tomatoes, 8.4 di MyDramaList, dan 93 di AsianWiki.
Baca Juga: Sinopsis Film Mercy (2026): 90 Menit untuk Membuktikan bahwa Kita Tidak Bersalah di Hadapan Hakim AI