← Beranda
Sinopsis Film Mercy (2026): 90 Menit untuk Membuktikan bahwa Kita Tidak Bersalah di Hadapan Hakim AI
Alberta Dionny NatanuelRabu, 3 Juni 2026 | 12.00 WIB
Poster film Mercy (2026) (IMDb)

JawaPos.com - Artificial intelligence atau AI adalah sebuah program dengan kepintaran tinggi bagai manusia. Sederhananya ini adalah robot dengan kemampuan seperti manusia super pintar. 

Mereka diciptakan untuk membantu manusia bekerja dan belajar lebih mudah dengan berbagai cara. 

Kita dapat menggunakannya untuk melakukan penelitian yang lebih cepat dan ringkas. Kita juga bisa memerintahkannya melakukan banyak pekerjaan yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk diselesaikan. 

Salah satu pekerjaan manusia yang biasa membutuhkan waktu sangat lama, bahkan berhari-hari, minggu, hingga tahun adalah persidangan. 

Baca Juga: Sinopsis Seri My Dress-Up Darling (2018-2025): Belajar Cosplay dari Nonton Anime tentang Cowok yang Pintar Jahit

Di masa depan, sebuah persidangan di Kota Los Angeles, Amerika Serikat, memutuskan untuk menggunakan hakim AI guna mempersingkat persidangan sebagai respon akan meningkatnya jumlah kriminalitas. 

Persidangan ini hanya dilakukan untuk mereka yang telah melakukan kejahatan tingkat berat, seperti pembunuhan. Dan yang biasanya akan mendapatkan hukuman kapital, seperti hukuman mati. 

Hakim AI akan memberikan terdakwa waktu selama 90 menit untuk membuktikan bahwa mereka tidak bersalah. Apabila gagal, mereka akan langsung dieksekusi dengan sengatan listrik. 

Salah satu pendukung program ini adalah Detektif Chris Raven (Chris Pratt), yang bekerja di Departemen Polisi Los Angeles. Tapi, kali ini ia yang terikat di kursi terdakwa di depan Hakim Maddox (Rebecca Ferguson), hakim AI Mercy, atas tuduhan pembunuhan istrinya sendiri, Nicole (Annabelle Wallis). 

Seluruh petunjuk dan bukti yang ada menyatakan bahwa Chris adalah pembunuhnya. Darah Nicole ditemukan di pakaian Chris dan kamera pintu depan merekam keberadaan Chris tidak lama sebelum Nicole terbunuh. 

Dengan bantuan Maddox, Chris mempelajari banyak hal tentang istrinya sendiri, termasuk perselingkuhan istrinya dengan laki-laki lain. Namun, melalui laki-laki tersebut, mereka tidak mendapatkan banyak bukti yang mendukung ketidakbersalahan Chris. 

Maddox menemukan bahwa salah satu rekan kerja Nicole memiliki permasalahan keuangan, dan bahwa ada cukup banyak bahan kimia yang hilang dari tempat kerja mereka. Nicole bekerja di sebuah bisnis logistik. 

Chris kemudian berasumsi bahwa rekan tersebutlah pembunuh Nicole, untuk menyembunyikan rahasia tersebut. 

Rekan tersebut sempat terekam sedang berdiskusi tentang hilangnya bahan kimia tersebut dengan Rob Nelson (Chris Sullivan), salah satu teman dekat  Chris dan Nicole. Serta ia adalah sponsor, atau pendukung, Chris untuk berhenti minum alkohol. 

Chris juga meminta Maddox menunjukkan rekaman-rekaman kamera di sekitar rumah mereka beberapa hari sebelumnya, karena mereka sempat menggelar pesta barbekyu di sana. 

Lalu ia mencocokkan rekaman tersebut dengan postingan di akun media sosial putrinya. Ia menemukan fakta bahwa ada seseorang dari pesta tersebut yang tidak pulang dan bersembunyi di ruang bawah tanah mereka. 

Chris meminta Maddox untuk menunjukkan rekaman dari kamera tetangga-tetangga pula, dan terlihatlah sang pelaku sebenarnya. 

Selama persidangan ini berlangsung, Chris hanya sendirian berhadapan dengan robot yang dapat menentukkan hidup dan matinya. 

AI tidak memiliki emosi, tapi mereka masih dapat berlogika sesuai dengan program mereka. Dari situ, Maddox pun perlahan-lahan merasakan emosi yang seharusnya tidak ia rasakan.

Film 'Mercy' yang bergaya fiksi sains ini menunjukkan sisi baik dan buruk dari penggunaan AI secara berlebihan. Dan menunjukkan bahwa tidak semua hal sebaiknya menggunakan robot sebagai pemecah masalah. 

Beberapa review mengatakan bahwa ide cerita ini sangat menarik, namun eksekusi film ini tidak memuaskan. Karena banyaknya editing untuk mengangkat mendukung tema fiksi sains, film ini terasa lebih seru untuk ditonton dengan format 3D. 

Banyak penonton juga mengharapkan aksi yang seru, namun aksi yang ditunjukkan cukup minimal dan terasa seperti menonton menggunakan gawai. 

Film ini mendapatkan skor 6.2/10 di IMDb dan 82% Popcornmeter di Rotten Tomatoes. 

Baca Juga: Sinopsis Film Glass (2019): Penutup Seri Unbreakable yang Menunjukkan Tidak Semua Pemenangnya Baik

EDITOR: Candra Mega Sari