← Beranda
Sinopsis Acara Televisi Battle of Fates (2026): Siapa Dukun Paling Hebat di Seantero Korea Selatan?
Alberta Dionny NatanuelSabtu, 23 Mei 2026 | 22.23 WIB
Poster acara televisi survival Battle of Fates (2026) (IMDb)

JawaPos.com - Hampir pada setiap budaya memiliki kepercayaan atau agama asli mereka masing-masing, dari situ pasti ada orang-orang terpilih untuk memimpin atau menjadi penuntun umat dalam agamanya. 

Dalam budaya Korea, sebelum seseorang menjadi dukun atau ahli spiritual, mereka akan mengalami panggilan dan mereka tidak bisa menolak panggilan ini. 

Dalam kepercayaan mereka, orang-orang yang menolak panggilan ini akan mengalami hal-hal buruk sebelum benar-benar menerima peran mereka dalam dunia spiritual. 

Karena itu, beberapa ahli spiritual malah memutuskan untuk mengisolasikan diri mereka dari masyarakat umum dan bahkan keluarga mereka. Dengan intensi untuk melindungi orang-orang tersayang mereka. 

Baca Juga: Sinopsis Seri Drama Phantom Lawyer (2026): Dukun Bisa Jadi Pengacara Hebat karena Mendapatkan Lebih Banyak Saksi

Tapi sebuah program televisi asal Korea Selatan mengangkat topik dunia supernatural khas budaya mereka dalam bentuk kompetisi survival. 

Battle of Fates (2026) mengumpulkan 49 ahli supernatural terbaik dari Korea Selatan dimana mereka akan berlomba demi menemukan yang terbaik dari antara mereka. 

Para ahli supernatural ini terdiri dari para dukun tradisional, pembaca tarot, pembaca saju, pembaca wajah, pembaca garis tangan, hingga pembaca garis kaki. Mereka adalah beberapa ahli terbaik dari yang terbaik. 

Para peserta ini juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda, dari usia paling muda yaitu 18 tahun, hingga tertua kira-kira 60 tahunan. 

Kompetisi ini memiliki 4 juri utama, yaitu Jun Hyunmoo, Park Narae, Shin Dong dan Kang Jiyoung. Keempatnya memiliki latar belakang yang beragam dan Kang Jiyoung sejak awal menyatakan bahwa ia adalah seorang skeptis. 

Sedangkan tiga juri sisanya memiliki pengalaman dan sedikit percaya dengan para ahli supernatural. 

Dari para peserta ini ada yang sudah mendalami bakatnya ini sejak muda, ada pula yang baru menapakkan kakinya ke dalam dunia ini beberapa tahun saja. Bahkan ada sosok-sosok dari dunia hiburan yang terjun ke dunia spiritual karena terpanggil. 

Pada tahap penyaringan awal, seluruh peserta akan mendapatkan beberapa tugas. Dari menebak masa depan foto kanak-kanak, identitas dari garis tangan atau kaki seseorang, hingga penyebab kematian dari foto dan tanggal lahir. Dari 49 peserta awal, hanya 20 saja yang dapat lolos ke babak selanjutnya. 

Di babak selanjutnya, para peserta akan melanggar salah satu tabu terbesar dalam dunia spiritual tradisional Korea, yaitu meramal sesama dukun. 

Para peserta diperbolehkan untuk memilih lawan mereka dan membaca nasib mereka. Beberapa peserta mendapatkan keuntungan karena lebih memiliki pengalaman atau lebih menguasai pembacaan seperti ini. 

Pada babak kedua ini, kita dapat melihat kisah hidup beberapa peserta yang sangat menarik. Seperti bagaimana para dukun harus segera menjawab panggilan mereka menjadi dukun, kisah dari keluarga mereka, hingga kekhawatiran yang akhirnya terjawab. 

Di episode ini, kita sebagai penonton orang awam dapat melihat bahwa ketika seseorang terpanggil untuk menjadi dukun, mereka tidak boleh menolak panggilan tersebut. Pada beberapa kasus, orang-orang ini dapat mengalami musibah besar hingga mereka akhirnya menjawab panggilan mereka. 

Musibah ini dapat merupakan kecelakaan kecil, hingga kecelakaan yang merenggut nyawa individu tersebut atau orang-orang di sekitar mereka. 

Dari sana para juri akan memilih sepuluh orang yang lolos dan dua orang yang diselamatkan. Karena pada babak selanjutnya para peserta harus membentuk tim berisikan tiga orang. 

Tim-tim ini berisikan kolaborasi dari tiga peserta dengan bakat yang berbeda-beda. Dan mereka akan diberi tugas seperti pada babak pertama. Hanya dua tim saja yang lolos. 

Di babak keempat, para peserta akan diadukan antara satu sama lain lagi untuk membacakan tiga klien. Lalu klien dan para juri tersebut akan memilih siapa yang lolos ke tahap selanjutnya. 

Dari situ, hanya ada tiga peserta yang tersisa. Mereka akan dipertemukan dengan klien-klien mereka masing-masing untuk melakukan pembacaan dan ritual besar apabila diperlukan. 

Pada seleksi akhir ini, selain keempat juri, produser mengundang banyak orang awam yang juga ikut menjadi juri dengan menonton proses ramalan dan ritual tersebut. Peserta dengan suara terbanyak akan memenangkan kompetisi tersebut dan dikenal sebagai ahli spiritual terbaik se-Korea Selatan. 

Seri ini mendapatkan skor 7.6/10 di IMDb dan 8.2 di MyDramaList. Kebanyakan review menjelaskan keunikan dan keindahan dunia spiritual Korea Selatan. Namun ada pula yang merasa bahwa program ini terasa terencana oleh produser dan sutradara. 

Baca Juga: Sinopsis dan Review Film Mortal Kombat (2021): Melihat Sejarah Awal Pertandingan Penuh Fatalitas dari Game Klasik

EDITOR: Candra Mega Sari