← Beranda
Sinopsis Dead Poet Society (1989): Mengetahui Arti Dari Kehidupan Melalui Puisi dan Masa Muda
Alberta Dionny NatanuelSabtu, 2 Mei 2026 | 01.11 WIB
Poster film Dead Poets Society (1989) (https://www.rottentomatoes.com/m/dead_poets_society) 

JawaPos.com - Generasi lama memiliki banyak sekali pendapat mengenai bagaimana mereka dibesarkan. Ada yang merasa bahwa pengawasan ketat adalah hal yang penting bagi anak-anak, lalu ada yang merasa bahwa anak-anak membutuhkan kebebasan untuk menjadi kreatif. Karena itu, ada banyak sekali gaya parenting, atau mengasuh anak. 

Mereka yang tahu betapa kerasnya dunia orang dewasa mungkin akan merasa bahwa anak-anak harus siap dari kecil. Sehingga mereka menjadi orang tua yang sangat ketat, protektif dan posesif. 

Anak-anak dari orang tua macam ini biasanya memiliki kelebihan di bidang akademis atau bidang lain yang mempengaruhi masa depannya. Namun, secara emosional anak tersebut belum tentu terbentuk. 

Lalu ada orang tua yang berkebalikan, dimana mereka mementingkan kondisi emosional dan mental anak mereka. Orang tua macam ini lebih mementingkan kebahagiaan dan kepuasan anak mereka. 

Anak-anak dari orang tua model ini dapat mengenali emosi mereka lebih baik, sehingga mereka dapat memilah apa yang baik dan buruk dengan benar. Namun, mereka akan kebingungan dalam mengetahui prospek terbaik mereka, karena kebebasan yang didapatkan sejak muda. 

Sekolah adalah tempat terbaik untuk anak-anak mengembangkan kepintaran akademis, emosional dan sosial mereka. Tapi ada pula sekolah yang hanya mementingkan satu hal daripada lainnya. 

Sebuah sekolah putra berasrama di New England memiliki banyak siswa dari berbagai latar belakang. Namun, salah satu yang paling umum adalah anak-anak dengan orang tua ketat dan sangat disiplin.

Todd (Ethan Hawke) adalah salah satu murid baru di sekolah tersebut, ia berbagi kamar dengan Neil (Robert Sean Leonard) yang juga memiliki orang tua mirip dengan Todd.

Tidak hanya itu, keduanya memiliki kakak laki-laki alumni sekolah yang sama, serta telah sukses dengan karir bagus. Kakak Todd adalah seorang pengacara, kakak Neil adalah seorang dokter. 

Sekolah putra ini memiliki reputasi yang sangat baik, dimana mereka selalu berhasil meluluskan murid mereka ke universitas terbaik pilihan orang tua. 

Guru-guru disana juga sama ketat dan disiplinnya. Kecuali Guru Bahasa Inggris baru mereka Mr. Keating (Robin Williams) yang sangat terbuka dan unik. Beliau dulunya juga adalah murid dari sekolah tersebut, sehingga beliau mengetahui hampir semua latar belakang murid-muridnya. 

Salah satu hal pertama yang Mr. Keating ajarkan kepada murid-muridnya adalah bahwa mereka adalah individu yang kuat, istilah “carpe diem” (raih kesempatan), dan menyuruh mereka untuk memanggilkan “Oh Captain, my Captain”.

Mr. Keating juga menyuruh mereka untuk menyobek bab pertama buku mereka, yang bertopik cara untuk menilai sebuah puisi. Beliau berpendapat bahwa puisi adalah suatu kebebasan untuk berekspresi dan tidak dapat diukur. 

Suatu hari, Neil menemukan buku kenang-kenangan tahunan dengan Mr. Keating didalamnya, serta mencatat bahwa beliau adalah anggota “Dead Poets Society”. Sebuah kegiatan akhir sekolah.

Mr. Keating menjelaskan bahwa DPS adalah sebuah perkumpulan rahasia untuk membahas arti dari kehidupan. Untuk menjadi anggota komunitas tersebut, mereka harus berkumpul di gua dekat danau tidak jauh dari gedung sekolah, lalu membacakan sebuah puisi. Tertarik dengan hal tersebut, Neil, Todd dan beberapa teman lainnya mengadakan pertemuan DPS kembali. 

Cara mengajar aneh Mr. Keating beberapa kali ditentang oleh guru-guru lainnya. Salah satu guru bahwa mengatakan bahwa beliau mengambil resiko yang sangat besar untuk membuat murid-muridnya berpikir seperti seniman. 

Neil yang sangat bersemangat, mencoba untuk “meraih harinya” dengan beraudisi untuk sebuah peran dalam drama teater sekolahnya. Dan tidak lama kemudian, ia mendapatkan kabar bahwa ia lolos audisi dan mendapatkan peran tersebut. Sekarang ia membutuhkan surat ijin dari kepala sekolah dengan tanda tangan orang tuanya. 

Tentunya hal tersebut akan mustahil didapatkan oleh Neil, maka ia berbohong dan tetap memainkan perannya di drama tersebut. Namun, setelah orang tuanya mengetahui hal ini, Neil harus mencari cara untuk bertahan atau melawan orang tuanya. 

Film ini adalah salah mahakarya yang harus ditonton oleh semua orang dewasa. Karena melalui Neil dan Todd, mereka mungkin dapat menyadari hal-hal yang sering kali terlewati karena terlalu fokus untuk tumbuh dewasa. 

Film ini memiliki ending yang mengiris hati, namun bisa dibilang realistis. Karena adegan penutup ini, film ini tidak cocok untuk penonton di bawah umur walaupun mendapatkan nilai sensor Semua Umur. Selain itu, topik yang dibawakan juga bisa terlalu berat untuk mereka. 

Film ini mendapatkan skor 8.1/10 di IMDb dan 85% Tomatometer di Rotten Tomatoes. Tidak hanya itu, penulis filmnya, Tom Schulman, memenangkan Oscar 1990 dari film ini. 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho