← Beranda
Jun Ji Hyun Hadapi Boikot Besar di Tiongkok Usai Adegan Kontroversial di Drama Baru 'Tempest'
Alyssa NaziraSenin, 22 September 2025 | 13.55 WIB
Jun Ji Hyun hadapi boikot besar di Tiongkok setelah adegan kontroversial di drama

JawaPos.com - Nama besar aktris Korea Selatan Jun Ji Hyun tengah menjadi sorotan publik, khususnya di Tiongkok, setelah drama terbarunya, Tempest, menuai kontroversi. 

Popularitas yang sudah ia bangun selama lebih dari satu dekade kini terguncang karena tuduhan adanya konten yang dianggap menyinggung Tiongkok dalam drama tersebut.

Melansir laman Koreaboo, Jun Ji Hyun diketahui menghadapi gelombang kritik pedas dari netizen Tiongkok. 

Banyak dari mereka melancarkan seruan boikot massal, bahkan menuntut agar sang aktris dilarang muncul dalam acara maupun siaran di negara itu. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghadapi Orang Manipulatif di Tempat Kerja? 7 Strategi Efektif agar Tidak Terjebak Permainannya

Isu ini tak hanya berimbas pada citra Jun Ji Hyun sebagai aktris, tetapi juga menyeret nama besar brand mewah internasional yang menggandengnya sebagai duta, seperti La Mer, Louis Vuitton, dan Piaget.

Tak sedikit warganet yang menekan perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera memutus kerja sama dengan sang bintang. 

Bahkan, beberapa brand dilaporkan menerima banjir telepon dan keluhan dari konsumen Tiongkok yang mengancam akan memboikot produk mereka jika tetap menggunakan Jun Ji Hyun sebagai wajah promosi.

Pemicunya berasal dari sejumlah adegan dalam drama Tempest. Salah satu yang paling memicu kemarahan adalah ketika karakter yang diperankan Jun Ji Hyun melontarkan dialog, “Mengapa Tiongkok menyukai perang?”.

Baca Juga: Kenapa Lapar Bisa Bikin Mood Berantakan? Penjelasan Psikologi, Sains, dan Cara Mengatasi Hangry Agar Tetap Tenang

Selain itu, penggambaran kota Dalian sebagai kawasan kumuh juga dianggap menyesatkan, mengingat kenyataannya Dalian merupakan kota pesisir modern dan berkembang. 

Adegan tersebut diketahui direkam di Hong Kong, tetapi tetap menimbulkan kesan buruk bagi penonton Tiongkok.

Kontroversi semakin memanas setelah muncul kritik lain, seperti penggunaan bahasa Mandarin oleh karakter-karakter antagonis hingga kesalahan Jun Ji Hyun saat membaca salah satu puisi klasik karya penyair legendaris Li Bai. 

Bagi publik Tiongkok, hal-hal tersebut dianggap sebagai bentuk pelecehan budaya dan sejarah yang tak bisa ditoleransi.

Dampaknya pun mulai terlihat nyata. Piaget dilaporkan sudah menarik iklan yang menampilkan Jun Ji Hyun dari sejumlah platform belanja daring di Tiongkok. 

Sementara itu, unggahan Louis Vuitton di Weibo yang menampilkan aktris tersebut dibanjiri komentar negatif dan kritik pedas. 

Meski begitu, papan reklame luar ruang dengan wajah Jun Ji Hyun masih terpampang di berbagai kota besar, termasuk Beijing, Shanghai, Hangzhou, hingga Nanjing.

Meski sebagian netizen mencoba membela Jun Ji Hyun dengan alasan ia hanya mengikuti naskah, banyak pula yang menilai sebaliknya. 

Menurut mereka, sebagai salah satu aktris papan atas Korea dengan pengaruh besar, Jun seharusnya mampu bersuara untuk mencegah terjadinya kesalahan representasi yang menyinggung Tiongkok.

Padahal, sejak drama My Love from the Star meledak pada tahun 2013, Jun Ji Hyun dikenal sebagai salah satu aktris Korea paling dicintai di Tiongkok. 

Kehadirannya kembali ke layar kaca lewat Tempest semula disambut antusias, dan tiga episode awal mencatat rating tinggi. 

Namun, kontroversi yang muncul belakangan membuat drama tersebut kehilangan momentum. Penurunan rating sejak episode keempat dan kelima mencerminkan betapa besar pengaruh boikot ini terhadap karier internasional Jun Ji Hyun.

Kini, masa depan drama Tempest dan hubungan Jun Ji Hyun dengan pasar Tiongkok berada di titik kritis. 

Popularitas yang ia bangun selama bertahun-tahun terancam runtuh hanya karena kontroversi yang tak kunjung reda.

EDITOR: Hanny Suwindari