JawaPos.com - Kontroversi antara Min Hee Jin dan HYBE kembali memanas setelah mantan CEO ADOR tersebut secara langsung menuding HYBE mendorong girl group ILLIT untuk mengalahkan pencapaian NewJeans.
Melansir laman Allkpop, tuduhan tersebut disampaikan Min Hee Jin dalam sidang terakhir kasus hukumnya melawan HYBE terkait transaksi saham put option yang digelar pada 11 September di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Divisi Perdata 31, dengan Hakim Ketua Nam In Soo memimpin jalannya persidangan.
Dalam pernyataannya di ruang sidang, Min Hee Jin menyebutkan bahwa peningkatan penjualan album ILLIT bukanlah hal yang alami, melainkan bentuk dorongan dari HYBE untuk memastikan mereka bisa memecahkan rekor yang sebelumnya telah ditorehkan oleh NewJeans.
Baca Juga: HYBE Resmi Luncurkan S1ENTO Records, Label Baru untuk Perluas Ekspansi ke Industri Musik Latin
Ia mengatakan, “ILLIT meningkatkan penjualannya untuk memecahkan rekor NewJeans.”
Komentar itu dilontarkan setelah ia mendengar kesaksian dari Kepala Hukum HYBE, Jung Jin Soo.
Merasa kesaksiannya penuh kebohongan, Min Hee Jin menegaskan kehadirannya di persidangan sangat penting agar fakta tidak dimanipulasi.
“Alasan saya datang hari ini adalah untuk berbicara secara adil. Namun, saya mendengar terlalu banyak kebohongan sehingga saya merasa akan jadi masalah besar jika saya tidak hadir,” ujarnya.
Baca Juga: HYBE x Geffen Records Ungkap Kontestan Proyek Global Girl Group Baru Lewat Program ‘The Final Piece’
Lebih lanjut, Min Hee Jin juga menuding HYBE melakukan sumpah palsu. Ia menekankan bahwa klaim HYBE mengenai upaya penyelesaian masalah tidak benar adanya, sebab perusahaan tidak pernah mencabut klausul non-kompetisi yang membatasi ruang geraknya.
Ia kembali mengulangi tuduhannya bahwa ILLIT memang digunakan sebagai “senjata” untuk menyaingi NewJeans.
Dalam penjelasannya, Min Hee Jin menyebut praktik “pushing” album menjadi kunci dari permasalahan ini.
“Jika Anda mendorong bahkan satu album saja, itu tetap disebut pushing. Album dikirimkan ke distributor untuk mengamankan penjualan minggu pertama. Jika ada kekhawatiran tim lain tidak bisa memecahkan rekor, maka dilakukan pembelian massal, dan itulah pushing,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa lonjakan tiba-tiba penjualan ILLIT di hari terakhir minggu pertama menjadi tanda mencurigakan, seolah diarahkan untuk menyalip rekor yang dicapai NewJeans.
Selain pernyataannya di pengadilan, publik juga masih menyoroti pesan KakaoTalk yang sebelumnya terungkap.
Dalam pesan-pesan tersebut, Min Hee Jin terlihat membahas strategi media dan negosiasi melawan HYBE.
Pada 4 Februari 2024, ia menulis, “Pada akhirnya, kita harus menggunakan media. Saat kita melawan HYBE, kita perlu siap dengan cara menembus.”
Lalu pada 15 Maret, ia menyinggung soal nilai NewJeans, “Apakah Anda akan memberi NewJeans 800 miliar KRW (sekitar Rp 9,4 triliun)? Jika ada bahan negosiasi yang kuat, itu mungkin. Namun, syarat-syarat aneh ini hanyalah trik absurd.”
Kemudian pada 20 April, Min kembali menekankan strategi media, “Serangan media terhadap HYBE harus dipublikasikan dalam skala besar. Jika dilakukan, HYBE akan kacau, tak mampu mengendalikan narasi.”
Rangkaian tuduhan, pernyataan di pengadilan, dan bocoran pesan pribadi tersebut kini memperbesar kontroversi yang sudah berlangsung berbulan-bulan.
Publik pun terus menyoroti konflik internal antara HYBE, ADOR, serta persaingan ketat antara ILLIT dan NewJeans yang kian sarat isu manipulasi dan sabotase.