JawaPos.com – Film Avatar: Fire and Ash yang digarap James Cameron menghadirkan ancaman baru bagi keluarga Sully.
Kehadiran para villain lama dan pendatang baru memperkuat konflik yang melibatkan RDA, klan Ash People, serta individu yang menyimpan dendam pribadi.
Trailer terbaru menegaskan bahwa peperangan di udara, darat, dan laut akan menjadi klimaks dari kisah epik ini.
Berikut adalah 5 tokoh antagonis yang menonjol dalam film ketiga waralaba Avatar, seperti dilansir dari laman Screen Rant pada Senin (8/9).
Baca Juga: Sinopsis Film The Curious Case of Benjamin Button: Langkah Mundur Menuju Makna
- Varang dari Ash People
Varang, pemimpin Ash People yang diperankan Oona Chaplin, menjadi wajah baru antagonis dalam Fire and Ash. Karakter ini membawa konflik internal di antara kaum Na’vi dengan sikapnya yang dianggap berkhianat pada sesama spesies.
Kehadiran Varang menandai tantangan baru karena tidak hanya RDA yang menjadi musuh keluarga Sully. Sosoknya diisyaratkan akan memicu perpecahan besar yang menambah ketegangan dalam alur cerita.
Baca Juga: Sinopsis Film Rain Man: Kisah Road Trip yang Mengubah Arti Keluarga dan Empati
- Kembalinya Miles Quaritch
Quaritch, yang diperankan Stephen Lang, sekali lagi hadir sebagai sosok antagonis utama. Meski gagal mengalahkan Jake Sully pada film sebelumnya, ia kembali dengan tekad yang semakin kuat.
Quaritch tidak hanya membawa ancaman fisik, tetapi juga strategi militer yang lebih terorganisasi. Hal ini menjadikannya tetap sebagai lawan terkuat keluarga Sully dalam peperangan mendatang.
- Mick Scoresby Sang Pemburu Laut
Mick Scoresby, yang kehilangan lengannya akibat Payakan, kini kembali dengan lengan prostetik berteknologi tinggi. Berbeda dari sebelumnya, ia tidak lagi termotivasi oleh keuntungan, melainkan oleh dendam pribadi.
Fokus balas dendamnya tertuju pada Payakan, yang kini menjadi sekutu keluarga Sully. Kehadirannya menambah dimensi konflik laut yang lebih intens di Pandora.
- RDA yang Kian Agresif
Resource Development Administration (RDA) tetap menjadi kekuatan kolonial utama yang mengancam Pandora. Setelah kegagalan di film kedua, mereka hadir kembali dengan armada baru, termasuk Kapal Pabrik raksasa.
RDA tidak hanya menargetkan sumber daya alam, tetapi juga memanfaatkan konflik internal Na’vi. Kehadiran mereka memperkuat bahwa perang di Pandora bukan hanya antarpribadi, tetapi juga antarperadaban.
- Konflik Payakan dan Potensi Manipulasi
Meskipun Payakan bukan villain, keberadaannya berpotensi dimanipulasi oleh musuh, terutama oleh Scoresby. Dendam pribadi Scoresby terhadap Payakan bisa menyeret Jake, Neytiri, dan Lo’ak dalam bahaya lebih besar.
Situasi ini menjadikan Payakan pusat konflik yang akan menentukan arah pertarungan. Pertarungan laut antara Scoresby dan Payakan diperkirakan menjadi salah satu adegan paling tragis.