← Beranda
Sinopsis Film Nobody (2021): Dia Bukan Siapa-Siapa, Hanya Seorang Ayah, Pekerja Kantoran, dan Pembunuh Bayaran
Alberta Dionny NatanuelRabu, 27 Agustus 2025 | 07.42 WIB
Poster film Nobody (2021)

JawaPos.com - Tidak semua orang dapat benar-benar lepas dari kebiasaan lama mereka, terutama apabila kebiasaan itu adalah sesuatu yang membuat mereka senang, atau itu adalah jati diri mereka. 

Seseorang dengan sebuah rutinitas yang sudah dilakukan sejak lama tidak akan dengan mudah beradaptasi ke rutinitas baru. 

Mereka bisa menyesuaikan diri, namun tentunya membutuhkan waktu dan proses adaptasi personal mereka sendiri. 

Sama seperti Tuan Hutch Mansell (Bob Odenkirk) di film Nobody (2021). Setiap pagi ia bangun pagi untuk berlari pagi, berolahraga, memasak sarapan, lalu bersiap pergi kerja di pabrik sebagai auditor. 

Hutch hanya seorang ayah dengan dua anak, dan istri yang bisa dibilang lebih sukses daripada dia. Anak sulungnya sudah lama tidak menghormati Hutch sejak ia beranjak remaja. Namun, bagi anak bungsunya Hutch masih seorang ayah. 

Pada awal film, kita dapat melihat bagaimana Hutch mulai merasa suntuk dengan rutinitasnya. Serta ia juga mulai bosan dan kesal dengan sikap keluarganya yang tidak lagi menghormatinya. 

Hingga suatu malam, dua perampok berhasil membobol masuk rumah mereka. Kedua perampok ketakutan dan kebingungan karena mereka tidak pernah melakukan perampokan sebelumnya. 

Hutch menyadari bahwa kedua perampok masih sangat amatir, ia bahkan merasa kasihan dan tidak dapat melawan mereka. 

Namun, ia tidak dapat menjelaskannya kepada polisi, karena pengetahuannya itu bukanlah sesuatu yang orang biasa ketahui. Karena ia pensiunan pembunuh bayaran pemerintahan dengan kode nama "Nobody" (bukan siapa-siapa).

Hutch mengetahui bahwa para perampok tidak dapat benar-benar melawan atau melukai keluarganya, karena senjata yang mereka bawa kosong, tidak terisi peluru. Mereka juga sangat terburu-buru dan berantakan. 

Keesokannya, anak bungsunya menyadari bahwa gelang berbandul kucingnya menghilang, ia curiga para perampok dengan asal mengambil barang-barang dirumahnya. 

Ingin menjadi pahlawan bagi anak bungsunya, Hutch mulai melacak para perampok. Pertama-tama, dengan bantuan tato di pergelangan tangan salah satu perampok. 

Hutch dengan cepat menemukan mereka, namun para perampok tidak memiliki gelang milik anaknya. Ia pun pulang dengan kecewa. 

Pada perjalanan pulangnya dengan bus malam, bus yang dinaiki Hutch diganggu oleh sekelompok preman mabuk. Para preman mulai mengganggu seorang perempuan muda di bus, dan Hutch mulai mencoba membela perempuan itu. 

Tentunya para preman tidak akan mundur dengan mudah. Sehingga Hutch harus melawan mereka dengan tenang, namun sangat brutal. 

Akan tetapi, Hutch tidak tahu bahwa pemimpin preman-preman itu adalah adik dari pemimpin mafia Rusia yang juga penjaga keuangan, serta bendahara utama, mafia-mafia Rusia lainnya. 

Urusan Hutch menjadi sangat panjang karena ia melukai seseorang yang penting bagi kepala mafia. Apalagi kelompok mafia yang tidak ragu-ragu ikut melibatkan keluarga Hutch ke dalam pergumulan tersebut. 

Dalam film ini kita dapat melihat bagaimana seorang mantan pembunuh bayaran kembali ke kebiasaan dan kehidupan lamanya, setelah belasan tahun terlepas darinya. 

Film ini memenangkan Theatrical Film Award pada Penghargaan BMI Film, TV & Visual Media Award 2021. Juga memenangkan Film Aksi Terbaik pada Las Vegas Film Critics Society Award 2021. 

Film ini juga mendapatkan sekuel, atau film lanjutannya, yang dirilis 15 Agustus 2025. Film kedua ini disutradarai oleh Tim Tjahjanto. 

Namun, karena adegan-adegan sadis yang muncul, film ini mendapatkan rating R sehingga penonton di bawah umur tidak disarankan untuk menontonnya. 

EDITOR: Candra Mega Sari