← Beranda
Sinopsis 12 Suicidal Children: Melihat Kisah di Balik Mengapa Anak-Anak dan Remaja Ingin Mengakhiri Hidup Mereka
Alberta Dionny Natanuel• Rabu, 30 April 2025 | 02.31 WIB
Sampul jilid pertama manga 12 Suicidal Teens dan poster film adaptasi live action (Dok. MyAnimeList.net dan Asianwiki.com)

JawaPos.com - Ketika seseorang yang masih muda meninggal, orang-orang di sekitar mereka akan sangat terpengaruh atas kematian mereka. Terutama kematian yang tidak terperkirakan, seperti bunuh diri. 

Dilansir dari Hopkins Medicine, masa remaja adalah masa yang penuh tekanan terhadap anak-anak. Mereka mengalami perubahan besar pada tubuh, pikiran, dan perasaan mereka. Karena itu mereka cenderung tidak dapat berpikir secara jernih. 

Sehingga perubahan yang normal terjadi pada siapa pun dapat mengguncang hidup mereka. Contohnya, pindah rumah ke kota lain, perubahan pada pertemanan, perundungan, masalah di sekolah, dan lainnya.

Beberapa hal ini terjadi pada 12 remaja yang berkumpul di bangunan bekas rumah sakit. Karena itu mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka bersama-sama. 

12 Suicidal Children atau 12-nin no Shinitai Kodomotachi ditulis oleh Tow Ubukata dan dipublikasi sebagai novel pada tahun 2016. 

Lalu pada tahun 2017, dengan bantuan Takatoshi Kumakura, dirilis kembali sebagai manga dengan jumlah 3 volume. Jilid ketiga dirilis pada tahun 2018. 

Dalam kisah ini kita akan bertemu 12 remaja yang ingin mengakhiri hidup mereka karena berbagai alasan. 

Ketika kedua belas anak ini datang, mereka akan mendapatkan nomor mereka sesuai dengan urutannya. 

Dari yang pertama hingga yang terakhir, ada Satoshi, Kenichi, Mitsue, Ryoko, Shinjiro, Meiko, Anri, Takahiro, Nobuo, Seigo, Mai dan Yuki. 

Namun, ada orang ketiga belas. Dia seharusnya tidak ada disini, akan tetapi ia berbaring di ranjang yang seharusnya untuk orang pertama, yaitu Satoshi. 

Karena orang ketiga belas ini sudah terbaring di ranjang, dua belas orang lainnya mengira ia telah meninggal. 

Akan tetapi, tidak mungkin ia meninggal karena bunuh diri. Karena pertemuan ini seharusnya merupakan pertemuan rahasia yang hanya diketahui oleh dua belas remaja tersebut saja. 

Pertemuan ini dirancang oleh Satoshi, dimana ia mengumpulkan anak-anak seumuran dia yang juga ingin mengakhiri hidup mereka namun tidak tahu bagaimana melalui formulir online. 

Satoshi telah menyaring semua orang yang mengisi formulir tersebut, lalu ia memilih 11 dari antaranya. Lalu, siapa orang ketiga belas ini. 

Sebelum dua belas anak ini merencanakan usaha bunuh diri, hati mereka tergerakkan untuk mencari siapa orang ketiga belas ini. Dan siapa pembunuhnya. 

Dalam usaha investigasi itu, kita akan melihat latar belakang dua belas anak ini dan mengapa mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka. 

Novel dan seri manga ini mendapatkan film adaptasi live action pada tahun 2019 yang diproduksi oleh Warner Bros Japan, serta mendapatkan skor 5.8/10 di IMDb. 

EDITOR: Candra Mega Sari