JawaPos.com – Saltburn adalah film komedi hitam yang disutradarai oleh Emerald Fennell, yang juga merupakan penulis dan sutradara film Promising Young Woman (2020) yang memenangkan Oscar.
Film ini dibintangi oleh Barry Keoghan, Jacob Elordi, Rosamund Pike, Richard E Grant, dan Carey Mulligan.
Saltburn menitikberatkan ceritanya pada kehidupan Oliver, seorang mahasiswa Oxford yang tiba-tiba terlibat dalam kehidupan mewah dan misterius keluarga Felix, teman sekelasnya yang kaya raya.
Saltburn telah rilis di platform streaming Amazon Prime Video pada November 2023, dan sejak itu menjadi film yang paling banyak ditonton dan dibicarakan.
Berkat arahan Fennel dan akting memukau jajaran pemain Saltburn, film ini memiliki banyak adegan yang mengejutkan, lucu, dan menggelikan, yang membuat penonton terpukau dan penasaran.
Banyak momen dan adegan dari film Saltburn yang viral di media sosial, seperti TikTok, Spotify, dan Letterboxd.
Bahkan, Lagu Murder on the Dancefloor milik Sophie Ellis-Bextor yang menjadi latar salah satu adegan dalam film ini, kembali masuk ke tangga lagu dan banyak dibicarakan oleh publik.
Namun, melansir dari The Guardian, Selasa (16/1), film ini tidak sepenuhnya mendapat sambutan yang hangat dari para kritikus, terutama di Inggris.
Film ini mendapat ulasan yang bervariasi, ada yang memuji keberanian dan kecerdasan film ini, ada juga yang mengkritik film ini sebagai film yang berlebihan dan tidak konsisten.
Untuk tanggapan-tanggapan tersebut, film Saltburn bahkan disebut sebagai film yang paling memecah belah pendapat di tahun 2023 berkat penceritaan yang kontroversial dan memancing respons masyarakat.
Selain itu, film ini juga belum menunjukkan prestasi yang mengesankan di ajang penghargaan. Film ini hanya mendapat dua nominasi di Golden Globe, dan tidak mendapat nominasi sama sekali di Screen Actors Guild.
Namun, film Saltburn masih diharapkan untuk bisa mendapat nominasi di Oscar, BAFTA, dan penghargaan lainnya.
Film ini diadaptasi dari novel karya Patricia Highsmith, The Talented Mr. Ripley, yang juga pernah diadaptasi menjadi film pada tahun 1999 dengan bintang Matt Damon, Jude Law, dan Gwyneth Paltrow.
Namun, film Saltburn memberikan sentuhan modern dan satir terhadap cerita klasik tersebut, dengan mengubah latar belakang, karakter, dan alur cerita.
Film ini juga mengeksplorasi tema-tema seperti kelas sosial, identitas, hasrat, dan obsesi, dengan cara yang provokatif dan humoris.
Bagaimana film ini bisa mencapai kesuksesan yang luar biasa dan banyak dibicarakan publik? Apakah karena strategi pemasaran yang cerdas, banyaknya momen yang menarik perhatian, atau karena bakat pembuatan film yang luar biasa?
Yang jelas, tidak ada yang bisa mengabaikan fakta bahwa hampir dua bulan setelah dirilis, Saltburn telah menjadi film yang wajib ditonton saat ini.
Film ini menjadi film nomor satu di Prime Video sejak kemunculannya selama berbulan-bulan lalu, lagu Murder on the Dancefloor kembali masuk ke tangga lagu, dan respons netizen di media sosial TikTok tampaknya menjadi gila karena salah satu adegan di film Saltburn.
Tidak seperti film blockbuster yang mengandalkan efek dan bintang-bintang yang sudah populer, film seperti ini mengharapkan ulasan yang positif, dan berambisi untuk bersaing di ajang penghargaan yang prestisius.
Namun, kenyataannya, ulasan yang diterima film ini sangat beragam, terutama di Inggris: Peter Bradshaw dari Guardian menyebutnya, “Layak ditonton tetapi kadang-kadang terlalu berlebihan dan melampaui batas.”
Baca Juga: Oppenheimer, Film Biopik Karya Christopher Nolan yang Bawa Pulang 8 Piala Critics Choice Awards
Sementara Robbie Collin dari Daily Telegraph memuji film Saltburn, “Film ini memiliki keberanian dan kegilaan yang luar biasa dan seakan-akan membungkam semua batasan-batasan di kepala manusia.”
Apapun responnya, sebagai penikmat film kita berhak memuji atau mengkritik film sesuai dengan pandangan dan pengalaman yang kita miliki.
Yang terpenting adalah tetap sampaikan kritik dengan cara yang baik agar tidak menimbulkan perpecahan.
***