← Beranda
Sering Dikonsumsi Pagi Hari, 5 Makanan Ini Ternyata Perlu Dibatasi saat Sarapan
Rabbany Wanadriani• Minggu, 25 Oktober 2026 | 05.13 WIB
ilustrasi orang yang sarapan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang penting untuk membantu tubuh memperoleh energi setelah beristirahat sepanjang malam. Pilihan menu yang tepat juga dapat mendukung konsentrasi dan membantu seseorang menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Sayangnya, tidak semua makanan yang biasa disantap pada pagi hari memiliki kandungan gizi yang seimbang. Beberapa menu mengandung gula tambahan atau natrium dalam jumlah tinggi, sedangkan makanan lainnya memiliki kandungan serat yang relatif rendah.

Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terlalu sering, pilihan makanan tersebut dapat memengaruhi keseimbangan pola makan serta kondisi kesehatan dalam jangka panjang.

Karena itu, penting untuk memperhatikan kandungan nutrisi dalam menu sarapan. Bukan berarti semua makanan tertentu harus dihindari sepenuhnya, tetapi Anda perlu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan masing-masing.

Dilansir dari English Jagran, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya diperhatikan saat menyusun menu sarapan.

1. Buah Citrus

Buah citrus, seperti jeruk, lemon, dan jeruk bali, dikenal kaya akan vitamin C serta berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Meski demikian, buah-buahan yang memiliki tingkat keasaman tinggi dapat memicu rasa tidak nyaman pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki masalah asam lambung atau refluks.

Mengonsumsinya ketika perut kosong bukan berarti selalu berbahaya. Namun, bagi orang yang sensitif terhadap makanan asam, kebiasaan tersebut bisa menimbulkan sensasi perih atau mulas.

Sebagai alternatif, Anda dapat menikmati buah citrus setelah mengonsumsi makanan lain atau memilih buah yang lebih sesuai dengan kondisi pencernaan.

Yang terpenting, jangan sampai kekhawatiran terhadap waktu konsumsi membuat Anda menghindari buah secara keseluruhan, sebab buah tetap menjadi bagian penting dari pola makan bergizi seimbang.

2. Roti Tawar Putih

Roti tawar putih sering menjadi pilihan sarapan karena praktis, mudah ditemukan, dan dapat dipadukan dengan berbagai bahan makanan.

Namun, roti yang dibuat dari tepung terigu olahan umumnya memiliki kandungan serat lebih rendah dibandingkan roti gandum utuh. Akibatnya, roti putih yang dikonsumsi tanpa tambahan sumber protein atau serat mungkin kurang membantu mempertahankan rasa kenyang dalam waktu lama.

Untuk membuat sarapan lebih seimbang, Anda bisa mengganti roti putih dengan roti gandum utuh yang kaya serat.

Jika tetap ingin mengonsumsi roti putih, padukan dengan telur, selai kacang tanpa banyak gula tambahan, atau sayuran. Kombinasi tersebut dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi pada pagi hari.

3. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Kue manis, sereal dengan tambahan gula, donat, serta minuman berpemanis sering dijadikan menu sarapan karena rasanya enak dan mudah disiapkan.

Akan tetapi, makanan yang tinggi gula tambahan dan rendah serat dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat setelah dikonsumsi. Kondisi ini perlu diperhatikan, khususnya oleh orang yang memiliki diabetes atau gangguan pengaturan gula darah.

Selain itu, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula tambahan dapat meningkatkan asupan kalori harian dan berdampak buruk terhadap kesehatan apabila tidak diimbangi pola makan yang baik.

Untuk pilihan yang lebih sehat, cobalah mengonsumsi oatmeal tanpa banyak gula tambahan, telur, atau roti gandum dengan isian bergizi. Jika ingin rasa manis, Anda bisa menambahkan buah utuh sesuai selera.

Dengan begitu, sarapan tetap terasa nikmat tanpa harus bergantung pada makanan yang tinggi gula.

4. Makanan Kalengan Tinggi Natrium

Makanan kalengan kerap menjadi solusi praktis bagi orang yang memiliki jadwal padat pada pagi hari. Produk seperti daging olahan, sup instan, dan makanan siap saji memang mudah disiapkan.

Namun, beberapa produk tersebut mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, asupan natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar risiko penyakit kardiovaskular.

Meski begitu, tidak semua makanan kalengan memiliki kandungan nutrisi yang buruk. Beberapa jenis, seperti kacang-kacangan atau sayuran kalengan tanpa tambahan garam berlebihan, tetap dapat menjadi pilihan yang praktis.

Sebelum membeli, periksa label nutrisi dan bandingkan kandungan natrium ant produk. Anda juga dapat memilih produk dengan keterangan rendah natrium atau membilas bahan makanan tertentu sebelum diolah.

Dengan memperhatikan komposisinya, makanan praktis tetap bisa menjadi bagian dari menu sarapan yang lebih seimbang.

5. Jus Buah, Terutama yang Mengandung Gula Tambahan

Jus buah sering dianggap sebagai pilihan sehat untuk memulai hari karena berasal dari buah-buahan. Namun, kandungan nutrisinya dapat berbeda dari buah utuh, terutama jika jus disaring atau ditambahkan gula.

Buah utuh mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula dan mendukung kesehatan pencernaan. Sementara itu, jus yang rendah serat cenderung lebih mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak sehingga asupan gula bisa meningkat tanpa disadari.

Jus buah kemasan juga perlu diperhatikan karena beberapa produk mengandung gula tambahan. Oleh sebab itu, membaca informasi nilai gizi dan daftar komposisi menjadi langkah penting sebelum memilihnya.

Jika ingin mendapatkan manfaat buah secara lebih utuh, Anda bisa mengonsumsi buah segar secara langsung. Apabila tetap memilih jus, utamakan jus tanpa gula tambahan dan perhatikan porsinya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho