JawaPos.com – Mengonsumsi telur setiap hari dapat melindungi jantung, mengatur tekanan darah, memperkuat tulang, dan lainnya.
Sebagian orang memuji telur sebagai sumber nutrisi, sementara yang lain menghindarinya karena khawatir akan kandungan kolesterol yang tinggi.
Alhasil telur menimbulkan banyak ketidakpastian, dan seiring waktu, mengonsumsi atau menghindari telur dapat membuat perbedaan signifikan bagi kesehatan.
Melansir health, berikut enam perbedaan antara orang yang rutin mengonsumsi telur dan orang yang jarang mengonsumsinya.
Baca Juga: Ingin Telur Orak-arik Lebih Bergizi? Simak 4 Tips Memasak untuk Menunjang Kebutuhan Nutrisi Harian
1. Kesehatan kardiovaskular yang lebih baik
Studi Nutrients menemukan makan satu hingga enam telur per minggu dikaitkan dengan umur panjang dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Selain itu, memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 29 persen lebih rendah dan risiko kematian akibat sebab apa pun 15 persen lebih rendah.
2. Tekanan darah, gula darah, dan fungsi metabolisme yang lebih baik
Studi Nutrients menemukan bahwa orang yang mengonsumsi setidaknya lima telur per minggu memiliki kemungkinan 28 persen lebih rendah untuk terkena diabetes tipe 2 dan 32 persen lebih rendah untuk terkena hipertensi.
Menggabungkan telur dalam diet dengan serat, ikan, dan biji-bijian utuh dapat lebih mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 26 hingga 29 persen.
3. Penuaan otak yang lebih lambat
The Journal of Nutrition menerbitkan studi yang mengikuti lebih dari 40.000 orang selama lebih dari 15 tahun.
Studi tersebut menemukan bahwa konsumsi telur dalam jumlah sedang dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah, sementara menghindari telur sama sekali dapat mempercepat penuaan otak.
Orang yang mengonsumsi telur setidaknya lima kali seminggu memiliki risiko terkena Alzheimer 27 persen lebih rendah, sedangkan mereka yang tidak mengonsumsi telur sama sekali memiliki risiko 22 persen lebih tinggi.
4. Tulang yang lebih kuat
Studi Food & Function menemukan bahwa mengonsumsi sekitar 100 gram telur per hari (kurang lebih dua butir telur) secara signifikan meningkatkan kepadatan tulang di leher femur dan tulang belakang lumbar.
Para peneliti percaya bahwa telur dapat merangsang alkalin fosfatase, enzim yang berperan dalam penguatan tulang sehingga meningkatkan kepadatan tulang.
5. Sumber vitamin dan energi untuk mata
Telur kaya akan vitamin A yang mudah diserap, menjadikannya tambahan yang berharga untuk makanan sehari-hari.
Kandungan lemak alaminya juga membantu tubuh menyerap dan memetabolisme vitamin A dengan lebih efisien, mendukung penglihatan dan kesehatan mata secara keseluruhan.
6. Rasa kenyang yang lebih lama
Telur kaya akan protein yang mudah diserap tubuh.
Protein membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada karbohidrat sehingga membuat tubuh kenyang lebih lama dan menekan nafsu makan.
Mengonsumsi telur untuk sarapan dapat memperpanjang rasa kenyang dan mengurangi keinginan untuk ngemil di siang hari, ini memudahkan pengelolaan berat badan.