JawaPos.com – Tumit kaki yang kering, menebal, dan pecah-pecah sering kali membuat seseorang merasa kurang nyaman. Selain memengaruhi penampilan, kondisi tersebut juga dapat menimbulkan rasa perih, terutama ketika retakan pada kulit semakin dalam atau kaki digunakan untuk berjalan dalam waktu lama.
Tumit kasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kulit yang kehilangan kelembapan, tekanan berulang pada kaki, kebiasaan berdiri terlalu lama, serta penggunaan alas kaki yang kurang sesuai. Perawatan sederhana di rumah dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi penumpukan sel kulit mati.
Dilansir dari laman Halodoc dan Alodokter, terdapat lima cara yang bisa dicoba untuk membantu merawat tumit kasar dan pecah-pecah tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Berikut langkah-langkahnya.
1. Lakukan Eksfoliasi dengan Lembut
Eksfoliasi dapat membantu mengurangi penumpukan sel kulit mati yang membuat permukaan tumit terasa tebal dan kasar. Namun, proses ini perlu dilakukan secara hati-hati agar kulit tidak mengalami iritasi atau luka.
Kamu bisa merendam kaki dalam air hangat selama sekitar 10–20 menit untuk membantu melembutkan kulit. Setelah itu, gosok bagian tumit secara perlahan menggunakan batu apung atau kikir kaki khusus. Hindari menggosok terlalu keras, terutama jika kulit sudah retak atau terasa sakit.
Setelah selesai, keringkan kaki dan oleskan pelembap. Kamu juga bisa memakai kaus kaki berbahan katun untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Jika tumit mengalami luka terbuka atau retakan yang dalam, hindari eksfoliasi sampai kondisinya membaik.
2. Oleskan Minyak Kelapa
Minyak kelapa dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu merawat kulit tumit yang kering. Kandungan emolien di dalamnya membantu melembutkan permukaan kulit dan mengurangi rasa kering akibat berkurangnya kelembapan.
Cara penggunaannya cukup sederhana. Bersihkan kaki terlebih dahulu, kemudian oleskan sedikit minyak kelapa pada bagian tumit yang kering. Perawatan ini bisa dilakukan setelah mandi atau sebelum tidur.
Meski demikian, minyak kelapa bukan pengganti utama perawatan medis untuk tumit yang mengalami retakan berat. Jika kulit tidak kunjung membaik, pertimbangkan untuk menggunakan produk pelembap khusus tumit atau berkonsultasi dengan tenaga medis.
3. Manfaatkan Madu untuk Membantu Menjaga Kelembapan
Madu dikenal memiliki sifat humektan, yaitu membantu menarik dan mempertahankan kelembapan. Kandungan tersebut membuat madu kerap digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit.
Jika ingin mencobanya sebagai perawatan rumahan, gunakan madu pada kulit yang masih utuh dan tidak mengalami luka serius. Namun, bukti mengenai efektivitas madu yang dioleskan sendiri untuk mengatasi tumit pecah-pecah masih terbatas.
Untuk perawatan sehari-hari, pelembap khusus kaki tetap menjadi pilihan yang lebih praktis. Hindari mengandalkan madu sebagai pengobatan apabila tumit mengalami perdarahan, pembengkakan, atau tanda-tanda infeksi.
4. Gunakan Pelembap Khusus Kaki Secara Rutin
Salah satu langkah penting untuk mengatasi tumit kering adalah menggunakan pelembap secara teratur. Pilih produk yang dirancang untuk kulit kaki dan mengandung bahan yang membantu mempertahankan kelembapan.
Beberapa bahan yang bisa dipertimbangkan antara lain petrolatum, gliserin, atau urea dengan konsentrasi yang sesuai. Produk yang mengandung urea dapat membantu melembutkan kulit tebal, sedangkan petrolatum membantu mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit.
Oleskan pelembap setelah mandi ketika kulit sudah dikeringkan dengan lembut. Penggunaan sebelum tidur juga bisa membantu menjaga kelembapan sepanjang malam. Jika terdapat retakan terbuka, pilih produk yang tidak menimbulkan rasa perih dan mintalah saran tenaga kesehatan bila diperlukan.
5. Pilih Alas Kaki yang Empuk dan Pas
Penggunaan alas kaki yang tepat dapat membantu mengurangi tekanan dan gesekan pada tumit. Tekanan berulang merupakan salah satu faktor yang dapat memperburuk penebalan kulit dan memicu munculnya retakan.
Pilih sepatu atau sandal dengan bantalan yang nyaman, ukuran sesuai, dan penopang tumit yang baik. Hindari alas kaki yang terlalu longgar, terlalu sempit, atau sudah aus sehingga tidak lagi memberikan dukungan yang memadai.
Saat berada di rumah, kamu juga bisa menggunakan sandal rumah yang empuk. Jika tumit sedang pecah-pecah, sebaiknya hindari berjalan tanpa alas kaki di permukaan keras agar tekanan pada bagian tersebut tidak semakin besar.