← Beranda
Tak Harus Mahal, Ini 5 Cara Merawat Bekas Jerawat dengan Bahan yang Mudah Ditemukan
Diajeng Gentalia Rifani• Senin, 19 Oktober 2026 | 02.47 WIB
Ilustrasi wanita yang sedang mengoleskan pasta gigi pada jerawat di wajah (Magnific)

JawaPos.com – Bekas jerawat kerap menjadi masalah kulit yang mengganggu penampilan dan membuat sebagian orang kurang percaya diri. Setelah jerawat mereda, kulit terkadang masih menyisakan noda kehitaman, kemerahan, atau perubahan tekstur yang membutuhkan waktu untuk membaik.

Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat peradangan, kebiasaan memencet jerawat, serta karakteristik kulit masing-masing orang. Untuk membantu menyamarkan bekasnya, perawatan yang tepat perlu dilakukan secara konsisten, disertai kebiasaan menjaga kesehatan kulit.

Dilansir dari laman Halodoc dan Alodokter, sejumlah bahan alami kerap digunakan sebagai bagian dari perawatan kulit yang memiliki bekas jerawat. Namun, tidak semua bahan cocok untuk setiap jenis kulit. Beberapa bahan rumahan bahkan berisiko menyebabkan iritasi jika digunakan secara langsung.

Berikut lima bahan alami yang sering digunakan untuk merawat kulit bekas jerawat beserta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mencobanya.

1. Lemon

Lemon dikenal mengandung vitamin C, yaitu antioksidan yang berperan dalam pembentukan kolagen dan kesehatan kulit. Kandungan ini membuat vitamin C banyak digunakan dalam produk perawatan kulit untuk membantu menyamarkan noda kehitaman.

Meski demikian, menggunakan air lemon secara langsung pada wajah bukan pilihan yang disarankan. Kandungan asamnya dapat memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif, serta meningkatkan risiko reaksi kulit ketika terpapar sinar matahari.

Jika ingin merawat bekas jerawat dengan vitamin C, sebaiknya pilih produk perawatan wajah yang diformulasikan khusus untuk kulit dan gunakan sesuai petunjuk pemakaian.

Jangan lupa memakai tabir surya pada siang hari. Perlindungan terhadap sinar matahari membantu mencegah noda bekas jerawat semakin gelap.

2. Lidah Buaya

Lidah buaya dikenal luas sebagai bahan perawatan kulit karena gelnya dapat memberikan sensasi menenangkan dan membantu menjaga kelembapan. Bahan ini sering digunakan untuk merawat kulit yang terasa kering atau mengalami iritasi ringan.

Untuk menggunakannya, pilih gel lidah buaya yang diformulasikan khusus untuk kulit atau produk dengan komposisi yang jelas. Oleskan tipis pada area kecil terlebih dahulu untuk mengetahui apakah muncul reaksi yang tidak diinginkan.

Walaupun lidah buaya dapat membantu menenangkan kulit, bukti bahwa gel ini mampu menghilangkan bekas jerawat secara langsung masih terbatas. Terlebih, bekas jerawat berupa cekungan atau jaringan parut biasanya memerlukan penanganan yang berbeda dari noda kehitaman.

Apabila kulit terasa perih, gatal, atau memerah setelah penggunaan, segera hentikan pemakaian.

3. Madu

Madu memiliki sifat yang diteliti dalam kaitannya dengan aktivitas antibakteri dan peradangan. Karena itu, bahan ini sering dimanfaatkan dalam sejumlah produk perawatan kulit.

Namun, manfaat madu untuk membantu penyembuhan luka tidak otomatis berarti madu dapur dapat menghilangkan noda bekas jerawat. Bukti mengenai efektivitas madu biasa untuk memudarkan bekas jerawat masih terbatas.

Jika ingin menggunakannya sebagai perawatan tambahan, pilih produk yang sesuai untuk kulit dan lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu. Hindari pemakaian apabila muncul rasa gatal, kemerahan, atau reaksi alergi.

Hal yang tidak kalah penting adalah menghindari kebiasaan memencet jerawat aktif. Tindakan tersebut dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko terbentuknya bekas jerawat.

4. Soda Kue

Soda kue terkadang digunakan sebagai bahan eksfoliasi rumahan karena teksturnya dianggap dapat membantu mengangkat sel kulit mati. Akan tetapi, bahan ini bukan pilihan yang dianjurkan untuk merawat bekas jerawat.

Soda kue bersifat basa, sedangkan kulit memiliki lapisan pelindung dengan tingkat keasaman tertentu. Penggunaan soda kue pada wajah berpotensi mengganggu lapisan pelindung kulit, menyebabkan kekeringan, dan memicu iritasi.

Risiko tersebut dapat membuat kondisi kulit semakin tidak nyaman, terutama jika kamu masih memiliki jerawat aktif atau kulit sensitif.

Sebagai alternatif, gunakan produk eksfoliasi wajah yang memang dirancang untuk kulit dan sesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Hindari menggosok wajah terlalu keras karena dapat memperburuk iritasi.

5. Kunyit

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang banyak diteliti karena memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Kandungan tersebut membuat kunyit kerap dibahas sebagai bahan potensial dalam perawatan kulit.

Meski demikian, bukti bahwa masker bubuk kunyit rumahan dapat menghilangkan bekas jerawat secara efektif masih terbatas. Penggunaan kunyit secara langsung juga dapat meninggalkan noda kekuningan pada kulit dan berpotensi menimbulkan iritasi pada sebagian orang.

Jika ingin mencoba produk berbahan kunyit, pilih formulasi yang ditujukan untuk kulit dan lakukan uji coba terlebih dahulu. Jangan menganggap sensasi alami atau bahan tradisional sebagai jaminan bahwa suatu produk pasti aman.

Untuk noda kehitaman bekas jerawat, perawatan yang terbukti membantu, seperti tabir surya dan produk pencerah kulit yang sesuai, dapat menjadi pilihan yang lebih terarah.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho