← Beranda
Mulai dari Tatapan hingga Gerakan Kaki, Ini 7 Isyarat Ketertarikan Seseorang
Rabbany Wanadriani• Selasa, 13 Oktober 2026 | 21.27 WIB
ilustrasi teman yang mengobrol. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Menebak perasaan seseorang terkadang menjadi hal yang membingungkan, terutama ketika ia tidak pernah mengungkapkan ketertarikannya secara langsung. Perhatian kecil, perubahan sikap, hingga gerakan tubuh bisa membuat seseorang bertanya-tanya tentang perasaan yang sebenarnya.

Dalam interaksi sehari-hari, komunikasi tidak hanya berlangsung melalui kata-kata. Ekspresi wajah, arah tubuh, dan kebiasaan spontan juga menjadi bagian dari cara manusia berinteraksi dengan orang lain.

Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh gestur bawah sadar yang kerap dikaitkan dengan ketertarikan seseorang. Meski demikian, bahasa tubuh bukan bukti pasti bahwa seseorang menyimpan perasaan romantis. Gestur yang sama juga bisa muncul karena keramahan, kebiasaan, atau situasi tertentu.

Lantas, apa saja gerakan tubuh yang bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang merasa tertarik kepada Anda? Berikut ulasannya.

1. Arah Kakinya Cenderung Menghadap kepada Anda

Gerakan kaki terkadang luput dari perhatian ketika seseorang sedang berbincang. Padahal, arah tubuh bagian bawah dapat memberikan gambaran mengenai fokus seseorang dalam sebuah interaksi.

Ketika berbicara dengan Anda, seseorang mungkin menempatkan kaki dan tubuhnya menghadap ke arah Anda. Sikap ini dapat menunjukkan bahwa ia sedang terlibat dalam percakapan dan memberikan perhatian kepada lawan bicaranya.

Jika posisi tersebut terlihat berulang kali, Anda mungkin bertanya-tanya apakah ada ketertarikan khusus. Namun, arah kaki tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk membaca perasaan seseorang.

Posisi berdiri, tata letak ruangan, dan kenyamanan saat berbicara juga dapat memengaruhi arah kaki. Karena itu, perhatikan konteks interaksi secara keseluruhan sebelum menarik kesimpulan.

2. Tanpa Sadar Meniru Gerakan Anda

Pernahkah Anda menyadari bahwa seseorang mengikuti gerakan tangan, posisi duduk, atau cara Anda memiringkan kepala ketika berbicara?

Fenomena ini dikenal sebagai mirroring, yaitu kecenderungan seseorang menyesuaikan gerakan atau bahasa tubuhnya dengan orang lain. Perilaku tersebut dapat muncul secara spontan selama interaksi sosial.

Dalam situasi tertentu, meniru gerakan lawan bicara bisa berkaitan dengan kenyamanan, kedekatan, atau keinginan membangun hubungan yang baik. Hal ini juga dapat terjadi ketika seseorang merasa cocok dengan orang yang sedang diajak berbincang.

Meski begitu, mirroring tidak selalu menunjukkan ketertarikan romantis. Seseorang mungkin melakukan hal serupa karena kebiasaan atau sekadar mengikuti ritme percakapan.

3. Pupil Matanya Tampak Membesar saat Melihat Anda

Mata sering menjadi bagian yang menarik perhatian ketika dua orang sedang berkomunikasi. Salah satu perubahan yang dapat terjadi adalah membesarnya pupil, yakni bagian hitam di tengah mata.

Ukuran pupil dapat berubah secara otomatis sebagai respons terhadap berbagai kondisi. Selain dipengaruhi tingkat pencahayaan, perubahan tersebut juga dapat berkaitan dengan aktivitas sistem saraf dan keadaan emosional seseorang.

Ketika seseorang merasa bersemangat atau memberikan perhatian besar terhadap sesuatu, pupil matanya mungkin mengalami perubahan ukuran. Namun, perubahan ini sangat sulit ditafsirkan hanya berdasarkan pengamatan biasa.

Oleh sebab itu, pupil yang tampak membesar tidak bisa dijadikan bukti bahwa seseorang menyukai Anda. Kontak mata, ekspresi wajah, dan perilaku lain perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas.

4. Mencari Kesempatan untuk Melakukan Sentuhan Ringan

Sentuhan ringan terkadang menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari. Misalnya, seseorang menyentuh lengan ketika tertawa bersama, memberikan tepukan singkat sebagai bentuk dukungan, atau menyentuh bahu untuk menarik perhatian.

Dalam situasi tertentu, sentuhan semacam ini dapat mencerminkan keakraban atau keinginan membangun kedekatan. Jika dilakukan secara konsisten dan disertai perhatian lain, seseorang mungkin menafsirkannya sebagai sinyal ketertarikan.

Namun, kebiasaan menyentuh orang lain sangat berbeda pada setiap individu dan budaya. Ada orang yang memang ekspresif secara fisik ketika berinteraksi, sementara yang lain lebih nyaman menjaga jarak.

Hal terpenting adalah memperhatikan kenyamanan dan batasan pribadi. Sentuhan tidak boleh dianggap sebagai izin untuk melakukan kontak fisik lebih jauh tanpa persetujuan.

5. Mencondongkan Tubuh ketika Anda Berbicara

Perhatikan bagaimana seseorang memosisikan tubuhnya ketika Anda sedang bercerita. Apakah ia sedikit mendekat, menjaga kontak mata, atau menunjukkan perhatian melalui ekspresi wajah?

Mencondongkan tubuh ke arah lawan bicara dapat menjadi salah satu tanda keterlibatan dalam percakapan. Gerakan tersebut terkadang muncul ketika seseorang merasa tertarik dengan topik pembicaraan atau ingin memahami perkataan orang lain dengan lebih baik.

Jika perilaku itu disertai respons yang relevan, pertanyaan lanjutan, dan perhatian yang konsisten, Anda mungkin sedang berinteraksi dengan seseorang yang menikmati kebersamaan tersebut.

Meski demikian, posisi tubuh yang mendekat tidak selalu berkaitan dengan perasaan romantis. Suasana yang bising, keinginan mendengar lebih jelas, atau kebiasaan berkomunikasi juga dapat menjadi penyebabnya.

6. Nada dan Cara Bicaranya Berubah saat Bersama Anda

Sebagian orang menunjukkan perubahan cara berbicara ketika berhadapan dengan seseorang yang membuat mereka gugup atau ingin memberikan kesan baik.

Perubahan itu dapat berupa tempo bicara yang lebih lambat, intonasi yang berbeda, atau pilihan kata yang lebih berhati-hati. Ada pula orang yang justru menjadi lebih banyak berbicara karena merasa bersemangat.

Dalam situasi tertentu, perubahan tersebut bisa berkaitan dengan ketertarikan atau keinginan untuk membangun kesan positif. Namun, respons setiap orang tidak sama sehingga tidak ada satu pola suara yang berlaku untuk semua orang.

Perubahan nada bicara juga bisa muncul akibat rasa canggung, kecemasan sosial, atau suasana percakapan. Karena itu, jangan langsung mengartikan perubahan suara sebagai tanda seseorang sedang jatuh hati.

7. Merapikan Penampilan saat Berada di Dekat Anda

Gestur lain yang cukup mudah terlihat adalah kebiasaan memperbaiki penampilan ketika seseorang berada di dekat orang tertentu.

Contohnya, merapikan rambut, membenarkan kerah baju, menyesuaikan posisi pakaian, atau memperbaiki postur tubuh sebelum memulai percakapan.

Perilaku tersebut terkadang muncul karena seseorang ingin terlihat rapi dan memberikan kesan yang baik. Jika ia melakukan hal itu ketika bertemu Anda, bisa jadi kehadiran Anda membuatnya lebih memperhatikan penampilan.

Namun, kebiasaan merapikan diri tidak selalu menunjukkan ketertarikan khusus. Seseorang mungkin sekadar ingin tampil profesional, merasa pakaiannya kurang nyaman, atau memang terbiasa menjaga penampilan.

Karena itu, perhatikan apakah sikap tersebut disertai bentuk perhatian lain yang konsisten, bukan hanya satu gerakan sesaat.

Jangan Terburu-buru Menyimpulkan Perasaannya

Bahasa tubuh memang dapat memberikan petunjuk mengenai kenyamanan dan keterlibatan seseorang dalam interaksi. Namun, tidak ada satu gestur yang mampu memastikan bahwa seseorang memiliki ketertarikan romantis kepada Anda.

Cara terbaik untuk memahami perasaan orang lain adalah melihat perilakunya secara menyeluruh, termasuk konsistensi perhatian, kualitas komunikasi, dan kesediaannya meluangkan waktu bersama Anda.

Jika hubungan sudah cukup dekat, komunikasi yang jujur dan saling menghormati tetap menjadi cara paling jelas untuk mengetahui perasaan masing-masing. Dengan begitu, Anda tidak perlu hanya mengandalkan gerakan tubuh untuk menebak isi hati seseorang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho