JawaPos.com - Rutinitas yang padat sering membuat seseorang terbiasa menjalani hari dengan terburu-buru. Pekerjaan, tugas, hingga berbagai aktivitas lain seolah harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan. Jika terus dilakukan, kesibukan tersebut dapat membuat tubuh dan pikiran sulit mendapatkan waktu untuk beristirahat.
Salah satu cara yang dapat dicoba untuk mengatur kembali ritme kehidupan adalah dengan menerapkan slow living. Konsep ini mengajak seseorang untuk menjalani keseharian dengan lebih sadar, menikmati proses, serta memberikan perhatian pada hal-hal yang dianggap penting.
Slow living bukan berarti berhenti bekerja, bermalas-malasan, atau menjadi tidak produktif. Gaya hidup ini lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang mengatur waktu, menentukan prioritas, dan memberikan ruang untuk beristirahat di tengah kesibukan.
Baca Juga: Dulu Dekat, Kini Terasa Asing? Kenali Istilah Grow Apart dalam Sebuah Hubungan
Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Dilansir dari laman Alodokter dan Halodoc, Selasa (29/9), berikut beberapa cara menerapkan slow living.
1. Terapkan Mindfulness dalam Keseharian
Mindfulness berarti memberikan perhatian pada apa yang sedang dilakukan tanpa terus terbawa pikiran atau aktivitas lain. Saat makan, berjalan kaki, atau mengerjakan sesuatu, cobalah menikmati prosesnya dan tidak terburu-buru berpindah pada hal lain. Kebiasaan ini dapat membantu seseorang lebih sadar dan menikmati momen yang sedang dijalani.
2. Kurangi Penggunaan Gawai dan Media Sosial
Baca Juga: Selesai Jalani Pemeriksaan di Polda, Jubir KPK Budi Prasetyo: Di Sini Bentuk Kepatuhan Proses Hukum
Penggunaan gadget dan media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian. Namun, terlalu sering mengakses keduanya dapat membuat perhatian terus teralihkan. Dalam menerapkan slow living, coba sisihkan waktu tanpa gadget secara bertahap dan gunakan kesempatan tersebut untuk berinteraksi dengan orang di sekitar atau menikmati aktivitas lain. Tidak perlu langsung mengurangi secara drastis, lakukan perlahan hingga menjadi kebiasaan.
3. Jangan Terlalu Memikirkan Hal di Luar Kendali
Kebiasaan terlalu memikirkan berbagai hal yang berada di luar kendali dapat membuat pikiran semakin terbebani. Membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain, misalnya, dapat membuat seseorang terus memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak bisa diubah.
Dalam menerapkan slow living, cobalah mengarahkan perhatian pada diri sendiri dan hal-hal yang memang dapat dilakukan. Dengan begitu, waktu dan energi dapat digunakan untuk menjalani aktivitas saat ini tanpa terus terbebani oleh kekhawatiran yang belum tentu terjadi.
4. Beri Waktu untuk Beristirahat
Beristirahat tidak harus menunggu sampai seluruh aktivitas selesai dilakukan. Sisihkan waktu di tengah rutinitas untuk berhenti sejenak dan memberikan kesempatan bagi tubuh serta pikiran untuk rileks.
Waktu tersebut bisa digunakan untuk membaca, mendengarkan musik, menikmati minuman, atau sekedar duduk tanpa melakukan banyak aktivitas.
Baca Juga: Xavi Hernández Evaluasi Diri Sendiri dan Minta Timnas Belanda Bermain secara Ofensif
5. Luangkan Waktu Bersama Orang Terdekat
Kesibukan sehari-hari terkadang membuat waktu bersama keluarga atau teman semakin sedikit. Karena itu, menyediakan waktu untuk berbincang atau melakukan kegiatan bersama orang terdekat juga dapat menjadi bagian dari penerapan slow living.
6. Tentukan Prioritas
Tidak semua hal harus dilakukan dalam satu waktu. Tentukan kegiatan yang memang penting dan berikan waktu yang cukup untuk menyelesaikannya. Dengan memiliki prioritas, seseorang dapat mengurangi kebiasaan memenuhi hari dengan terlalu banyak aktivitas yang justru membuat waktu terasa semakin terburu-buru.
7. Nikmati Hal-hal Sederhana
Tidak semua waktu luang harus diisi dengan kegiatan yang berat atau produktif. Menikmati secangkir kopi, menulis jurnal, berjalan santai, atau sekedar menikmati suasana sekitar juga dapat menjadi bagian dari slow living.
Dengan memberi perhatian pada momen-momen sederhana tersebut, seseorang dapat lebih menikmati keseharian tanpa harus selalu melakukan banyak hal.
8. Berani Mengatakan “Tidak”
Tidak semua permintaan atau ajakan harus diterima. Berani mengatakan “tidak” ketika sesuatu tidak sesuai dengan kemampuan atau prioritas dapat membantu memberikan ruang untuk diri sendiri. Dengan begitu, waktu dan energi dapat digunakan untuk hal-hal yang memang penting tanpa merasa terbebani oleh terlalu banyak tuntutan.
Menerapkan slow living tidak berarti harus meninggalkan kesibukan atau mengurangi seluruh aktivitas. Gaya hidup ini dapat dimulai dengan lebih sadar dalam menggunakan waktu, memilih hal yang menjadi prioritas, dan memberi ruang untuk beristirahat. Dengan cara tersebut, setiap aktivitas dapat dijalani dengan lebih tenang tanpa merasa harus terburu-buru menyelesaikan semuanya.