JawaPos.com – Rasa tidak nyaman pada perut bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kembung, begah, mulas, banyak gas, hingga sensasi panas akibat asam lambung. Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pemicunya pun tidak selalu sama pada setiap orang. Namun, beberapa jenis makanan dan minuman diketahui lebih berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan, terutama bagi orang yang memiliki sensitivitas tertentu.
Mengetahui jenis makanan yang mungkin menjadi pemicu dapat membantu seseorang lebih memahami respons tubuh setelah makan. Dengan begitu, pola makan bisa disesuaikan untuk mengurangi munculnya keluhan pencernaan.
Dilansir dari English Jagran, terdapat sembilan jenis makanan dan minuman yang dapat memicu sakit perut, kembung, maupun gangguan pencernaan pada sebagian orang. Berikut daftarnya:
Baca Juga: Bayar Makanan Pakai Uang Tunai, Ternyata 7 Sifat Ini Bisa Menggambarkan Anda
1. Makanan pedas
Bagi sebagian orang, makanan dengan kandungan cabai tinggi dapat membuat lambung terasa tidak nyaman. Saus pedas, sambal, dan hidangan berbumbu tajam dapat memicu sensasi panas atau memperburuk keluhan asam lambung.
Terutama bagi mereka yang memiliki lambung sensitif, konsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat menyebabkan rasa perih atau tidak nyaman di bagian perut.
2. Gorengan dan makanan berlemak
Gorengan, makanan cepat saji, serta hidangan dengan kandungan lemak tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Akibatnya, sebagian orang dapat merasa begah, terlalu kenyang, atau mengalami kembung setelah mengonsumsinya. Makanan berlemak juga dapat memperburuk gejala refluks pada orang tertentu.
3. Produk berbahan susu
Susu, keju, es krim, dan produk olahan susu lainnya dapat menimbulkan masalah bagi orang yang mengalami intoleransi laktosa.
Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu. Gejalanya dapat berupa perut kembung, banyak gas, mulas, hingga diare.
4. Minuman berkarbonasi
Soda dan minuman berkarbonasi lainnya dapat menambah jumlah gas di dalam saluran pencernaan.
Akibatnya, seseorang bisa lebih sering bersendawa atau mengalami perut terasa penuh dan kembung. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga dapat disertai rasa tidak nyaman pada perut.
5. Minuman berkafein
Kopi, teh dengan kadar kafein tinggi, serta minuman energi dapat memengaruhi produksi asam lambung pada sebagian orang.
Bagi mereka yang sensitif, konsumsi kafein dapat memperburuk sensasi panas di dada atau keluhan yang berkaitan dengan refluks asam.
6. Makanan kemasan dan olahan
Mi instan, keripik, makanan siap saji, dan berbagai produk olahan umumnya mengandung garam, lemak, serta bahan tambahan tertentu.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan tersebut dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan dan pada sebagian orang menyebabkan rasa begah atau kembung.
7. Pemanis buatan tertentu
Beberapa produk rendah gula menggunakan pemanis seperti sorbitol, manitol, atau xylitol sebagai pengganti gula biasa.
Pemanis jenis tersebut tidak selalu diserap secara sempurna oleh tubuh. Pada orang yang sensitif, konsumsinya dapat menyebabkan fermentasi di usus sehingga memicu gas, kembung, bahkan diare.
8. Kacang-kacangan dan lentil
Kacang-kacangan dan lentil sebenarnya merupakan sumber serat serta berbagai nutrisi penting. Namun, kandungan serat dan karbohidrat tertentu di dalamnya dapat difermentasi oleh bakteri usus.
Proses tersebut menghasilkan gas yang pada sebagian orang dapat menyebabkan perut terasa penuh, kembung, atau tidak nyaman, terutama jika tubuh belum terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat.
9. Buah citrus
Jeruk, lemon, limau, dan buah citrus lainnya memiliki kandungan asam yang cukup tinggi. Bagi orang dengan kondisi lambung sensitif atau refluks asam, makanan tersebut dapat memperburuk rasa perih atau sensasi panas di bagian dada dan ulu hati.
Namun, respons setiap orang terhadap makanan asam dapat berbeda. Karena itu, pemicunya perlu diperhatikan berdasarkan reaksi tubuh masing-masing.