JawaPos.com - Psikologi menjelaskan bahwa kepribadian orang tua memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan anak, terutama terkait kecemasan.
Orang tua yang cemas cenderung membesarkan anak yang juga tumbuh menjadi pribadi cemas hingga dewasa nanti.
Anak-anak mencerminkan perilaku yang mereka saksikan sejak kecil, termasuk kebiasaan gugup dan penuh tekanan tersebut.
Dilansir dari laman YourTango pada Minggu (27/9), berikut enam kebiasaan yang biasa dibawa hingga dewasa oleh anak yang dibesarkan orang tua tukang cemas.
1. Terlalu banyak memikirkan segala hal
Anak dengan orang tua pencemas tidak memiliki contoh nyata tentang bagaimana bersikap tenang dan stabil.
Orang tua mereka terlalu cemas sehingga tidak sempat menunjukkan cara mengelola emosi secara sehat.
Mereka menganggap kecemasan sebagai hal yang wajar sehingga tidak berusaha mengelolanya dengan baik.
Kebiasaan berpikir berlebihan ini terus terbawa hingga dewasa dan memengaruhi setiap keputusan yang diambil.
2. Merasa lebih aman berada di rumah
Anak dengan orang tua yang penuh tekanan sering kesulitan menjalin pertemanan sejak usia dini.
Mereka kesulitan menghadapi situasi sosial sehingga enggan memulai percakapan dengan orang baru di sekitarnya.
Pertemanan masa kecil sebenarnya penting untuk mengajarkan cara menghadapi konflik serta mempercayai orang lain.
Sebagai orang dewasa, mereka akhirnya lebih memilih tinggal di rumah demi menghindari kecemasan sosial tersebut.
3. Sangat bergantung pada rutinitas hariannya
Anak yang tidak tahu cara mengelola kecemasan berlebih cenderung berpegang teguh pada rutinitas tertentu.
Rutinitas tersebut memberikan rasa aman sehingga mereka enggan mengubah kebiasaan yang sudah berjalan selama ini.
Mereka khawatir sesuatu akan berjalan buruk apabila rutinitas yang biasa dijalani tiba-tiba diubah.
Kebiasaan ini membuat mereka kesulitan menerima ajakan mendadak yang mengganggu jadwal rutin mereka sendiri.
4. Berusaha keras menjadi sempurna
Anak yang dibesarkan orang tua pencemas sering tumbuh menjadi pribadi yang perfeksionis dalam segala hal.
Orang tua mereka cenderung mengontrol perilaku anak agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Mereka berharap anaknya tumbuh sempurna agar lebih mudah meraih kesuksesan ketika dewasa nanti.
Kebiasaan menganalisis detail kecil secara berlebihan ini terus berlanjut hingga anak tumbuh dewasa.
5. Melarikan diri ke dalam hobi seperti bermain gim
Bermain gim menjadi cara efektif bagi banyak orang untuk melepaskan penat setelah menjalani hari yang panjang.
Aktivitas ini membantu mengalihkan perhatian dari berbagai kekhawatiran yang sedang dihadapi seseorang.
Bermain gim juga terbukti mampu membantu mengelola stres yang dirasakan seseorang sehari-hari.
Kebiasaan ini menjadi alat pelarian yang terus digunakan hingga mereka tumbuh dewasa nantinya.
6. Memiliki rasa tidak aman terhadap dirinya sendiri
Kecemasan membuat seseorang merasa tidak aman terhadap dirinya sendiri secara terus-menerus dan konsisten.
Kecemasan mendorong seseorang memikirkan berbagai kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di masa depan.
Mereka terus mengkhawatirkan perilakunya sendiri sehingga cenderung menilai tindakannya secara sangat kritis.
Kebiasaan mencari kesalahan pada diri sendiri ini membuat rasa tidak aman semakin kuat hingga dewasa.
***