← Beranda
7 Rutinitas Pagi yang Klasik Ini Bisa Bantu Redakan Stres dan Kecemasan Sebelum Bekerja
Leni Setya Wati• Jumat, 25 September 2026 | 22.34 WIB
Ilustrasi rutinitas pagi yang redakan stres sebelum kerja (magnific/benzoix)

JawaPos.com - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan dipenuhi teknologi, memulai pagi dengan tenang terkadang terasa sulit.

Banyak orang bahkan baru membuka mata sudah langsung memeriksa notifikasi, email pekerjaan, hingga media sosial.

Kebiasaan tersebut tanpa disadari dapat membuat pikiran segera dipenuhi berbagai informasi dan tuntutan sebelum tubuh benar-benar siap menjalani hari.

Akibatnya, pagi yang seharusnya menjadi waktu untuk mempersiapkan diri justru diawali dengan stres dan kecemasan.

Salah satu cara yang dapat dicoba adalah menghidupkan kembali sejumlah rutinitas pagi sederhana yang dulu lebih umum dilakukan.

Kebiasaan seperti membuat minuman sendiri, menulis daftar pekerjaan di kertas, hingga merapikan tempat tidur dapat menjadi momen untuk memperlambat ritme sebelum memasuki kesibukan.

Dirangkum dari YourTango, berikut tujuh rutinitas pagi yang bisa dilakukan sebelum jam 9 untuk membantu menciptakan awal hari yang lebih tenang.

1. Lakukan peregangan sebelum menyentuh ponsel

Memulai pagi dengan membuka ponsel di tempat tidur mungkin sudah menjadi kebiasaan banyak orang.

Namun, langsung membaca email pekerjaan atau melihat media sosial dapat membuat otak menerima terlalu banyak informasi sejak awal hari.

Cobalah memberikan tubuh dan pikiran waktu untuk benar-benar terbangun. Lakukan peregangan ringan selama beberapa menit sebelum melihat layar apa pun.

Jika sulit menahan keinginan mengecek ponsel, Anda dapat meletakkannya jauh dari tempat tidur. Menggunakan jam alarm terpisah juga bisa menjadi alternatif agar ponsel tidak menjadi benda pertama yang dicari setelah bangun.

2. Buat teh atau kopi sendiri

Membeli kopi di kedai memang praktis, tetapi proses membuat minuman sendiri di rumah dapat menjadi ritual pagi yang menenangkan.

Mulai dari menyiapkan air, menyeduh teh atau kopi, hingga menuangkannya ke cangkir favorit dapat dilakukan secara perlahan dan penuh perhatian.

Aktivitas sederhana tersebut memberikan kesempatan untuk menikmati beberapa menit tanpa terburu-buru.

Kebiasaan seperti ini juga dapat dipadukan dengan latihan mindfulness singkat. Memberikan waktu untuk fokus pada aktivitas yang sedang dilakukan dapat membantu menciptakan suasana pagi yang lebih terkendali sebelum pekerjaan dimulai.

3. Tulis daftar tugas di atas kertas

Daftar pekerjaan tidak selalu harus dibuat menggunakan aplikasi di ponsel. Menuliskannya dengan tangan di buku atau secarik kertas dapat menjadi cara sederhana untuk mengatur pikiran.

Tuliskan beberapa tugas yang benar-benar perlu diselesaikan hari itu. Hindari membuat daftar terlalu panjang agar pekerjaan tidak terasa semakin membebani.

Selain membantu mengatur prioritas, menulis dengan tangan dapat memberi kesempatan untuk memikirkan hal-hal yang membuat Anda tegang.

Setelah mengetahui apa yang perlu dilakukan, Anda bisa membuat langkah sederhana untuk menyelesaikannya satu per satu.

4. Siapkan sarapan sendiri

Kehidupan modern membuat banyak orang terbiasa memilih segala sesuatu yang cepat dan praktis, termasuk urusan sarapan.

Padahal, meluangkan sedikit waktu untuk menyiapkan makanan sendiri dapat menjadi bagian dari rutinitas pagi yang lebih tenang.

Tidak perlu membuat menu yang rumit. Sarapan sederhana seperti telur, roti, buah, atau makanan rumahan lainnya sudah cukup.

Proses menyiapkan makanan memberikan jeda dari kesibukan digital dan membantu Anda memulai hari dengan aktivitas yang dilakukan secara sadar.

Daripada langsung terburu-buru keluar rumah atau hanya mengambil makanan praktis, memasak sarapan bisa menjadi ritual kecil untuk memperlambat ritme pagi.

5. Rapikan tempat tidur

Merapikan tempat tidur mungkin terdengar sepele, tetapi kebiasaan sederhana ini dapat memberikan rasa bahwa Anda telah menyelesaikan satu hal sejak pagi.

Menata kembali selimut dan bantal juga membuat kamar terasa lebih rapi sehingga lingkungan pertama yang Anda lihat setelah bangun tidak dipenuhi kekacauan.

Rutinitas kecil ini dapat menjadi pengingat bahwa tidak semua hal harus dilakukan dengan terburu-buru.

Ketika hari terasa penuh dengan pekerjaan dan berbagai persoalan, mengetahui bahwa Anda akan kembali ke tempat tidur yang rapi pada malam hari juga dapat memberikan rasa nyaman.

6. Bersenandung atau bernyanyi saat bersiap

Tidak semua rutinitas pagi harus dilakukan dalam suasana hening. Bersenandung atau bernyanyi ringan ketika mandi, berpakaian, atau menyiapkan keperluan kerja bisa menjadi cara sederhana untuk membuat suasana hati lebih positif.

Aktivitas tersebut juga membuat Anda lebih sadar terhadap tubuh dan suara sendiri. Dibandingkan langsung membiarkan pikiran dipenuhi berbagai persoalan pekerjaan, beberapa menit untuk bersenandung dapat menjadi kesempatan menikmati pagi.

Anda tidak perlu memiliki suara merdu. Tujuannya bukan tampil sempurna, melainkan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan sebelum memulai aktivitas.

7. Bangun bersama cahaya matahari

Jika kondisi memungkinkan, cobalah mendapatkan paparan cahaya alami pada pagi hari. Membuka tirai atau jendela setelah bangun dapat membuat ruangan terasa lebih terang dan membantu tubuh mengetahui bahwa hari telah dimulai.

Pada hari libur atau akhir pekan, Anda juga bisa mencoba mengurangi ketergantungan pada alarm dan membiarkan tubuh bangun secara lebih alami, selama jadwal dan kebutuhan tidur tetap terpenuhi.

Cahaya alami dan suasana pagi yang lebih tenang dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang membantu menciptakan mood lebih baik. Dengan begitu, Anda tidak harus langsung memasuki mode kerja begitu membuka mata.

 
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho