← Beranda
Dari Basa-Basi hingga Mengakhiri Obrolan, Ini 6 Trik agar Mudah Berteman
Mohammad Maulana Iqbal• Jumat, 25 September 2026 | 21.54 WIB
rahasia trik percakapan agar mudah berteman dengan siapapun. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Kemampuan berbicara dengan orang lain tidak selalu berarti harus pandai berbasa-basi. Cara membuka percakapan, memberikan respons, hingga mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengakhiri obrolan juga berperan dalam membangun hubungan sosial.

Bagi sebagian orang, bertemu orang baru dapat terasa canggung karena bingung menentukan topik pembicaraan. Padahal, percakapan yang hangat bisa dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar dan berkembang secara alami ketika kedua pihak merasa nyaman.

Dilansir dari Geediting.com, terdapat enam trik percakapan yang dapat membantu seseorang membangun koneksi dan lebih mudah berteman dengan orang lain. Berikut di antaranya:

Baca Juga: 8 Perilaku yang Tak Ditoleransi Orang Baik dari Teman yang Toxic, Mereka Lebih Suka Jaga Jarak Sehat

1. Awali dari Hal yang Ada di Sekitar

Daripada langsung mengajukan pertanyaan umum seperti pekerjaan atau asal daerah, percakapan dapat dimulai dengan memperhatikan situasi di sekitar.

Misalnya, Anda dapat berkomentar mengenai musik yang sedang diputar, suasana tempat, makanan yang tersedia, atau hal menarik lainnya. Cara tersebut terasa lebih ringan karena lawan bicara tidak seperti sedang menjalani sesi tanya jawab.

Respons yang diberikan kemudian dapat menjadi petunjuk untuk menentukan topik berikutnya. Jika mereka terlihat tertarik pada suatu hal, pembicaraan bisa dikembangkan dari sana.

2. Ceritakan Hal Kecil tentang Diri Sendiri

Percakapan akan terasa lebih seimbang ketika bukan hanya satu pihak yang terus bertanya. Sesekali, bagikan cerita sederhana mengenai diri Anda.

Tidak perlu langsung membahas persoalan pribadi. Anda bisa menceritakan hobi yang baru dicoba, makanan yang baru ditemukan, film yang sedang disukai, atau pengalaman menarik yang baru saja terjadi.

Cerita kecil yang spesifik dapat memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk menemukan kesamaan dan ikut berbagi pengalaman. Dari pertukaran sederhana tersebut, obrolan bisa berkembang menjadi lebih akrab.

3. Ingat dan Tanyakan Kembali Cerita Sebelumnya

Salah satu cara menunjukkan bahwa Anda benar-benar memperhatikan seseorang adalah mengingat hal yang pernah mereka ceritakan.

Jika pada pertemuan sebelumnya mereka sempat menyebut akan menghadapi presentasi penting, misalnya, Anda dapat menanyakan bagaimana hasilnya ketika bertemu lagi. Hal serupa berlaku untuk cerita mengenai hewan peliharaan, rencana perjalanan, atau kegiatan yang sedang mereka persiapkan.

Perhatian kecil seperti ini dapat membuat orang merasa didengarkan. Percakapan pun terasa seperti kelanjutan dari interaksi sebelumnya, bukan kembali dimulai dari awal.

4. Ajukan Pertanyaan Ringan dan Spesifik

Pertanyaan yang terlalu luas terkadang justru membuat seseorang bingung harus menjawab dari mana. Karena itu, cobalah memberikan pertanyaan sederhana yang mudah dijawab.

Anda bisa meminta pendapat mengenai makanan, tempat yang sedang dikunjungi, pilihan film, atau hal ringan lainnya. Pertanyaan semacam ini tidak membutuhkan jawaban panjang dan memungkinkan lawan bicara memberikan respons dengan santai.

Jika mereka terlihat antusias membicarakan suatu topik, ikuti arah pembicaraan tersebut. Dengan begitu, obrolan terasa lebih alami daripada memaksakan daftar pertanyaan.

5. Sesuaikan Cara Berbicara dengan Lawan Bicara

Setiap orang mempunyai gaya komunikasi yang berbeda. Ada yang berbicara perlahan dan membutuhkan waktu untuk menyampaikan pikirannya, sementara orang lain mungkin lebih ekspresif dan bersemangat.

Cobalah menyesuaikan tempo dan nada bicara tanpa harus meniru secara berlebihan. Berikan ruang kepada lawan bicara untuk menyelesaikan kalimat dan tunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan.

Sikap sederhana seperti tidak memotong pembicaraan dan memberikan respons yang hangat dapat membuat seseorang merasa lebih dihargai. Dari rasa nyaman tersebut, percakapan biasanya lebih mudah berkembang.

6. Akhiri Percakapan dengan Cara yang Baik

Mengetahui kapan harus mengakhiri percakapan juga merupakan bagian dari komunikasi yang baik. Obrolan yang menyenangkan tidak harus berlangsung berjam-jam.

Sebelum berpisah, Anda dapat meninggalkan peluang untuk melanjutkan pembicaraan di kemudian hari. Misalnya, jika sebelumnya membahas resep makanan, Anda bisa mengatakan akan membagikan resep yang pernah dicoba.

Langkah berikutnya tidak harus besar. Satu rekomendasi buku, resep, artikel, atau tempat menarik sudah cukup menjadi alasan untuk kembali berkomunikasi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho