JawaPos.com – Nyamuk dan lalat kerap muncul ketika sedang bersantai di rumah, terutama saat berkumpul bersama keluarga atau menikmati waktu di halaman. Suara dengungan maupun kehadirannya tentu dapat mengganggu kenyamanan.
Selain membuat risih, kedua serangga tersebut juga perlu diwaspadai. Nyamuk tertentu dapat menjadi perantara penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan chikungunya, sementara lalat berpotensi membawa kuman yang mencemari makanan.
Penggunaan obat semprot atau produk pengusir serangga berbahan kimia memang menjadi salah satu pilihan. Namun, bagi yang ingin mengurangi penggunaannya, terdapat sejumlah cara sederhana yang dapat diterapkan di rumah.
Dilansir dari English Jagran, berikut empat kiat ramah lingkungan yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi keberadaan nyamuk dan lalat secara alami.
Baca Juga: Ciri-Ciri Operasi Blefaroplasti Gagal: Efek Samping, Prosedur, dan Tips Hasil Maksimal
1. Jaga Rumah dan Lingkungan Tetap Bersih
Menjaga kebersihan menjadi langkah dasar yang penting untuk mengurangi kemunculan serangga. Untuk nyamuk, perhatikan berbagai tempat yang berpotensi menampung air, seperti pot tanaman, ember, wadah di sekitar rumah, maupun nampan penampung air.
Air yang tidak segera dibuang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Karena itu, kosongkan dan bersihkan wadah-wadah tersebut secara rutin.
Sementara untuk mencegah lalat, jangan biarkan sampah dan sisa makanan terbuka. Bersihkan permukaan dapur setelah digunakan dan simpan makanan, termasuk buah-buahan, dalam wadah tertutup.
2. Gunakan Penghalang dan Aroma Alami
Cara lain yang dapat diterapkan adalah membuat rumah lebih sulit dimasuki serangga. Pemasangan kasa dengan lubang yang rapat pada jendela dan pintu dapat membantu menjaga sirkulasi udara sekaligus mengurangi celah masuk nyamuk maupun lalat.
Kelambu juga dapat digunakan di sekitar tempat tidur sebagai penghalang tambahan dari gigitan nyamuk.
Selain itu, beberapa aroma dari minyak esensial seperti serai wangi, eukaliptus, atau lavender kerap digunakan sebagai bagian dari upaya mengusir serangga. Penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk keamanan produk, terutama jika terdapat anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.
3. Manfaatkan Tanaman Pengusir Serangga
Beberapa tanaman dapat menjadi pilihan untuk mempercantik rumah sekaligus membantu mengurangi keberadaan serangga. Tanaman seperti kemangi, mint, serai, dan rosemary dapat ditanam dalam pot dan diletakkan di area tertentu, misalnya balkon atau dekat jendela.
Selain mudah dirawat, tanaman tersebut juga bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, keberadaan tanaman saja tidak menjamin nyamuk atau lalat sepenuhnya hilang, sehingga tetap perlu disertai kebersihan lingkungan dan langkah pencegahan lainnya.
4. Coba Alternatif yang Lebih Ramah Lingkungan
Bagi yang ingin mengurangi penggunaan semprotan serangga, terdapat sejumlah alternatif berbahan alami yang dapat dipertimbangkan. Salah satunya adalah penggunaan bahan seperti minyak nimba yang dalam berbagai praktik tradisional dimanfaatkan sebagai bahan pengusir serangga.
Rempah dengan aroma kuat, seperti cengkeh dan kayu manis, juga dapat digunakan sebagai pengharum alami ruangan yang aromanya tidak disukai sebagian serangga. Sementara itu, perangkap atau perangkat pengendali serangga bertenaga surya dapat menjadi pilihan untuk area luar rumah.
Meski menggunakan bahan alami, tetap perhatikan keamanan sebelum mengoleskan campuran apa pun ke kulit atau menggunakannya di sekitar anak-anak dan hewan peliharaan.